IMG-LOGO
Nasional

KH Ma'ruf Amin: Asian Games untuk Menjaga Ukhwah

Jumat 8 Juni 2018 22:50 WIB
Bagikan:
KH Ma'ruf Amin: Asian Games untuk Menjaga Ukhwah
Menpora Imam Nahrawi dan KH Ma'ruf Amin
Jakarta, NU Online
Menpora Imam Nahrawi bersama Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Niam dan Sesdep Deputi Pemberdayaan  Pemuda Esa Sukmawijaya, Jumat (8/6) sore berkunjung ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menpora dan rombongan diterima langsung Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin.

Kehadiran Menpora selain untuk bersilaturahmi juga ingin meminta doa dan dukungan terkait penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

"Saya memohon dukungan dan doa untuk sukses Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Kita ingin momentum  keagamaan baik itu khotbah Idul Fitri atau khotbah sholat untuk menyisipkan doa bagi  sukses penyelenggaraan, prestasi dan administrasi. Pada khotbah Idul Fitri ini saya berharap para khotib membawa materi Asian Games dan Asian Para Games," ujarnya.

Pada pertemuan tersebut Menpora juga mengatakan para atlet saat ini tengah berlatih keras agar bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk bangsa ini. "Apalagi sekarang ini para atlet  Asian Games tidak ada yang pulang kampung karena tekad mereka sudah bulat yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi," jelas Menpora.

KH Ma'ruf Amin mendukung langkah Menpora untuk menyukseskan Asian Games dengan melibatkan langsung masyarakat. "Bahwa Asian Games harus didukung oleh masyarakat karena Asian Games bagian dari program nasional. Selain itu, Asian Games juga untuk membangun persaudaraan di kalangan negara Asia," ujarnya. 

Lebih lanjut, Kiai Ma'ruf menyampaikan bahwa kita membangun keutuhan bangsa melalui Ukhuwah Islamiyah dan kalau kita berhasil menjaga keutuhan bangsa ini.  "Maka kita melakukan Ukhuwah Insamiah pada sesama negara Asia. Dan, event ini menjadi sangat penting untuk menjaga keutuhan tersebut," lanjutnya. 

"Penyelenggaran Asian Games akan membawa nama baik bangsa Indonesia. Makanya Asian Games harus berjalan  dengan lancar dan baik. Karenanya kita sebagai warga negara Indonesia yang baik   harus menjaga jalanya Asian  Games agar tidak terjadi terjadi tindakan terorisme," tambahnya. (Red-Zunus)
Bagikan:
Jumat 8 Juni 2018 21:45 WIB
Derita Yatim Duafa Derita Kita
Derita Yatim Duafa Derita Kita
Jakarta, NU Online
Derita anak yatim dan kaum duafa adalah derita kita. Apa yang dirasakan oleh para yatim dan duafa harus juga dirasakan oleh kita sebagai sesama warga bangsa dan umat Muslim.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N), Choirul Sholeh Rasyid kepada NU Online di Masjid Annahdlah Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (8/6).

Atas dasar itu P2N memberikan santunan kepada duafa dan yatim. Terlebih bulan Ramadhan adalah bulan yang ketika beribadah akan dilipatgandakan pahalanya. Di dalam bulan Ramadhan juga ada peringatan Nuzulul Qur'an. 

"Kami berharap doanya yatim piatu agar para pengusaha dan profesional Nahdliyin diberikan kelancaran, kemudahan dan barokah," tambah Choirul.

Sebanyak 500 yatim dan menerima manfaat dari agenda tersbeut. "Mereka ada yang dari Senen dan Kemayoran (Jakarta Pusat), Kelapa Gading (Jakarta Utara), lalu Depok, Pamulang, Cibubur dan sekitarnya," urai Choirul.

Bagi P2N kegiatan tersebut merupakan momentum dan bagian dari kepedulian kepada umat. "Di dunia bisnis sudah berjalan. Urusan agama, pendidikan, harus berjalan selain dunia usaha," tambahnya.

P2N  sendiri adalah wadah berkumpulnya para pengusaha dan profesional Nahdliyin. Perkumpulan tersebut dibentuk untuk membangun sinergitas antara para pengusaha dan profesional NU serta para pihak yang bisa bekerjasama. P2N telah berhimpun sejumlah pengusaha dan profesional di bidang kontruksi, finace, kontraktor, agribisnis, serta deputi dan dirjen di pemerintahan.

"Kita harus bersinergi. Dalam dunia usaha nggak bisa sendiri-sendiri tapi perlu dilakukan kolektif," tegasnya. (Kendi Setiawan)


Jumat 8 Juni 2018 20:30 WIB
Sinta Nuriyah: Umat Harus Bersatu Jaga Kerukunan
Sinta Nuriyah: Umat Harus Bersatu Jaga Kerukunan
Sidoarjo, NU Online
Kegiatan sahur bersama Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid kali dilaksanakan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Kelompok Sinar Mandiri KSM desa Janti Waru Sidoarjo, Jawa Timur. Dari kegiatan ini diharapkan dapat bertemu langsung dengan masyarakat. Sekaligus untuk menjalin persaudaraan antar suku bangsa, agama, bahasa dan adat istiadat yang beragam sebangsa dan setanah air.

Ny Hj Sinta Nuriyah tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya karena peminat sahur dan buka bersama tiap tahun ternyata membludak. “Dari awalnya hanya berjumlah 30 orang, kemudian menjadi seperti sekarang ini. Sehingga tidak bisa memenuhi keinginan semua masyarakat untuk sahur dan buka bersama,” katanya, Kamis (7/6). 

Ribuan umat Islam, Katolik, Kristen, Hindhu, Buddha dan Konghucu serta tokoh lintas agama ikut hadir. Hal itu terbukti ketika Sinta Nuriyah menyambangi warga Kota Semarang dengan menggelar acara sahur bersama di TPST Desa Janti. Tampak pula Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifudfin, Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan, FKUB Jawa Timur yang juga mewakili Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pdt Simon Filantropa dan tamu undangan lain. 

Menyinggung kejadian akhir-akhir ini di Indonesia, Sinta Nuriyah juga memberikan tanggapannya di mana fenomena yang banyak menebar kebencian, menebar hujatan, menebar kebohongan. Ditambah dengan kejadian bom bunuh diri. 

"Padahal semua agama, mengajarkan saling menghormati, menghargai, hidup berdampingan. Semua umat harus bersatu untuk menjaga kerukunan dan merawat perdamaian," ungkapnya. 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi, menurut dia, karena sekarang sudah mulai luntur orang beragama. Dan sudah kehilangan hati nurani, sebagaimana yang dulu telah diperjuangkan Abdurrahman Wahid (Gusdur), untuk merajut kerukunan di antara semua umat beragama untuk menciptakan perdamaian.

"Moga-moga ini jadi berkah untuk bangsa kita khususnya Sidoarjo yang telah terkena dampak radikalisasi, yaitu adanya bom di wilayah ini. Sehingga kehidupan damai dan sejahtera yang dicita-citakan almarhum Gus Dur sungguh banyak dirasakan banyak orang," demikian di antara sambutan H Nur Ahmad Syaifudfin, wakil bupati.

"Dengan semangat yang diemban Ibu Nyai Sinta, kita juga ingin berbagi dengan mereka kurang beruntung" Dodi Dyauddin (direktur NU Care LAZISNU Sidoarjo) mewakili Ketua PC LAZISNU Sidoarjo.

Selain tausiah kebangsaan, sahur juga diisi dengan santunan kepada yatim, fakir dan miskin di sekitar Desa Janti yang diberikan Pimpinan Cabang LAZISNU Sidoarjo dan INTI Jawa Timur.

Ramadhan tahun ini Ny Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid kembali melakukan sahur keliling ke pelbagai kota dan daerah di Indonesia. Mulai dari Semarang, Klaten, Surabaya, Gresik, Probolinggo, hingga ke Jambi dan sejumlah kota lain. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

Jumat 8 Juni 2018 20:0 WIB
Ribuan Pelajar MAN Bondowoso Sambut Kirap Koin NU
Ribuan Pelajar MAN Bondowoso Sambut Kirap Koin NU
Pelajar MAN Bondowoso sambut kirab Koin NU
Bondowoso, NU Online 
Dijadikan salah satu tempat titik kirab Koin NU, ribuan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri(MAN) Kabupaten Bondowoso sambut kedatangan replika kirap kotak infak (Koin) Nahdlatul Ulama (NU) di Mushalla MAN Bondowoso Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Jumat (8/6).

Kepala sekolah MAN Bondowoso H Ibrahim mengatakan, sekolah kami di beri kesempatan untuk dihadiri kirap koin NU dan ini suatu kebanggaan yang tidak ternilai.

"jika ini bisa di kabari dari awal kami lebih siap menyambut dari temen-temen LAZISNU, Namun Alhamdulillah ini bisa berjalan dengan lancar," jelasnya.

Untuk masalah infak atau sehari seribu itu, kami sudah terbiasa kami lakukan bersama guru dan siswa-siswa kami setiap hari dengan gerakan infak Disiplin dan Bersih (IDB) di sekolah kami. "Dan kami ucapkan terima kasih banyak sekolah kami bisa terlibat dalam kegiatan ini," ucapnya.

Sekretaris LAZISNU Kabupaten Bondowoso Mike Nurhidayah menjelaskan, pemberangkatan dimulai dari Pondok Pesantren Darul Falah Cerme yang di lepas langsung Ketua PCNU Bondowoso yaitu KH Abdul Qodir Syam.

"Kiai melepas kirab koin NU sekitar pukul 5 pagi," jelasnya kepada NU Online di sela-sela pengumpulan  koin di lokasi MAN Bondowoso.

Kirap ini terbagi menjadi dua tim, tim pertama langsung menuju ke pasar Cerme dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cerme kemudian beberapa MWCNU yang satu jalur, Prajekan, Wonosari kemudian kota lanjut ke Tamanan.

Sedangkan gelombang dua, kirab berjalan dari cermee menuju ke Pujer, lanjut ke MI/TK At -Taqwa Bondowoso dan bergerak ke MAN Bondowoso.

"Saat ini kami berada di MAN Bondowoso dan nanti kami langsung ke Maesan dan stanbay di sana," jelasnya. 

Ia berharap dengan kegiatan kirab koin nu ini yang masih berjalan ini semoga berjalan dengan lancar dan koin dapat terkumpul banyak untuk kemaslahatan masyarakat. (Ade Nurwahyudi/Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG