IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Menpora Sampaikan Ucapan Terima Kasih kepada Masyarakat Pelembang

Rabu 29 Agustus 2018 22:25 WIB
Bagikan:
Menpora Sampaikan Ucapan Terima Kasih kepada Masyarakat Pelembang
Palembang, NU Online
Menpora Imam Nahrawi menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya yang telah turut mensukseskan perhelatan akbar Asian Games ke-18 yang digelar di Jakarta dan Palembang tahun 2018.

Menpora sampaikan hal itu saat memberikan kuliah umum pada Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan Nusantara Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 2018 di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (29/8) sore.

"Terima kasih masyarakat Sumsel khususnya keluarga besar UIN Raden Fatah Palembang yang telah berpartisipasi dan mendukung sekaligus mendoakan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Jakarta dan Palembang," ucap Menpora.

Ia bersyukur hingga hari ke delapan penyelenggaraan Asian Games, pelaksanaannya berjalan lancar dan baik mulai dari pembukaan, pelaksanaan dan pertandingannya.

"Masyarakat Asia dan dunia bangga dengan Indonesia mereka yang awalnya berpersepsi bahwa Indonesia biasa ternyata Indonesia sangat luar biasa, pembukaan Asian Games nya juga sangat menggemparkan dunia," tutur Menpora.

Menpora memastikan keikutsertaan Indonesia di even dunia juga pasti Indonesia menjadi peserta yang baik terlebih jika Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah olimpiade maka akan disiapkan lebih baik lagi.

"Yang paling penting adalah prestasi olahraga dan raihan medali emasnya tahun ini adalah sejarah sejak Asian Games di laksanakan (Asian Games Incheon 4 emas di rangking 17 tapi per hari ini koleksi emas kita 28 medali emas dan dirangking ke-4," bangga Menpora.

"Ini adalah pembuktian jika ada yang menghina kita jadikan sebagai motivasi agar kita bisa melampuainya, saya doakan agar adik-adikku menjadi calon pemimpin masa depan, calon menteri- menteri, gubernur, DPR, bupati dan pemimpin dunia masa depan jangan tinggalkan doa dan ibadah tapi tetap junjung tinggi etika dan akhlakul karimah," tambahnya. (Red-Zunus)
Bagikan:
Rabu 29 Agustus 2018 23:0 WIB
Hingga 2018, Pemerintah Tarik 105.956 Pekerja Anak
Hingga 2018, Pemerintah Tarik 105.956 Pekerja Anak
Jakarta, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar bisa mengembangkan potensi diri dengan baik. Sebagai generasi penerus bangsa mereka harus diselamatkan dari pekerja anak, terutama dari jenis-jenis pekerjaan terburuk untuk anak.

"Negara harus menjamin pemenuhan hak-hak anak Indonesia agar ke depannya mereka bisa berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Menaker  Hanif saat menyampaikan orasi budaya pada acara Peluncuran Buku dan Film tentang Anak yang Dilacurkan, di Jakarta, Selasa (28/8).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (Samin), Menaker Hanif mengatakan penanganan isu pekerja anak bukan perkara yang mudah. Dibutuhkan sinergi lintas kemeterian/lembaga serta peran aktif masyarakat untuk menjawab tangangan penghapusan pekerja anak.

"Upaya penarikan pekerja anak membutuhkan peran seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia Bebas Pekerja Anak tahun 2022," kata Menteri Hanif.

Menaker menambahkan, sejak tahun 2008 Kemnaker telah menyelenggarakan Program Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Hrapan (PPA-PKH) untuk dikembalikan ke dunia pendidikan. Hingga tahun 2018, Pemerintah telah berhasil menarik pekerja anak sebanyak 105.956 pekerja anak.

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya menanggulangi masalah pekerja anak. Di antaranya program nasional Pengurangan Pekerja AnakDalam Rangka Mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) yang mengkhususkan pada  pengurangan  pekerja anak, terutama yang bekerja pada Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk  Anak(BPTA) dan pekerja anak yang putus sekolah dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).

Selain itu, untuk melindungi pekerja anak pemerintah juga telah meratifikasi Konvensi ILO No. 138 tentang Usia Minimum Untuk Diperbolehkan Bekerja dan Konvensi ILO No. 182 Tentang Larangan dan tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak. Pemerintah Indonesia juga telah memasukkan pengaturan terkait pekerja anak ke dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pemerintah juga terus mengupayakan melalui sosialisasi Road Map Menuju Indonesia Indonesia Bebas Pekerja Anak Tahun 2022, Bulan Bebas Pekerja Anak (1 Juni), Pencanangan kabupaten/kota Bebas Pekerja Anak di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Gianyar.          

Tak hanya itu, pemerintah pun telah melakukan pencanangan zona bebas pekerja anak di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Karawang International Industrial City (KIIC), Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC). (Red: Kendi Setiawan)

Rabu 29 Agustus 2018 21:42 WIB
Momen Emas Saat Jokowi-Prabowo Berpelukan
Momen Emas Saat Jokowi-Prabowo Berpelukan
Jakarta, NU Online
Ada yang menarik dalam pagelaran Asian Games hari ini, yakni saat Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto berpelukan bersama pesilat Hanifan Yudani Kusumah, usai Hanifan meraih medali emas pada laga final pencak silat Asian Games 2018.

Sontak saja penonton yang memadati ruangan Padepokan Pencak Silat TMII bersorak gembira atas kemesraan dua tokoh yang akan bersaing dalam Pilpres 2019 ini. Kemeriahan ini tak berhenti di ruang itu saja. Jagad dunia maya khususnya jaringan media sosial meluapkan kebahagiaan yang sama.

Ratusan akun di media sosial ramai mengunggah kalimat pujian atas kemenangan sekaligus bersatunya dua tokoh tersebut. Putri Gus Dur, Yenny Wahid misalnya. Melalui akun instagramnya @yennywahid, ia mengunggah foto pelukan itu dengan kalimat singkat "love this picture", Rabu (29/8). Sejumlah akun bahkan berharap fenomena keakraban dua tokoh ini berlanjut hingga Pilpres 2019.

Hanifan Yudani Kusumah berhasil menambah perolehan medali emas Indonesia setelah unggul atas pesilat Nguyen Thai Linh asal Vietnam di pertandingan kelas C (50-55). Usai pertandingan, Hanifan mengekspresikan kebahagiaannya dengan berlari mengelilingi arena pertandingan sambil mengibarkan bendera merah putih, sebelum bersimpuh melakukan sujud syukur. 

Hanifan lalu menghampiri area VIP tempat di mana Jokowi dan Prabowo menonton pertandingan. Usai bersalaman, Hanifan memeluk keduanya sekaligus dan membuat seisi ruangan bersorak haru.

Sejumlah tokoh yang hadir juga disalami oleh Hanifan seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri, Menteri PAN-RB Syafruddin, dan Menko PMK Puan Maharani.

Hingga berita ini ditulis, Indonesia berhasil mengumpulkan 30 emas, 22 perak, dan 35 perunggu. Perolehan tersebut dianggap sebagai kebangkitan olahraga karena jauh melewati torehan terbaik Indonesia sebelumnya, yakni pada Asian Games 1962. Ketika itu, Indonesia sebagai tuan rumah dan hanya berhasil mengumpulkan 51 medali: 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu. (Husni Sahal/Ahmad Rozali)
Rabu 29 Agustus 2018 19:0 WIB
Indonesia Optimis Raih 5 Emas pada ASC XII
Indonesia Optimis Raih 5 Emas pada ASC XII
Bangkok, NU Online
Indonesia optimis mendapatkan 15 emas pada kompetisi keahlian, ASEAN Skill Competition (ASC) ke-12. Indonesia mengirimkan dua peserta dan kejuruan pada 22 kejuruan dari total 26 kejuruan yang dikompetisikan di IMPACT, Thailand.

Pada gelaran ASC ke-11 di Malaysia Tahun 2016, Indonesia mendapatkan 13 emas, 2 perak, 7 perunggu dan 14 diploma. Dengan perolehan tersebut Indonesia menduduki peringkat ke-2 atau runner up.

“Tahun ini kita optimis mendapatkan 15 emas. Saingan terberat kita adalah Thailand selaku Tuan Rumah dan mereka juga sangat kompetitif di berbagai kejuruan,” kata Direktur Jenderal Binalattas, Bambang Satrio Lelono dalam keterangan tertulisnya di Bangkok, Thailand (28/8).

Menurut Dirjen Bambang, Indonesia langganan mendapatkan emas di kejuruan- kejuruan seperti: Cabinet making, fashion technology, Graphic Design Technology, Bricklaying, dan Electronic.

“Kita sudah 4 kali mendapat emas berturut turut di kejuruan elektronika, pada ASC tahun 2010, 2012, 2014, 2016. Tahun ini kita optimis mendapatkan emas,” ujar Farid Rinanto, tenaga ahli di kejuruan elektronika.

Farid merupakan alumnus peserta pada ASC ke -9 tahun 2012 di Jakarta. Farid juga mendapatkan prestasi best nations, yaitu nilai tertinggi dari seluruh kejuruan yang diikuti oleh negara bersangkutan. Kini Farid bekerja sebagi instruktur elektronika di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain Farid, ada juga Tino Suhaebri, alumnus peserta ASC tahun 2008 yang mendapatkan perak dan peserta WSC tahun 2009. Tino juga merupakan salah satu tenaga ahli (expert)yang mendampingi tim kejuruan elektronika.

“Kompetisi keterampilan (kompetensi) ini merupakan peluang yang besar di level ASEAN, bahkan dunia. Namun disayangkan, para alumunus yang berprestasi ini kurang mendapat perhatian di tingkat nasional," ujar Tino.

Tino berharap para alumnus ASC khususnya yang mendapatkan medali, bisa diterima dengan mudah di dunia industri atau mendapatkan beasiswa pendidikan melalui jalur pemuda berprestasi.

Delegasi ASC ke-12 yang dikirim ke Bangkok ini telah dipersiapkan melalui beberapa tahap, yaitu proses Seleksi Daerah di seluruh provinsi untuk mendapatkan para calon peserta kompetisi yang terbaik. Selanjutnya para calon peserta kompetisi yang telah terpilih mewakili daerahnya diseleksi lagi melalui proses Seleksi Nasional pada tahun 2017. 

Dari Seleksi Nasional tersebut dipilih 3 orang calon peserta terbaik, yang kemudian menjalani Pemusatan Pelatihan  2 tahap. Tahap pertama selama 3 bulan  dan tahap kedua selama 7 bulan. Seleksi akhir menetapkan 2 calon peserta yang mewakili Indonesia pada ajang ASC ke-12 ini.

Selama berada di Pemusatan Pelatihan atau Training Center, para calon peserta dibawah pembinaan para tenaga ahli sesuai dengan Test Project yang akan dikompetisikan pada ASC ke-12, baik dalam hal teknis, non teknis dan dalam hal sikap  mental para calon kompetitor. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG