IMG-LOGO
Daerah

Jangan Pernah Takut dan Mengalah untuk Kebenaran

Rabu 31 Oktober 2018 16:0 WIB
Bagikan:
Jangan Pernah Takut dan Mengalah untuk Kebenaran
Salah seorang anggota Banser perempuan
Jombang, NU Online
Sikap Polri terhadap kasus pembakaran bendera HTI oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menuai sorotan. Pasalnya, tiga anggota Banser yang sebelumnya sudah dinyatakan tidak bersalah, kini dua di antara mereka menjadi tersangka.

Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang Ahmad Samsul Rijal menegaskan, dirinya akan mendukung seutuhnya terhadap pembelaan kasus tersebut. 

"Kita siap dukung sepenuhnya langkah-langkah pembelaaan terhadap dua anggota Banser," ungkapnya, Selasa (30/10).

Menurutnya, Banser harus tetap teguh pendirian atas sikap yang diyakini benar. Terlebih pihak kepolisian sebelumnya juga sudah menyatakan sikap bahwa anggota Banser tidak bersalah terkait kasus yang terjadi di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu itu.

"Jangan pernah takut dan mengalah untuk kebenaran dan kesetiaan," jelas Gus Rijal sapaan akrabnya.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, LBH Ansor siap melakukan pendampingan sesuai dengan perintah Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas. LBH telah menyiapkan pengacara untuk mendampingi kedua anggota Banser tersbut.

"Kami secara organisatoris sesuai perintah Ketua Umum GP Ansor untuk mendampingi sahabat-sahabat Banser. Kami LBH Ansor telah menyiapkan dari lawyer," ucapnya.

LBH Ansor sendiri belum menerima surat penetapan tersangka dari pihak penyidik. Namun, sambungnya, pihak dari Polda Jawa Barat dan LBH Ansor telah terjalin komunikasi tentang penetapan status tersebut.

"Kita sampai sekrang belum terima surat tersangka, tapi karena sudah ada statement dari Polda Jabar di bebrapa media dan sudah ada komunikasi antara pihak penyidik dan sahabat LBH Ansor yang intinya bahwa secara lisan sudah disampaikan tersangka pasal 174 KUHP," jelasnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Rabu 31 Oktober 2018 22:30 WIB
Tak Sekadar Gagas Program, LTN NU Jatim Diingatkan Jaga Prinsip
Tak Sekadar Gagas Program, LTN NU Jatim Diingatkan Jaga Prinsip
Surabaya, NU Online
Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur hari ini menyelenggarakan rapat kerja. Kegiatan yang berlangsung di kantor Pengurus Wilayah NU Jatim tersebut diikuti seluruh devisi dan pengurus harian.

“Ini sebagai rapat awal untuk menyamakan visi dan misi seluruh pengurus agar dalam menggagas program sesuai dengan yang diharapkan,” kata H Ahmad Najib, Rabu (31/10).

Ketua PW LTNNU Jatim ini mengemukakan bahwa ada sejumlah karakter yang harus dipegang teguh oleh pengurus dalam menyusun sejumlah program. “Semuanya terangkum dalam lima karakter program,” ungkapnya.

Yang harus selalu dijaga adalah idealisme. "Bahwa seluruh yang kita lakukan dalam program harus memastikan sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah," jelasnya. 

Demikian pula memastikan bahwa yang digagas dapat berkelanjutan . "Bukan setelah kegiatan selesai lantas bubar, namun bisa berlanjut," ungkap Gus Najib, sapaan akrabnya.

“Yang juga menjadi pembeda antara lembaga ini dengan yang lain adalah kreatifitas,” kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Pertimbangan selanjutnya adalah dampak atau ukuran tingkat pengaruh. "Baik pengaruh jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang," katanya.

Serta yang juga menjadi ukuran adalah realistis. "Bahwa pengurus hendaknya menyadari sejak awal kalau kita memiliki keterbatasan," Oleh karenanya, mengukur kapasitas dan kemampuan tersebut menjadi sebuah keniscayaan, lanjutnya.

Dalam pandangan Gus Najib, lima prinsip inilah yang harus selalu dijaga, sehingga kegiatan yang diselenggarakan PW LTNNU Jatim memiliki nilai lebih bila dibandingkan dengan lembaga yang lain.

Selama rapat kerja atau Raker, masing-masing devisi memberikan uraian terkait program yang akan dilakukan selama lima tahun mendatang. “Dari dinamika yang terjadi, ada sejumlah kegiatan yang ternyata dapat dikerja samakan antara devisi,” kata Ahmad Karomi.

Sekretaris PW LTNNU Jatim ini menyambut baik terkait kebersamaan tersebut dan berharap akan segera digelar kegiatan yang melibatkan sejumlah devisi. “Karena pada prinsipnya, memang ada yang harus dilakukan secara bersama,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini juga dihadiri H Hasan Ubaidillah dan M Syukron Dosy dari PWNU Jatim. Turut bergabung penasihat PW LTNNU Jatim, A Ma’ruf Asrori. (Ibnu Nawawi)

Rabu 31 Oktober 2018 22:15 WIB
Dari Klaten Sejuta Kalimat Tauhid untuk Indonesia
Dari Klaten Sejuta Kalimat Tauhid untuk Indonesia
Klaten, NU Online
Ketua PCNU Klaten, H Mujiburrahman mengajak warga NU untuk terus bersyukur. Ajakan ini disampaikannya pada gelaran 'Satu Juta Tauhid: Untuk NKRI, Pancasila, dan Tegaknya Islam Rahmatan lil 'Alamin' di Masjid Roudlotus Sholihin, Batur, Ceper, Klaten, Selasa (30/10) malam.

"Bersyukurlah kita yang menjadi bagian dari NU, yang terus setia mengawal NKRI yang berdasarkan Pancasila, yang taat menjalankan dhawuh (perintah) Rasullulah dan para kiai. Meskipun akhir-akhir ini NU terus di-bully," kata H Mujiburrahman.
 
Ia menyampaikan sejarah telah menjadi saksi dan mencatat NU tidak kaget karena telah terlalu sering mendapat cacian dan godaan, khususnya dalam konsistensinya mempertahankan Pancasila dan NKRI.

“Tetapi kita selalu kuat dan menang. Sebagai bukti, NU masih eksis sampai saat ini. Ini kewajiban kita untuk menjaga darul mitsaq. Negara kesepakatan antar pemeluk agama Islam  maupun agama yang lainnya. Dan itu implementasi dari Islam Rahmatan lil ‘Alamin," imbuhnya.

Sementara itu, Marzuki, ketua GP Ansor Kabupaten Klaten meminta dalam menyikapi kondisi saat ini yang sedang tidak menentu, PC GP Ansor Kabupaten Klaten diinstruksikan untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Bagi sebagian orang, kalimat tauhid ditulis pada benda-benda tertentu. Tetapi, bagi kami warga NU, kalimat tauhid dicamkan dalam hati dan diamalkan dalam perbuatan. Oleh karena itu, maka kami menginstruksikan kepada Banser-Ansor di mana pun untuk tidak mudah terprovokasi, tidak gampang terpancing dan tidak cepat marah," ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur'an. Peserta lalu menggemakan satu juta kalimat tauhid 'Laa ilaaha illallah melalui istighotsah, mujahadah, dzikir, tahlil serta shalawat. (Minardi/Kendi Setiawan)


Rabu 31 Oktober 2018 22:0 WIB
Peringati Hari Santri dan Haul Pesantren dengan Lailatul Qiraah
Peringati Hari Santri dan Haul Pesantren dengan Lailatul Qiraah
Blitar, NU Online
Lantunan kalam ilahi mulai dari qiraah sab'ah, asrah dan arba terus menerus bergema dari para qari dan qariah, Selasa (30/10). Mereka adalah santri yunior maupun senior di Pesantren Mambaussholihin, Sumber, Sanankulon, Blitar, Jawa Timur.

Sejak habis Isya hingga pukul 23.00 para qari terus malantunkan kalamullah dengan merdu dan syahdu. Ternyata kegiatan digelar lailatul qiraah yang diselenggarakan pengurus Jamiyatul Qura wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kabupaten Blitar.

"Lailatul qiraah ini sebenarnya acara rutin JQHNU Blitar tiap selapan," ujar Ustadz Taufiq salah seorang panitia dan pengurus JQHNU Blitar.

Menurutnya, kegiatan dilaksanakan setiap Sabtu malam Wage. “Namun karena rutinan bulan ini bersamaan dengan peringatan hari santri, maka waktunya diubah menjadi malam ini,” katanya.

Selain itu, lanjut Taufiq ada permintaan dari Pesantren Mambaussholihin agar kegiatan lailatul qiraah dilaksanakan pas pelaksanaan haul KH Misbahuddin Ahmad, selaku pendiri pesantren.

"Kami sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan pimpinan Ponpes KH Muhammad Amin dan mengundang JQHNU dalam rangka mengisi rentetan kegiatan haul ketiga pendiri Pesantren Mambausholihin, almaghfurlah KH Misbahuddin Ahmad," ungkap Taufiq.

Selama ini, kata Taufiq, kegiatan lailaul qiraah berlangsung dari masjid ke masjid di wilayah Blitar. Pengurus JQHNU berharap ke depannya bisa bertempat di lembaga lembaga lain. “Baik lembaga milik pemerintah maupun lainnya. Bisa di Polres, Kodim atau pendapa Kabupaten," harapnya. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG