IMG-LOGO
Daerah

Mahasiswa UIN Jakarta Deklarasi Menolak Politisasi Kalimat Tauhid

Kamis 1 November 2018 21:49 WIB
Bagikan:
Mahasiswa UIN Jakarta Deklarasi Menolak Politisasi Kalimat Tauhid
Tangerang Selatan, NU Online 
Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan sikap melalui Deklarasi Menolak Politisasi Kalimat Tauhid, Kamis (1/11). Deklarasi tersebut menyikapi isu yang belakangan terjadi, yaitu kalimat tauhid dipolitisasi untuk memuluskan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Deklarasi ini diikuti semua institusi Fakultas Ushuludin UIN Jakarta yakni Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir-Ilmu Hadis, HMJ Aqidah Filsafat-Ilmu Tasawwuf I dan DEMA Fakultas Ushuluddin.

Tepat pukul 16.00 dengan mengenakan pakaian batik, seluruh peserta mengelilingi gedung kampus UIN Jakarta dengan titik akhir di Fakultas Ushuluddin. Setelah itu dilanjutkan dengan orasi dari masing masing perwakilan lembaga mahasiswa terkait, dan diakhiri dengan dibacakan deklarasi. 

Berikut deklarasi Menolak Politisasi Kalimat Tauhid

1. Menolak kalimat tauhid untuk dijadikan alat kepentingan kelompok tertentu 

2. Menolak bendera yang bertuliskan kalimat tauhid dijadikan alat politik apa pun 
 
3. Mengutuk keras pemakaian kalimat tauhid di bendera organisasi yang dilarang negara 
 
4. Mengecam pihak pihak tertentu yang mempolitisasi kejadian pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid di Garut. 
 
5. Mendukung Ansor/Banser untuk terus menjaga keutuhan NKRI dari paham tertentu yang sifatnya sesat atau dilarang di indonesia

Khairul Umam sebagai perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Aqidah Filsafat Islam-Ilmu Tasawuf dalam orasinya menyampaikan, politik dan politisasi itu berbeda. Saat ini aksi-aksi yang mengaku membela kalimat tauhid itu cenderung untuk tujuan politik tertentu. 

“Dan apa yang telah dilakukan Banser itu merupakan pembakaran lambang simbol HTI bukan lambang tauhid. Dan saat ini kalimat tauhid pun dipolitisasi oleh oknum HTI yang ormas itu telah resmi dibubarkan di Indonesia," tegasnya.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuludin dan Kampus Umum (Komfuspertum) Nurul Chusna menyampaikan kekhawatirannya terhadap penyalahgunaan kalimat tauhid yang nyaris digunakan bukan pada tempatnya, yakni sebagai alat untuk memuluskan kepentingan kelompok tertentu.

Deklarasi para mahasiswa itu berakhir dengan damai dan ditutup pada pukul 18.00 WIB. (ZF/Abdullah Alawi)


Bagikan:
Kamis 1 November 2018 22:30 WIB
KH Cholil As’ad Hadiri Pengajian Akbar di Kubu Raya Kalbar
KH Cholil As’ad Hadiri Pengajian Akbar di Kubu Raya Kalbar
Kubu Raya, NU Online
Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan hari ulang tahun Desa Sungai Malaya menggelar pengajian akbar, Rabu (31/10) malam. Pengasuh Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, Jawa Timur yakni KHR Mohammad Cholil As’ad dihadirkan untuk menyampaikan ceramah agama.

Kegiatan pengajian dilaksanakan di depan halaman kantor desa Sungai Malaya, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

Seperti diketahui, KHR Mohammad Cholil As'ad Syamsul Arifin adalah putra pendiri Nahdlatul Ulama, KHR As’ad Syamsul Arifin.

Dalam ceramahnya, KHR Mohammad Cholil As'ad berharap pengajian dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Juga cinta kepada baginda Nabi dengan memperbanyak membaca shalawat,” katanya. 

Kiai Cholil mengingatkan jamaah yang hadir untuk menjadikan shalawat sebagai pendamping dalam setiap kegiatan harian. “Setiap langkah kita sehari-hari beraktifitas hendaknya membaca shalawat,” ungkapnya. 

Dirinya menyampaikan bahwa antara lain yang dapat memperlancar hajat adalah dengan bermunajat kepada Allah. “Juga diimbangi dengan membaca shalawat nariyah sebanyak-banyaknya,” jelasnya.

Habib Fahmi al-Mumtahar selaku penceramah pertama  berharap kegiatan mampu mendekatkan kepada Nabi Muhammad SAW. 

“Kalau bukan karena cinta kepada Nabi, kita tidak akan melangkahkan kaki ke majlis ini,” katanya. Semoga semua mendapat syafaat dari baginda Rasullullah SAW, lanjutnya. 

Pada kesempatan tersebut, Habib Fahmi menyampaikan umat Islam jangan memilah ulama tertentu. “Tetapi hormatilah dan takzimi para ulama. Selama masih dalam manhaj tarikat yang tidak menyimpang dari akidah Ahlussunnah Waljamaah,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Sungai Malaya, Ahmad Afandi  beserta jajarannya dan pimpinan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemasyarakatan pemuda atau Okp setempat.

Ahmad Afandi menyampaikan besar harapan kegiatan akan memberikan berkah dan rahmat dari Allah SWT. “Yakni menjadi desa baldatun thayyibatun warabbun ghafur," katanya. 

Meskipun selama kegiatan diguyur hujan deras, namun tak menyuruti semangat jamaah untuk mengaji bersama ulama yang dihadirkan.

Sebelum ceramah agama, jamaah dihibur pimpinan hadrah Zainul Mustofa dengan iringan shalawat. Bahkan KHR Mohammad Cholil As'ad berkenan memimpin agar jamaah turut serta melantunkan shalawat. (A Imamul Arifin/Ibnu Nawawi)

Kamis 1 November 2018 21:31 WIB
Tartib Nuzul Quran dan Sirah Nabawiyah Kunci Al-Qur'an
Tartib Nuzul Quran dan Sirah Nabawiyah Kunci Al-Qur'an
Tangerang Selatan, NU Online
Al-Qur'an merupakan sumber primer keberagamaan Muslim. Ia menjadi solusi atas problematika keumatan yang terjadi. Solusi itu bisa didapat dengan membuka dan memperhatikan betul peristiwa turunnya ayat yang dimaksud dan sejarah kehidupan Nabi.

"Kita harus melihat tartib nuzul Al-Qur'an dan sirah nabawiyah," kata KH Ahsin Sakho Muhammad, Rais Majelis Ilmi Jamiyyatul Qurra Wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) saat seminar bertema Al-Qur'an Lumbung Perdamaian di Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (1/11).

Dalam perspektif perdamaian, kata Kiai Ahsin, visi Al-Qur'an dan agama yang mesti dilihat lebih dahulu, yakni agar jin dan manusia beribadah, mengabdi kepada Allah.

"Tujuan akhirnya mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat," katanya.

Karena itu, perdamaian menjadi titik sentral dalam pembangunan bangsa dan negara, menciptakan negara yang berdaulat penuh dengan kemakmuran, keadilan, aman, dan sentosa.

"Dan pada akhirnya tujuan kita adalah mendapat firman Allah swt. baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur," ujar Rektor Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) 2005-2014 itu.

Artinya, lanjut Kiai Ahsin, negaranya baik dan sejahtera, serta mendapatkan ampunan dari Allah swt.

Kegiatan yang digelar oleh Himpunan Qari Qariah Mahasiswa (HIQMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menghadirkan Ketua Dewan Pembina Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Romahurmuziy, Dosen Tafsir UIN Jakarta Faizah Ali Syibromalisi, dan Eks Teroris Sufyan Tsauri. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Kamis 1 November 2018 21:0 WIB
Peringati Harlah, Jama'ah Ahbaburrosul Wonosobo Diingatkan Akhlak Rasulullah
Peringati Harlah, Jama'ah Ahbaburrosul Wonosobo Diingatkan Akhlak Rasulullah
Harlah Shalawat Ahbaburrasul Wonosobo
Wonosobo, NU Online
Peringatan Hari Lahir Majlis Shalawat Ahbaburrosul Wonosobo yang Ke-7 begitu meriah. Kegiatan Harlah diisi dengan pembacaann maulid Simtuddoror, yang dipimpin Kiai Abdullah Maksum, Selasa Malam (30/10) di Desa Nagdikusuma, Kertek, Wonosobo. 

Kiai Abdullah Maksum sebelum memimpin pembacaan maulid menyampaikan kepada para jama'ah Ahbaburrosul agar senantiasa meningkatkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW. Dan mengingatkan bahwa tanda yang mncintai Rasulullah mempunyai akhlak yang mulia.

Selain itu kiai Maksum mengatakan ciri cinta Rosul di era hari ini dengan selalu menebar kebaikan, menebar kasih sayang, dengan tanpa membenci orang lain. 

"orang yang cinta rasul itu tidak pernah mencela, tidak pernah membenci, tidak menyebarkan hoaks, akan mendahalukan persatuan, dan penuh kasih sayang," ujar Kiai Maksum. 

Habib Aqil Al-Qutban dari Semarang yang malam itu hadir menyampaikan kepada jama'ah bahwa dengan seringnya Shalawatan menjadi sarana persatuan dan menjadikan diri sendiri dan bangsa menjadi selamat dan di jauhkan dari malapetaka. 

Selain itu Habib Aqil sempat mengatakan bahwa menjaga NKRI itu wajib. "Dengan umat, ulama, pemerintah bersatu NKRI pasti dijauhkan dari kalangan yang akan merongrongnya," ujar Habib Aqil. (Nahru/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG