IMG-LOGO
Daerah
HARI SANTRI 2018

Santri Mojokerto Bagi Stiker #IndonesiaLebihNyantri

Senin 22 Oktober 2018 11:30 WIB
Bagikan:
Santri Mojokerto Bagi Stiker #IndonesiaLebihNyantri
Mojokerto, NU Online
Momentum peringatan Hari Santri 2018, dimanfaatkan Komunitas Santri Mojokerto, Jawa Timur untuk membagi stiker #IndonesiaLebihNyantri. Hal tersebut merupakan tema dari Kopdarnas 4 Arus Iinformasi Santri (AIS) Nusantara pada Juli lalu.

Stiker dibagikan pada para peserta kirab yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pacet, para pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Ahad (21/10) pagi.

“Bagi-bagi stiker ini merupakan cara kita mendukung dakwah ala santri yang ramah” ungkap Muhammad As’ad, salah satu anggota santri Mojokerto.

Komunitas Santri Mojokerto yang berdiri sejak 2017 ini, merupakan gabungan santri dari pesantren se-Kabupaten Mojokerto, para pelajar dan kader muda NU, yang mempunyai visi dan misi yang tidak jauh dengan AIS Nusantara. Yaitu digitalisasi dakwah Ahlussunah wal Jamaaah. 

Ia berharap dengan membagikan stiker #IndonesiaLebihNyantri dapat meningkatkan animo masyarakat untuk menjadi santri. Menurutnya dengan menjadi santri, atau setidaknya merasa sebagai santri meski tidak pernah di pesantren. masyarakat akan bisa lebih ramah, toleran, dan damai dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Seperti tema Hari Santri 2018 ini, Bersama Santri Damailah Negeri, insyaallah bila kita bisa hidup seperti santri, pasti akan tercipta kedamaian,” imbuh santri dari Pesantren Fatchul Ulum Pacet ini.

Sebanyak 4000 stiker dibagikan pada kesempatan tersebut. Panitia dan peserta kirab pun menyambut baik kegiatan ini. Terbukti dari banyaknya pimpinan Banom MWC NU Pacet yang meminta stiker untuk dibagikan pada anggotanya yang tidak hadir. (Ibnu Shomad/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 22 Oktober 2018 23:45 WIB
HARI SANTRI 2018
NU Kubu Raya: Tugas Santri Teruskan Perjuangan Ulama
NU Kubu Raya: Tugas Santri Teruskan Perjuangan Ulama
Kubu Raya, NU Online
Mengisi Hari Santri 2018, generasi muda Nahdlatul Ulama Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang tergabung dalam badan otonom NU mengadakan apel kebangsaan. Kegiatan bekerja sama dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Sungai Raya yang dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Kuala Dua, Sungai Raya. 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kubu Raya, Ustadz Abdussalam selaku pembina upacara memberikan sejumlah amanat yang disampaikan kepada hadirin.

“Penetapan Hari Santri oleh pemerintah merupakan sumbangsih perjuangan santri dalam memepertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dengan dikeluarkannya Resolusi Jihad oleh pendiri Nahdlatul Ulama yaitu Hadratussyeikh KH M Hasim Asy’ari,” katanya, Senin (22/10). Sehingga dari resolusi itu kalangan santri dan masyarakat semangat melakukan perlawanan, lanjutnya. 

Dan sudah sepatutnya kalau saat ini kaum santri terus melanjutkan perjuangan para ulama terdahulu. “Khususnya dalam menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan hal positif,” ungkapnya.

Junaidi selaku Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kubu Raya mengatakan banyak tujuan dari apel ini. “Yakni sebagai wujud ingin mengenang para kiai dan santri serta pejuang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan Resolusi Jihad yang dikeluarkan Rais Akbar Nahdlatul Ulama, KH M Hasyim Asy’ari,” jelasnya. 

Selain itu dengan peringatan Hari Santri diharapkan kaum muda NU senantiasa meneruskan perjuangan para ulama terdahulu dalam menjaga keutuhan NKRI.

Junaidi menambahkan bahwa selain apel kebangsaan, agenda juga dilanjutkan dengan istighotsah dan dialog kepemiluan. “Dengan harapan, semoga negeri ini selalu dilimpahkan kedamaian dan kesejahteraan, apalagi dengan akan diadakannya Pemilu presiden serentak,” ungkapnya. Dan memasuki kampanye, tentunya masyarakat diharapkan tidak mudah dipecah belah gara-gara berbeda dalam pilihan politik, lanjutnya.

Apel dihadiri anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Syarifah Ariyana dan KPU Kabupaten Kubu Raya, Heri Dermawan. 

Kemudian turut hadir GP Ansor se-Kabupaten Kubu Raya, MWCNU Sungai Raya, Muslimat NU, IPNU-IPPNU, dan juga para santri pondok pesantren dengan jumlah kurang lebih seribu santri. (Ibnu Nawawi)

Senin 22 Oktober 2018 23:15 WIB
HARI SANTRI 2018
Ini Tantangan Santri Zaman Now Menurut Bupati Bondowoso
Ini Tantangan Santri Zaman Now Menurut Bupati Bondowoso
Bondowoso, NU Online
Santri merupakan aset bangsa yang sangat dibutuhkan. Sebagai penerus bangsa yang berkualitas dan memiliki dedikasi tinggi, santri juga harus mampu menjawab tantangan global. Karenanya, yang juga dibutuhkan adalah kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Demikian disampaikan Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin saat menjadi  inspektur apel akbar dalam rangka Hari Santri 2018.  Kegiatan dipusatkan di Alun-alun Raden Bagus Asra (RBA), Kironggo Bondowoso Jawa Timur, Senin (22/10).

Dalam pandangannya, kalau dulu para santri dan ulama berjuang untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia, tantangan zaman now berbeda."Maka pada saat ini para santri harus berjuang keras untuk mengisi kemerdekaan dan melaksanakan pembangunan,"katanya.

Momentum hari santri perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang diisi dengan keagamaan. "Spirit nasionalisme bagian dari iman perlu terus digelorakan,” ungkapnya. Islam dan ajarannya tidak akan terlaksana dengan baik tanpa tanah air. Oleh karena itu, Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan, lanjutnya.

Turut hadir pada apel akbar tersebut, wakil bupati, H Irwan Bachtiar Rahmat, Ketua MUI KH Asy’asri Pasha, Forkopimda, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, camat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso, Banom dan lembaga NU, ratusan santri dari berbagai pondok pesantren serta sekolah. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)
Senin 22 Oktober 2018 21:30 WIB
Berorganisasi dapat Membuka Pola Pikir Mahasiswa
Berorganisasi dapat Membuka Pola Pikir Mahasiswa
Pontianak, NU Online
Kaderisasi bagi mahasiswa sebagai sebuah keniscayaan karena posisi strategis dan pentingnya sebagai agen perubahan. Mahasiswa juga diharapkan mampu melakukan inovasi dan kreativitas dalam melakukan perubahan positif. 

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Sri Purwati pada Masa Penerimaan Anggota Baru atau Mapaba Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Syekh Mahfud at-Tirmasi, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Komisariat IAIN Pontianak, Kalimantan Barat. 

“Mapaba merupakan agenda rutin dilakukan sebagai bentuk kaderisasi awal di PMII yang saat ini wajib dilaksanakan oleh pengurus,” katanya, Ahad (21/10). 

Menurut Ketua Rayon Syekh al-Tirmasi ini, Mapaba adalah sebuah proses kaderisasi pertama atau masa orientasi PMII kepada mahasiswa. “Hal tersebut sebagai langkah awal untuk masuk menjadi anggota organisasi mahasiswa ekstra kampus tersebut,” ungkapnya. 

Baginya, perubahan dapat diraih apabila mahasiswa mempunyai wadah untuk menyalurkan potensi diri, minat bakat dan sebagainya. “Wadah itu salah satunya adalah PMII,” ungkapnya. 

Karenanya, sangat penting bagi mahasiswa untuk dapat berorganisasi di luar kampus. “Selain untuk belajar, menggali potensi diri, menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Hal ini juga dapat memperluas jaringan dan sahabat,” imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak menyatakan bahwa PMII adalah organisasi kader yang berideologikan Ahlussunnah Wal Jamaah dan berasaskan Pancasila. “PMII adalah wadah yang tepat bagi mahasiswa untuk belajar tentang nilai keislaman dan kebangsaan serta PMII mampu mencegah paham radikal yang akan mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Rapublik Indonesia atau NKRI,” terang Tiara Sari. 

Dia juga melanjutkan, ciri khas PMII menanamkan nilai spiritual melalui aktivitas di dalamnya dan secara dialektis diharapkan mampu membentuk pola pikir. “Pola pikir itulah yang menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan tanggung jawabnya di dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa, bernegara dan beragama,” tegasnya. 

Sementara itu, Lutfi Hakim menyatakan bahwa Mapaba dan berorganisasi sangat penting. Berorganisasi penting, dan manfaatnya akan dirasakan ketika nanti dihadapkan realitas dan kehidupan di masyarakat. 

“Terus semangat dan terus gali potensi diri dalam organisasi yang dipilih karena manfaatnya begitu besar,” papar Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII IAIN Pontianak ini. 

Mapaba dilaksanakan di Madrasah Ibdtidaiyah Nahdlatul Ulama II di jalan Imam Bonjol, Gang Bansir II, Kota Pontianak. Dengan mengusung tema Ber-PMII secara Fleksibilitas dalam Menghadapi Globalisasi ala Santri.

Hadir pada kegiatan ini, IKA PMII IAIN Pontianak, Lutfi Hakim, Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak Tiara Sari dan Ketua Rayon Syekh Mahfud At-Tirmasi, Sri Purwati dan perwakilan rayon serta kader PMII se-IAIN Pontianak. 

Acara dibuka Lutfi Hakim perwakilan IKA PMII IAIN Pontianak. Dalam kegiatan itu setidaknya diikuti puluhan mahasiswa yang berasal dari tiga kampus di Kota Pontianak. (Nursyakirin/Ibnu Nawawi

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG