IMG-LOGO
Internasional

Turki dan Saudi ‘Rebutan’ Mengadili Tersangka Pembunuhan Jamal Khashoggi


Ahad 28 Oktober 2018 02:00 WIB
Bagikan:
Turki dan Saudi ‘Rebutan’ Mengadili Tersangka Pembunuhan Jamal Khashoggi
Foto: Jamali/AP
Ankara, NU Online
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Arab Saudi agar mengungkap siapa sebetulnya ‘dalang’ di balik pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Selain itu, Erdogan juga menyerukan agar Saudi mengekstradisi para tersangka dalam pembunuhan Jamal ke Turki. Menurutnya, para tersangka tersebut harus dihukum atas tidak kriminal yang terjadi di Turki.

“Insiden ini terjadi di Istanbul. Jadi, serahkan mereka (para tersangka) kepada kami dan biarkan kami mengadili mereka," tegas Erdogan, dikutip laman Reuters, Sabtu (27/10).

Terkait dengan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, otoritas Saudi menahan 18 orang tersangka. Beberapa diantaranya memiliki hubungan dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Atas insiden itu, Saudi juga memecat lima pejabat senior pemerintahan.

“Saya juga memberitahu Putra Mahkota (Arab Saudi, Muhammad bin Salman). Saya katakan, 'Anda tahu bagaimana membuat orang-orang bicara. Apapun yang terjadi antara 18 orang ini, persoalan tidak jujur ini ada di antara mereka. Jika Anda bertekad untuk menghilangkan kecurigaan, maka poin penting dalam kerja sama kita adalah 18 orang ini,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan Erdogan tersebut, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir menegaskan kalau para tersangka pembunuhan Jamal Khashoggi akan diadili di Saudi. 

“Untuk isu ekstradisi, para individu-individu ini merupakan warga negara Saudi. Mereka ditahan di Arab Saudi dan penyelidikannya di Arab Saudi dan mereka akan diadili di Arab Saudi," tegas Al-Jubeir, dilansir AFP, Sabtu (27/10).

Al-Jubeir menambahkan, Saudi akan terus melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Ia juga menegaskan kalau pihak-pihak yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut akan diadili semua.

“Kita akan memberlakukan mekanisme untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” sambungnya.

Jamal Khashoggi (59), seorang jurnalis asal Arab Saudi, tiba-tiba saja menghilang ketika berkunjung ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki pada Selasa (2/10) lalu. Ia sengaja mendatangi kantor perwakilan Saudi di Turki tersebut untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan Hatice, tunangannya asal Turki. 

Jamal Khashoggi merupakan jurnalis yang banyak mengkritisi kebijakan Saudi, terutama dalam hal kebebasan berpendapat, hak asasi manusia di Saudi, dan keterlibatan Saudi pada Perang Yaman. (Red: Muchlishon)
Bagikan:
IMG
IMG