IMG-LOGO
Daerah

Unipdu Jombang Bekali UKM Hadapi Era Pemasaran 4.0

Selasa 30 Oktober 2018 18:0 WIB
Bagikan:
Unipdu Jombang Bekali UKM Hadapi Era Pemasaran 4.0
Jombang, NU Online
Kemajuan tekonologi diprediksi akan menjadi poin krusial bagi seluruh aktivitas manusia, termasuk bisnis. Karenanya, seluruh elemen masyarakat diharapkan turut menyambut tangantan ini dengan berbagai inovasi.

Karenanya, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang Jawa Timur menunjukkan keberadaannya dengan menggelar pengabdian masyarakat bertajuk Marketing 4.0 untuk Usaha Mikro Tas Tali Kur

Kegiatan diselenggarakan di Desa Mojongapit, Jombang dan merupakan bagian dari program kemitraan masyarakat yang terselenggara atas kerja sama Ristekdikti dan Unipdu Jombang. 
Kegiatan ini dimotori Abid Datul Mukhoyaroh dan Ririn Susilawati dari program studi Administrasi Bisnis Fakultas Bisnis dan Bahasa Unipdu. 

“Kegiatan yang kami berikan di antaranya pelatihan cara pemasaran melalui internet,” katanya, Selasa (30/10). Media yang digunakan adalah facebook (FB), instagram, whatsapp dan sejenisnya, lanjutnya.

Keberadaan media social tersebut dengan membuat market place untuk UKM tas tali kur. “Dan juga memberikan pelatihan pembuatan tas tali kur sebagai peningkatan kapasitas daya saing,” kat Abid, sapaan Abid Datul Mukhoyaroh.

“Respon ibu-ibu dalam pelatihan sungguh sangat bagus,” katanya. Hal tersebut dikutikan dengan semangat mereka dalam belajar yang cukup tinggi, lanjutnya.

Dengan pelatihan ini, peserta sudah tahu kalau ternyata bisa berjualan juga di internet. “Bukan hanya dari media FB, tapi melalui marketplace yang memiliki jangkauan sangat luas” kata Ririn.

Para peserta juga merasakan manfaat dari kemitraan ini. “Sungguh, kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Penjualan kami jadi meningkat,” kata Asmawati, salah seorang peserta.

Pengalam serupa disampaikan Rizki. “Saya juga mersakan hal yang sama, dulu sebulan hanya laku satu hingga tiga tas. Tapi sekarang sudah bisa laku tujuh sampai delapan tas dalan sebulan,” akunya.

Para peserta berharap pengabdian masyarakat yang diselenggarakan Unipdu membawa manfaat bagi kemajuan UKM tas tali kur. “Dan bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Pesatnya perkembangan teknologi lama kelamaan juga berimbas pada dunia pemasaran atau marketing. “Tren pemasaran menjadi beralih yang semula bersifat konvensional atau offline sekarang menjadi digital atau online yang dalam dunia pemasaran disebut dengan marketing 4.0,” kata Abdi. 

Pada marketing 4.0 ini lebih prospektif karena masyarakat bisa bertransaksi di manapun dan kapanpun secara online melalui genggaman tangan atau gawai atau koneksi internet yang lain. 

“Semua elemen bisnis harus tahu dan mengenal pemasaran berbasis internet atau marketing 4.0. Tak terkecuali UKM, UKM pun juga harus sedari dini melek pemasaran berbasis digital atau internet,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi
Tags:
Bagikan:
Selasa 30 Oktober 2018 23:0 WIB
Berbagai Kegiatan Semarakkan Konfercab IPNU-IPPNU Boyolali
Berbagai Kegiatan Semarakkan Konfercab IPNU-IPPNU Boyolali
Kegiatan talk show semarakkan konfecab IPNU-IPPNU Boyolali
Boyolali, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Boyolali Jawa Tengah menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU XI dan IPPNU X pada tanggal 27-29 Oktober 2018. 

Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Karya Nugraha Boyolali ada beberapa rangkaian kegiatan yang ikut menyemarakkanya seperti kirab Pelajar Nusantara, Makesta Akbar Komisariat, dan Talk Show Catatan Pena.

Talk show catatan pena menjadi keunikan tersendiri dalam rangkaian kegiatan Konfercab. Pasalnya, talk show ini hadir menyikapi fenomena kebangsaan yang timbul akhir-akhir ini.  Acara yang digelar Sabtu (27/9) malam, menghadirkan Ketua FKUB Boyolali, KH Habib Masturi dan Polres Boyolali yang diwakili oleh Kabag Ren,  Kompol Linda Dwi Purwani, sebagai pembicara. 

Talkshow dengan tema Yang Patah Tumbuh yang Hilang Berganti ini secara garis besar membahas tentang semangat kebangsaan yang sudah mulai pudar.

Ada 3 poin penting dalam talkshow ini, pertama meyakini bahwa perbedaan adalah sebuah anugerah untuk menguatkan persatuan. Karena itu, pelajar NU dituntut untuk lebih bisa menghargai perbedaan yang ada. 

“Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika, bukan satu khilafah islamiyah, sebagai pelajar NU kalian harus tetap junjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan” harap Kiai Habib Masturi kepada peserta.

Poin kedua, slogan NKRI Harga Mati harus dijunjung tinggi. Hal ini disebabkan mulai maraknya kampanye khilafah yang mulai timbul kembali. Tidak dipungkiri, pelajar merupakan target dari penyebaran faham tersebut. 

"Untuk itu, pelajar sebagai bagian dari masyarakat harus ikut menjunjung slogan NKRI harga mati sebagai ikhtiar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Poin ketiga, Pelajar NU sebagai The Guardian of Unity In Diversity. Sebagai Banom NU di ranah pelajar, IPNU-IPPNU senantiasa mengikuti jejak Nahdlatul Ulama. Ajaran islam ramah yang dimiliki NU harus diaplikasikan pula oleh para pelajar NU. 

"Untuk itulah, pelajar NU digadang-gadang akan menjadi penjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat," pungkas Kiai Habib.

Acara konfercab ditutup dengan pemilihan Ketua PC IPNU-IPPNU Boyolali 2018-2020. Hasilnya, terpilih Muhammad Luqman Al-Hakim sebagai Ketua PC IPNU Boyolali dan Adinda Izza Afkarina terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PC IPPNU Boyolali. (Magfur/Muiz)
Selasa 30 Oktober 2018 22:0 WIB
Santri Tak Hanya Bisa Ngaji, Juga Harus Mampu Menulis
Santri Tak Hanya Bisa Ngaji, Juga Harus Mampu Menulis
Majalengka, NU Online
Bulan Oktober yang diperingati sebagai bulan bahasa, menjadi motivasi bagi alumni Pesantren al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat menerbitkan buku. Buku dimaksud adalah berjudul Catatan Rindu untuk Pondok Pesantren al-Mizan. 

Dodi Jaya mengatakan peluncuran buku catatan rindu untuk memberi ruang kepada alumni tentang ingatan saat waktu mondok agar bisa dijadikan motivasi kepada santri yang sedang menimba ilmu di al-Mizan. 

"Karya buku ini dari awal untuk memberi ruang kepada semua alumni agar bisa memberikan sedikit motivasi kepada yang sedang menimba ilmu untuk tetap mencintai al-Mizan,” katanya, Selasa (30/10). Akan tetapi karena kesibukan masing-masing alummi, hanya beberapa dari mereka yang mengirimkan tulisan, lanjut Ketua Ikatan Alumni al-Mizan (Kalami) ini.

"Selain itu, momen di bulan bahasa memberikan pengertian bahwa santri bukan hanya ngaji, akan tetapi juga harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain," ungkapnya.

Salah satu penulis di buku ini, Wahyudin mengatakan hanya bisa memberikan catatan kecil kepada mereka yang mondok agar senantiasa manfaatkan waktu. "Jangan sampai tidak ngaji apalagi tidak bisa menulis," katanya.

"Saya berharap dengan menulis, adik-adik yang mondok agar senantiasa manfaatkan waktu yang ada. Jangan sampai waktu diisi yang tidak ada manfaatnya. Waktunya sekolah ya sekolah, begitu juga untuk ngaji jangan sampai ketinggalan," harapnya.

Sementara itu, pembina pondok pesantren al-Mizan merasa bangga akan kehadiran Kalami yang memberikan teladan. Diharapkan hadirnya buku tersebut bisa dijadikan motivasi untuk terus mengembangkan diri, tidak hanya mengaji tetapi dunia penulisan pun bisa berkembang. (Tata Irawan/Ibnu Nawawi)
Selasa 30 Oktober 2018 21:30 WIB
Pemkab Jember Beri Beasiswa Hafidz-Hafidzah
Pemkab Jember Beri Beasiswa Hafidz-Hafidzah

Jember, NU Online
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mendorong generasi muda untuk mencintai Al-Quran. Salah satu caranya adalah memberikan beasiwa bagi hafidz-hafidzah, baik di tingkat SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Anggaran  untuk beasiswa tersebut sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember tahun 2019, yang  baru didok bersama-sama oleh eksekutif dan legisltatif dalam rapat paripurna di gedung DPRD Jember, Senin (29/10).

Menurut Bupati Jember, Faida MMR, pemberian beasiswa itu dimaksudkan untuk memicu gairah pelajar dalam mamahami dan membaca Al-Quran, di samping sebagai penghargaan.

“Hafidz-hafidzah adalah asset bangsa. Siapapun mereka, minimal hafal satu juz, kita beri beasiswa dan asuransi kesehatan,” tukasnya kepada sejumlah wartawan usai rapat paripurna.

Di tempat terpisah, Wakil Bendahara PCNU Jember, Taufiq Hidayat menyambut baik program tersebut. Menurutnya, Jember yang mendeklarasikan diri sebagai kota relijius, memang seharusnya    memberikan insentif  bagi mereka yang mempunyai prestasi di bidang keagamaan, termasuk dalam menghafal Al-Quran. Semakin banyak remaja yang hafal Al-Quran,  Jember akan semakin baik, terutama dari sisi pembinaan moral.

“Apa susahnya menyisihkan sebagian kecil anggaran untuk penghafal Al-Quran, dan ini sangat positif,” tuturnya kepaa NU Online di Kantor PCNU Jember (Red: Aryudi AR).

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG