IMG-LOGO
Nasional

Rais Aam PBNU Instruksikan Nahdliyin Perbanyak Baca Al-Anfal 45-47

Jumat 26 Oktober 2018 22:33 WIB
Bagikan:
Rais Aam PBNU Instruksikan Nahdliyin Perbanyak Baca Al-Anfal 45-47
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar
Jakarta, NU Online 
Penjabat Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan warga NU untuk memperbanyak membaca surat Al-Anfal ayat 45 sampai 47. 

Berikut ini adalah surat dan ayat yang dimaksud:
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٤٥) وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (٤٦)وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ  (٤٧)

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas, instruksi ini adalah ijazah langsung dari Rais Aam PBNU yang telah boleh dan harus diamalkan Nahdliyin. 

“Dengan ikhlas hati, mohon tiga ayat itu dibacakan sebanyak-banyaknya dan semampu-mampunya,” imbau pengurus harian PBNU di bidang Hukum ini, Jakarta, Jumat (26/10)

Ia berharap dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, warga NU khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya, dilimpahi ketenangan lahir dan batin.

“Semoga negara kita tetap aman damai. Untuk aman dan damai ini seluruh elemen bangsa harus senantiasa menjauhi sikap permusuhan baik dalam ucapan maupun tindakan. Terutama di media sosial yang hari ini mudah sekali ada disinformasi, kabar simpang siur yang dalam waktu singkat menyebar luas,” jelasnya. 

Ia meminta kepada warga NU untuk bersikap bijaksana dalam menghadapi segala hal. Warga NU jangan mudah terprovokasi pihak-pihak yang ingin membuat suasana gaduh. 

“Saya yakin warga NU bisa menghadapi segala ujian. Perbanyak dzikir, mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana orang tua kita dahulu, warga NU hari ini pasti bisa melakukannya,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 26 Oktober 2018 23:45 WIB
NU PEDULI SULTENG
NU Mulai Bangun Huntara untuk Pengungsi Sulteng
NU Mulai Bangun Huntara untuk Pengungsi Sulteng
Pembangunan Huntara NU Peduli di Tavanjuka, Kota Palu
Palu, NU Online
Di akhir masa tanggap darurat setelah kejadian bencana gempa bumi, likuifasi dan tsunami di Sulawesi tengah, NU Peduli mulai membangun hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak.

Pengamatan NU Online Jumat, (26/10), pembangunan Huntara salah satunya dilakukan di pengungsian Tavanjuka, Kota Palu.

Proses pembangunan Huntara dilakukan olah anggota Banser dari beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Tengah telah tiba di Palu. Proses pendirian Huntara melibatkan warga setempat.

Aksi pendirian Huntara berlangsung setelah shalat Jumat pukul 14.00 WITA. Adapun Huntara ini diberikan kepada Hj Rosna, salah satu warga terdampak bencana.

Perempuan 70 tahun ini merupakan warga korban bencana gempa dari Perumnas Balaroa. Ia pun mengungkapkan rasa senang atas bantuan NU Peduli.

"Saya sangat senang sekali berkat Banser dan NU Peduli saya dapat tempat petistirahatan (rumah). Terima kasih untuk Banser dan NU Peduli," ucap Hj Rosna.

Wakil Ketua NU Care-LAZISNU, M Wahib Emha mengatakan NU Peduli menargetkan pembangunan hunian 400 unit Huntara untuk para pengungsi. Lokasi pendirian Huntara tersebar di Sigi, Donggala dan Kota Palu. (Kendi Setiawan)
Jumat 26 Oktober 2018 23:3 WIB
Tokoh-tokoh Islam Sepakat Insiden Garut Diserahkan ke Polisi
Tokoh-tokoh Islam Sepakat Insiden Garut Diserahkan ke Polisi
Tokoh-tokoh umat Islam bertemu di kediaman Wapres
Jakarta, NU Online 
Sejumlah tokoh umat Islam bertemu di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Jakarta, Jumat (26/10). Pada pertemuan itu mereka membahas dan yang menyikapi kasus pembakaran bendera di Alun-alun Limbangan, Garut, Jawa Barat, Senin (22/10). 

Hadir antara lain Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma’ruf AMin, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasarudin Umar, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Din Syamsuddin, Ketua Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Azyumardi Azra, serta tokoh-tokoh lain. 

Hasil diskusi forum menyesalkan kasus itu, baik yang membawa bendera maupun yang membakar keduanya telah membuat kesalahan dan menciptakan kegaduhan sosial. 

Para tokoh umat Islam sepakat untuk meredam kegaduhan ini, mengingat mereka juga telah meminta maaf. Adapun kasus hukumnya diserahkan kepada penegak hukum (polisi). Semua pimpinan ormas sepakat mempererat silaturahim untuk menjaga persatuan dan kedamaian. 

Sebagaimana diketahui, polisi telah menangkap pelaku pembakaran dan pembawa bendera pada insiden di Alun-alun Limbangan. Menurut pemeriksaan polisi, pelaku pembawa bendera mengakui bahwa benderanya adalah bendera ormas yang telah dilarang pemerintah, yaitu HTI. (Abdullah Alawi)

Jumat 26 Oktober 2018 22:30 WIB
Kiai Said Ajak Warga NU Cerdas dan Berakhlak
Kiai Said Ajak Warga NU Cerdas dan Berakhlak
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj
Pekalongan, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak warga NU di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah untuk menjadi masyarakat yang cerdas dan berakhlak. 

Ajakan itu disampaikan Kiai Said dalam acara pengajian akbar dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan periode 2018-2023 di Gedung PCNU setempat, Kamis (25/10) malam.

"Siap menjadi masyarakat yang keren, siap menjadi masyarakat yang canggih, siap menjadi masyarakat yang cerdas, dan apakah panjenengan semua siap menjadi masyarakat yang memiliki akhlakul karimah," ajak Kiai Said.  

Dikatakan, di dunia ini metode berpikir dalam memahami Islam yang paling canggih adalah metodenya Imam Syafii yang tertuang dalam karya yaitu kitab Ar-Risalah. Ringkasan isi dalam kitab tersebut adalah merupakan metode berpikir atau manhajul fikr dalam memahami Islam.

Pertama adalah tahu dan mengerti betul Al-Qur'an, memahami secara menyeluruh tentang Hadits. Kemudian penggunaan akal secara berjamaah dari para ulama, metode itu disebut ijma' atau konsensus. Selanjutnya adalah qiyas atau analogi. Menurutnya, metode tersebut yang paling benar dalam memahami Islam. 

"Kita semua yang mengikuti Imam Syafii harus menjadi masyarakat yang keren, cerdas, canggih dan berakhlak. Sebab Imam Syafii merupakan sosok ulama yang memiliki kecerdasan di atas rata rata manusia. Itu juga diakui oleh para intelektual penulis buku baik dari kalangan muslim maupun orientalis," jelas dia.

Pada kesempatan itu, ia mengajak masyarakat nahdliyin di Kota Santri untuk peduli terhadap saudara yang ada di Palu dan Lombok yang saat ini sedang terkena musibah gempa. Kepedulian itu bisa melalui LAZISNU atau lewat lainnya. "PBNU sendiri sudah membantu untuk Lombok sebesar Rp8 miliar. Untuk Palu kami berencana menyumbang Rp18 miliar," katanya.

Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH Muslikh Khudhori usai dilantik meminta doa kepada masyarakat nahdliyin Kota Santri agar pengurus periode 2018-2023 bisa bekerja dengan lebih baik. 

"Saat ini PCNU Kabupaten Pekalongan sudah memiliki perguruan tinggi yaitu Politeknik Pusmanu. Harapannya politeknik ini ke depan bisa menjadi Institut Teknik Nahdlatul Ulama," ujarnya di hadapan ribuan nahdliyin yang hadir.

Dijelaskan, pengelolaan Politeknik Pusmanu merupakan alih kelola dari Politeknik Pusmanu yang sebelumnya bermarkas di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekalongan sudah mendapat pengesahan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). (Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG