Djarum Super

Langka, Arab Saudi Jamu Tokoh Kristen Evangelis AS

Langka, Arab Saudi Jamu Tokoh Kristen Evangelis AS
Foto: Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS
Foto: Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS
Riyadh, NU Online
Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman menggelar sebuah pertemuan langka dengan para tokoh Kristen evangelis Amerika Serikat (AS) di Istana Kerajaan di Riyadh pada Kamis (1/11). Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki citra intoleransi agama di Saudi kepada dunia.

Para tokoh Kristen evangelis AS yang hadir dalam acara tersebut diantaranya ahli strategi komunikasi Joel Rosenberg, mantan anggota kongres AS Michele Bachmann, dan kepala organisasi evangelis Amerika. 

Beberapa orang dalam rombongan memiliki hubungan dan mendukung Israel. Seperti Mike Evans, pendiri Jerusalem Prayer Team. Bahkan Evans disebut sebagai ‘pemimpin Zionis Amerika-Kristen yang taat.’

Dilaporkan Reuters, Jumat (2/11), pertemuan Muhammad bin Salman dengan para tokoh Kristen evangelis AS tersebut berlangsung sekitar dua jam. Para tokoh Kristen tersebut juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, Dubes Saudi untuk AS Khalid bin Salman, dan Sekjen Liga Dunia Muslim Muhammad al-Issa.

Arab Saudi memang menyatakan bahwa normalisasi hubungannya dengan Israel bergantung pada penarikan Israel dari ‘tanah Palestina’ yang direbut dalam perang 1967 silam. Namun demikian seiring dengan meningkatnya ketegangan Riyadh dan Teheran, sikap lunak Saudi kepada Israel beberapa tahun terakhir ini menjadi indikasi keduanya bekerja sama untuk melawan Iran. 

Pada April lalu, Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman mengatakan bahwa Israel berhak untuk hidup damai di tanah mereka sendiri. Sebulan sebelumnya, untuk pertama kalinya Arab Saudi membuka ruang udaranya untuk sebuah penerbangan komersial ke Israel.  

Tidak hanya itu, Muhammad bin Salman dalam beberapa tahun terakhir juga telah melonggarkan aturan sosial yang ketat. Ia juga menangkap ulama Saudi yang dianggap ekstrimis guna mensukseskan Visi 2030 yang dicanangkannya. (Red: Muchlishon)
BNI Mobile