IMG-LOGO
Nasional

Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba? Ini Penjelasan Quraish Shihab

Senin 22 Oktober 2018 23:59 WIB
Bagikan:
Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba? Ini Penjelasan Quraish Shihab
Jakarta, NU Online
Pakar tafsir Prof Quraish Shihab menjelaskan, Al-Qur’an tidak hanya menjelaskan tentang kejadian manusia, tapi juga menceritakan makhluk lain sebelum terciptanya Nabi Adam as. Namun demikian, tidak ada penjelasan detil tentang makhluk apa yang ada sebelum Adam.

“Boleh jadi makhluk lain itu manusia purba,” kata Prof Quraish dalam sebuah video yang diunggah akun Najwa Shihab di YouTube, Senin (22/10).

Prof Quraish menuturkan, Al-Qur’an menceritakan bahwa penciptaan Nabi Adam melalui beberapa tahap; diciptakan dari tanah, ada proses, dan dihembuskan ruh ke dalamnya hingga ia menjadi manusia. Namun Al-Qur’an hanya menjelaskan tentang manusia yang diciptakan dari tanah dan ditiupkan ruh, tidak menceritakan tentang proses yang terjadi di tengah-tengahnya. 

“Kalau bisa saya beri gambaran begini, kita punya alfabet A hingga Z. Saya sebut mulanya A, akhirannya Z. Ada ndak antara A dan Z? Banyak. Al-Qur’an hanya menceritakan A dari tanah dan menceritakan Z dihembuskan ruh,” jelas penulis kitab Tafsir Al-Misbah ini.

“Jadi boleh jadi ada proses di sini (antara diciptakan dari tanah dan dihembuskan ruh). Al-Qur’an tidak menjelaskan ini,” tambahnya.

Bagi Prof Quraish, proses antara ‘diciptakan dari tanah’ dan ‘dihembuskan ruh’ adalah bagian dari ilmu dan Islam tidak membahas tentang hal itu. Kalau seandainya ada yang menganggap benar Teori Darwin ‘manusia berasal dari kera’, maka Prof Quraish berharap hal itu tidak disangkut pautkan dengan Islam. Mengapa? Karena hal itu adalah bidang ilmu dan Al-Qur’an memang tidak menceritakannya. 

“Itu bidang ilmu. Kalau ilmu bisa membuktikannya, maka dia tidak bertentangan dengan Al-Qur’an karena Al-Qur’an hanya berkata ‘dari tanah’dan akhirnya ditiupkan ruh,” katanya.

“Jadi tolak lah dia atas nama ilmu atau terima atas nama ilmu. Jangan libatkan Islam Al-Qur’an di sini,” tegasnya.

Ia menambahkan, ada banyak ulama Islam yang percaya dan membenarkan bahwa ada proses dari kejadian manusia. Salah satunya Ibnu Khaldun. Menurut Prof Quraish, Ibnu Khaldun berpandangan bahwa ada proses dari kejadian manusia hingga mencapai ‘alamul qiradah (alam kera). 

“Tapi dia tidak atas namakan Al-Qur’an. Dia atas namakan penelitian,” ucapnya.

“Kita tidak wajar menolak Teori Darwin atas nama Al-Qur’an, tapi silahkan tolak atas nama ilmu pengetahuan. Jangan juga menerimanya atas nama Al-Qur’an, silahkan terima atas dasar ilmu pengetahuan,” tutupnya. (Muchlishon)
Bagikan:
Senin 22 Oktober 2018 22:0 WIB
Kata Mahfudh MD di Hari Santri 2018
Kata Mahfudh MD di Hari Santri 2018
Jakarta, NU Online
Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013, Mahfud MD, tidak ketinggalan mengucapkan ‘Selamat Hari Santri’ kepada seluruh santri di seluruh Indonesia.

“Selamat Hari Santri,” kata Mahfudh MD di akun Instagramnya, Senin (22/10).   

Di Hari Santri, Mahfudh mengingatkan bahwa santri memiliki peran yang tidak bisa dianggap remeh terhadap negeri ini, mulai dari merebut kemerdekaan hingga merumuskan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Peran para santri, tak terbantah, telah memberi bobot bagi perumusan cita negara dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Menurut Mahfudh, peran dan kiprah santri untuk Indonesia tidak hanya berupa pikiran dan gagasan, tapi juga perjuangan fisik.  

“Peran santri bukan hanya meramu ide bagi sosok Indonesia tapi juga berjuang dan berkorban secara fisik untuknya,” papar Mahfudh. 

Perlu diketahui, pada 2015 lalu Presiden RI Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Sejak saat itu, setiap bulan Oktober insan santri –baik pesantren, ormas Islam, Kementerian Agama, ataupun pemerintah kabupaten/kota- di Indonesia memperingatinya dengan berbagai macam perayaan seperti lomba-lomba, hataman Al-Qur’an, pembacaan shalawat nariyah, apel akbar, dan lainnya. (Muchlishon)
Senin 22 Oktober 2018 21:5 WIB
HARI SANTRI 2018
PBNU: Banyaknya Peserta Perayaan Hari Santri, Bukti Kecintaan pada Negeri
PBNU: Banyaknya Peserta Perayaan Hari Santri, Bukti Kecintaan pada Negeri
Tasikmalaya, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengomentari tentang membludaknya peserta upacara peringatan Hari Santri 2018 di Tasikmalaya, Senin (22/10).

Menurut Kiai Said, antusiasme masyarakat yang mengikuti upacara ini merupakan bukti bahwa kiai dan santri berperan aktif dalam menjaga Indonesia.

"Peringatan ini bukti bahwa kiai dan santri sangat besar artinya dalam perjuangan Indonesia. Dulu, sekarang dan seterusnya," kata Kiai Said kepada NU Online, Senin (22/10).

Menurut kiai kelahiran Kempek Cirebon, Jawa Barat ini, peringatan hari santri merupakan syiar para santri dalam merayakan hari yang sama-sama menjadi kebanggaan.

Peringatan ini baru berjalan tiga tahun sejak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengeluarkan Kepres nomor 22 tahun 2015. Walaupun usia Kepres masih muda, Kiai Said mengaku akan mendorong kepada pemerintah agar juga memperhatikan kesejahteraan santri.

"Iya, PBNU akan mendorong. Insyaallah setiap tahun ada kemajuan," ucap kiai alumnus Universitas Ummul Quro Mekkah, Arab Saudi itu.

Seperti diketahui, pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Dadaha Tasikmalaya, Jawa Barat diikuti puluhan ribu orang. Mereka datang dari berbagai daerah dan pesantren di Jawa Barat. (Husni Sahal/Ahmad Rozali)

Senin 22 Oktober 2018 20:30 WIB
HARI SANTRI 2018
NU Bondowoso Meriahkan Hari Santri dengan Lomba Toilet Bersih
NU Bondowoso Meriahkan Hari Santri dengan Lomba Toilet Bersih
Bondowoso, NU Online
Memeriahkan rangkaian kegiatan Hari Santri 2018, Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mengadakan lomba toilet bersih antarpesantren.

Ketua PC LKNU Bondowoso, H Untung Khuzaeri mengatakan panitia bersama hari santri mendorong panitia untuk bisa melaksanakan instruksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Bahwasannya ada beberapa item penilain  dari instruksi PBNU tersebut yaitu di antaranya adalah lomba toilet bersih dan sanitasi sehat," kata Untung, Senin (22/10).

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Hari Santri ini saat ditemui NU Online seusai melaksanakan Apel Santri Nasional 2018 di alun-alun Raden Bagus Asra Kironggo, Bondowoso.

“Untuk mendorong terlaksananya kegiatan ini, kami membentuk panitia bersama yang terdiri dari lembaga dan Banom yang ada di NU Bondowoso,” jelasnya.

Sekedar diketahui, penilaian lomba ini dimulai 5 Oktober selama hampir sepuluh hari. “Seluruh panitia itu membetuk sepuluh tim yang terbentuk untuk bergerak ke seluruh penjuru pondok pesantren yang ada di Bondowoso,” ungkapnya.

Ada sekitar 150 pondok pesantren yang mengikuti lomba ini. “Dan alhamdulillah pada hari ini yakni 22 Oktober sudah diumumkan pemenang lomba di antaranya lomba toilet bersih, pengelolaan toilet bersih, hingga sarana dan prasarana toilet bersih," urainya.

"Di samping itu juga ada lomba sanitasi sehat, pengelolaan atau menejemen sanitasi sehat dan yang terakhir adalah lomba sarana dan prasara menuju sanitasi sehat yang ada pondok pesantren se-Bondowoso," imbuhnya.

Untung berharap kegiatan ini bukan hanya terputus pada hari santri, tetapi bisa dilaksanakan pada kegiatan yang berkenaan dengan hari besar keagamaan nasional. “Dan kami pun secara pribadi juga mengedukasi kepada seluruh pesantren untuk memperhatikan kebersihan toilet dan juga menuju sanitasi sehat,” tandasnya.

Adapun daftar hasil pemenang lomba toilet bersih dan sanitasi sehat dalam rangka Hari Santri 2018 di antaranya, lomba toilet bersih juara pertama diraih Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Padasan, Pujer. Juara kedua Pondok Pelajar Islam Nurul Burhan yang beralamat di Khairul Anwar, dan juara ketiga Pondok Pesantren  Nurul Huda, Suger Lor, Maesan. 

Untuk lomba pengelolaan toilet bersih pemenangnya adalah Pondok Pesantren Nurul Ulum,  Tegal Asri, Tapen, juara kedua Pondok Pesantren Nurul Amin di Pecalongan, Sukosari dan ketiga Pondok Pesantren Raudlatul Hasan, Pakuwesi, Curahdami.

Sedangkan pemenang lomba sarana dan prasarana toilet bersih yakni Pondok Pelajar Islam Nurul Burhan di Khairul Anwar, juara kedua Pondok Pesantren  Nurul Falah, Pancur, Lumutan, Botolinggo. Sedangkan juara ketiga Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Padasan, Pujer.

Pemenang lomba sanitasi sehat, Pondok Pesantren Raudhatul Falah, Ramban Wetan, Cermee sebagai juara pertama. Juara kedua, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tansil Kulon, Tenggarang. Serta juara ketiga Pondok Pesantren Salafiyah As-Salam, Sumber Melati, Brambang, Tlogosari.

Kategori pengelolahan sanitasi sehat, juara pertama Pondok Pesantren Darul Falah, Ramban Kulon, Cermee. Juara kedua Pondok Pesantren Nurul Falah, Pancur, Lumutan, Botolinggo, serta juara ketiga Pondok Pesantren Nurut Tholabah, Bunder, Pancoran.

Sedangkan terakhir lomba sarana dan prasarana sanitasi sehat juara pertama Pondok Pesanten Asrama Kiai Syaiful Haq, Wringin , juara kedua Pondok Pesantren Darul Jannah, Gunung Anyar, Tapen serta juara ketiga Pondok Pesantren Darul Falah, Ramban Kulon, Cermee. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG