IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Jaga Kondusif, Banser Wonosobo Gelar Istighotsah

Sabtu 27 Oktober 2018 11:0 WIB
Bagikan:
Jaga Kondusif, Banser Wonosobo Gelar Istighotsah
Banser Wonosobo Jateng gelar istighotsah
Wonosobo, NU Online
Menyikapi pembakaran bendera HTI di Garut dan beredarnya kabar aksi bela tauhid di tiap daerah yang akan dilakukan oleh kelompok yang kontra atas kejadian di Garut tersebut, Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menggelar Apel dan Istighotsah bersama yang dilaksanakan di Alun-alun Wonosobo, Jumat (26/10). 

Dalam istighotsah yang berlangsung secara khidmat, Banser Wonosobo memberi dukungan atas pembakaran bendera HTI yang terjadi di Garut. Karena menurut Banser Wonosobo bahwa yang dibakar bukanlah kalimat tauhid melainkan bendera HTI.

Banser Wonosobo juga memberi dukungan kepada pemerintah Indonesia untuk menegakkan hukum yang berlaku sesuai dengan undang-undang Dasar 1945.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Wonosobo M Kurnianto meminta agar anggota Banser di Wonosobo tetap tenang. 

"Karena saat ini apapun yang dilakukan Banser akan salah di mata mereka. Banser Wonosobo harus tetap tenang jangan mudah  terpancing," ujarnya. 

Selaras dengan M Kurnianto, Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Gus Iwan Cahyono juga menghimbau agar Banser yang ada di Kabupaten Wonosobo tetap tenang dan satu komando.

"Sudah seharusnya ada organisasi di luar Ansor, Banser, dan NU yang  menjaga marwah NU yaitu  Patriot Garuda Nusantara (PGN)," papar Gus Iwan.

Selain itu Gus Iwan juga menyampaikan apabila Banser menemukan gerakan-gerakan HTI di Wonosobo, agar supaya menyerahkan kasus tersebut kepada rekan-rekan PGN untuk mengamankannya dan meminta agar Banser NU untuk sementara menahan diri dan mendukungnya saja. (Mamak/Nahru/Muiz)


Bagikan:
Sabtu 27 Oktober 2018 23:45 WIB
Sikapi Peristiwa Garut, PCNU Probolinggo Imbau Nahdliyin Tidak Terprovokasi
Sikapi Peristiwa Garut, PCNU Probolinggo Imbau Nahdliyin Tidak Terprovokasi
PCNU Probolinggo gelar kajian masalah kasus Garut
Probolinggo, NU Online
Menyikapi aksi pembakaran atribut atau bendera HTI oleh oknum Banser di Garut Jawa Barat pada peringatan Hari Santri pada 22 Oktober lalu, PCNU Kabupaten Probolinggo akhirnya mengambil sikap.

Upaya ini dilakukan setelah melakukan kajian fiqih bersama para ulama, pengurus Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) dan pengasuh pesantren di wilayah PCNU Kabupaten Probolinggo, Jumat (26/10) sore.

"Sesuai hasil kajian fiqih bersama, kami mengajak kepada seluruh warga NU di wilayah Kabupaten Probolinggo agar tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut dan hal yang ditimbulkannya," kata Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah.

Menurut Kiai Abdul Hadi, bendera yang dibakar oleh anggota Banser Garut benar-benar bendera HTI berdasarkan rilis resmi Polda Jabar dan Mabes Polri serta pengakuan tersangka pembawa dan pengibar bendera berinisial U.

"HTI adalah organisasi yang resmi dilarang di Indonesia sehingga segala bentuk atribut yang berkenaan dengan HTI adalah haram dibumikan di bumi nusantara dan termasuk hal yang hina," jelasnya.

Kiai Abdul Hadi menegaskan bahwa menulis atau meletakkan kalimat tauhid (kalimat yang agung dalam Islam) di sesuatu yang hina seperti di bendera HTI maka haram hukumnya.

"Membakar bendera HTI guna untuk menjaga keagungan dan kemulian kalimat tauhid adalah boleh dan bahkan wajib jika pembakaran tersebut satu-satunya cara untuk menghilangkan dan menyelamatkan keagungan kalimat tauhid tersebut dari kehinaan," tegasnya.

Kepada seluruh warga NU Kiai Abdul Hadi mengimbau jika masih mendapati bendera yang diduga bendera HTI untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib. "Kami imbau tidak bertindak sendiri dalam menentukan sikap," pungkasnya.

Kiai Abdul Hadi menambahkan pernyataan sikap ini didasarkan beberapa referensi meliputi Tanbihat al-wajibat karya Hadratussyekh Hasyim Asy'ari, Al-hawi lil fatawi juz 1 halaman 144, Asna al-Mathalib juz 1 halaman 355, Al Syarwani juz 1 halaman155 dan I'anatu al-Thalibin juz 1 halaman 84-85. 

Selain Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah, kegiatan ini juga dihadiri oleh Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri serta segenap pengurus LBMNU dan para alim ulama di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Muiz)
Sabtu 27 Oktober 2018 23:38 WIB
Banser Aceh Besar Menang Telak atas Somada
Banser Aceh Besar Menang Telak atas Somada
Tim futsal Aceh Besar
Aceh Besar, NU Online
Bariasan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Aceh Besar menang telak melawan Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Besar (Somada) dalam Turnamen Futsal Jambore Pemuda Aceh Besar yang bergulir pada Sabtu, (27/10) sore hari di Kota Jantho.

Sebanyak 23 tim futsal se-Aceh besar dari berbagai unsur Organisasi kepemudaan (OKP)  mengikuti turnamen yang diselenggarakan di Lapangan Futsal Dinas Pemuda, Parawisata dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Banser vs Somada mendapat geliran terakhir untuk bermain pada hari pertama pelaksanaan turnamen Futsal Jambore Pemuda Aceh Besar, dan besok, Ahad (28/10) dilanjutkan pertandingan.

Manager Futsal Cup Banser Aceh Besar Muhajir menyampaikan di menit awal babak pertama pertandingan kedua tim saling menyerang. Banser berhasil menyarang bola di gol Somada. Kedudukan 1-0.

Menang 1-0, Banser tak mengendurkan serangan. Beberapa menit kemudian, Banser menambah skor. Hingga babak pertama usai, Banser mencetak 3 gol. Ternyata, Banser terus melipatkangandakan jumlah gol. Pada babak kedua, hingga akhir pertandingan Banser menundukkan lawannya dengan skor menjadi 8-0. 

Muhajir mengatakan, Banser Aceh Besar untuk pertama kalinya mengikuti turnamen. "Ini pengalaman pertama kami tampil mengikuti turnamen. Kekompakan tim luar biasa. Kemenangan ini karena semangat tim," ujarnya.

Tim Banser Aceh Besar diperkuat oleh Muallim Sani, Henin Pele, Reza, Muhajir, Muhammad, Maulana, dan Hisrah. Para pencetak gol adalah Henin Pele 4 gol, Muhajir 1 gol, Reza 2 gol dan Muhammad 1 gol. (Abdullah Alawi)

Sabtu 27 Oktober 2018 23:30 WIB
Akibat Konsumsi Hoaks, Etika Bermedsos Sudah Mulai Hilang
Akibat Konsumsi Hoaks, Etika Bermedsos Sudah Mulai Hilang
Pringsewu, NU Online
Pengaruh media sosial saat ini sangat besar dalam ikut mewarnai pola pikir masyarakat terkait berbagai macam fenomena yang terjadi. Arus informasi yang begitu cepat, tanpa batas waktu dan tempat, membuat masyarakat acap kali tidak selektif dalam memilah dan memilih berita yang beredar.

"Sebagian orang dengan gampangnya menelan mentah-mentah informasi yang pertama kali diterimanya dan ikut-ikutan menyebarkannya tanpa melihat apakah hal itu benar apa salah. Ini sering terjadi di media sosial," jelas Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir mengamati perilaku masyarakat dalam bermedia sosial, Sabtu (27/10).

Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini juga menyayangkan perilaku warganet yang saling serang dengan menyebar berita hoaks dan ujaran kebencian. Etika dalam bermuamalah dilupakan dan tidak lagi digunakan dengan semisal menyalah-nyalahkan orang yang berbeda pandangan tanpa pandang bulu. Bahkan terjadi anak muda yang belum paham agama menghardik seorang ulama yang terkenal kealimannya.

"Sopan santun di media sosial sudah mulai hilang. Substansi diskusi sebuah masalah di medoso sering ditinggalkan dan akhirnya terjebak kepada merasa paling benar, saling mengolok-olok dan menghukumi seseorang seolah-olah menjadi yang paling berhak menghakimi," ujarnya.

Hal ini lanjutnya diperburuk dengan kebiasaan memperkuat argumen masing-masing dengan membagikan informasi yang berasal dari orang lain, dari sumber yang tidak jelas, selama informasi tersebut berpihak kepadanya.

"Jadinya saling serang dengan membagi berita, gambar-gambar untuk mendukung argumentasi masing-masing tanpa disadari itu belum jelas kebenarannya," ujarnya.

Oleh karenanya, Kiai Munawir mengajak masyarakat khususnya yang sering terjebak dengan hal ini segera sadar.

"Teliti sebelum membagi. Saring sebelum sharing. Mari bermuamalah di media sosial secara santun. Ungkapkan argumen-argumen orisinil dan memiliki dasar kuat. Jangan mudah terprovokasi informasi yang saat ini banyak ditunggangi kepentingan," ajaknya.

Apalagi saat ini banyak akun medsos abal-abal yang dibuat orang tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba. Kelompok ini membawa misi mengambil keuntungan dari perpecahan khususnya di kalangan umat Islam.

"Apalagi permasalahan agama yang memang sangat sensitif dan mudah menjadi cara mengelabuhi orang. Mari renungkan pernyataan seorang Filsuf, jika ingin nenguasai orang bodoh, bungkuslah sesuatu yang batil dengan agama," ungkapnya.

Sementara Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, KH Hambali menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menahan diri dan tidak terburu-buru dalam menilai sebuah masalah. Ia mencontohkan kasus pembakaran bendera HTI di Garut yang saat ini sedang hangat dibicarakan.

"Jangan terpancing dengan informasi yang tidak jelas. Tahan diri untuk tidak membuat kegaduhan lain. Kita serahkan kepada pihak kepolisian. Biar mereka yang bekerja dan hasilnya kita jadikan pegangan," ajaknya saat menerima silaturahmi dari PC GP Ansor Pringsewu dikediamannya.

Ketua MUI Kabupaten Pringsewu ini mengajak semua elemen masyarakat untuk mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah dalam menyikapi hal ini. Ia juga mengajak kepada para tokoh khususnya tokoh agama untuk senantiasa memberikan kesejukan. Tidak malah mengeluarkan pernyataan yang dapat memunculkan permasalahan baru. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG