IMG-LOGO
Daerah

Komunitas Vario Jombang Sumbang Jutaan ke Sulteng Lewat LAZISNU

Jumat 2 November 2018 22:0 WIB
Bagikan:
Komunitas Vario Jombang Sumbang Jutaan ke Sulteng Lewat LAZISNU
Komunitas Vario Jombang sumbang untuk Sulteng
Jombang, NU Online
Bencana gempa bumi dan tsunami yang menerjang permukiman di beberapa kota di Sulawesi Selatan masih terus menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Terbaru, donasi diterima Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang dari Vario Owners Community Jombang (Vocjo) di Kantor PC LAZISNU setempat, Jumat (2/11).

Beberapa perwakilan dari komunitas tersebut berkunjung langsung ke kantor LAZISNU Jalan Sisingamangaraja No 2, Kepatihan, Kecamatan Jombang guna menyerahkan donasi yang sudah dihimpunnya.

"Donasi Palu dari Vario Owners Community Jombang (Vocjo) sebesar Rp4.613.700 melalui LAZISNU Jombang," kata Ketua PC LAZISNU Jombang Ahmad Zainudin.

Ia menuturkan, keanggotaan komunitas tersebut cukup komplit. Tak hanya dari agama atau etnis tertentu, komunitas ini melainkan dari beragam agama serta etnis yang ada di Jombang khususnya.

Atas hal itu, pria yang kerap disapa Gok Din ini mengapresiasi akan kepedulian mereka yang tidak memandang agama, suku juga etnis-etnis tertentu. Prinsip mereka adalah berdasar rasa empati yang sudah dibangun di komunitas tersebut.

"Anggota Vario Owners Community Jombang ini multi etnis dan agama," jelas salah seorang dosen di Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang ini.

Gok Din juga bersyukur sebab keberadaan LAZISNU Jombang kian dipercaya khalayak luas. "Alhamdulillah PC LAZISNU Jombang semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Bagikan:
Jumat 2 November 2018 23:15 WIB
Begini Cara Unit Kajian Islam STAINU Berantas Radikalisme di Kampus
Begini Cara Unit Kajian Islam STAINU Berantas Radikalisme di Kampus
Temanggung, NU Online
Unit Kajian Islam (UKI) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Jawa Tengah berkomitmen melawan gerakan radikal dalam hal fikrah (pemikiran), aqidah (keyakinan), amaliyah (tradisi) dan harakah (gerakan). Hal itu terungkap pada kegiatan Malam Keakraban (Makrab) dan Penerimaan Anggota Baru, Kamis (1/11) di aula kampus setempat.
 
Ketua Program Studi Al-akhwal Al-syakhsiyah, Sumarjoko mengatakan sebelum UKI lahir dulunya ada yang namanya Lembaga Dakwah Islam (LDI). "Sebelum itu sudah ada, kurang lebih tujuh kampus yang terinfeksi radikalisme. Diharapkan, agar UKI tidak hanya moderat, tapi juga jangan mudah terbawa arus," tegasnya.
 
Jadi, UKI harus bisa menempatkan diri di tengah, kata dia, dengan memegang prinsip tawazun, tasamuh, i'tidal. "Tujuannya agar radikalisme tidak mudah masuk ke dalam kampus," paparnya.
 
UKI diharapkan tidak hanya mencari ilmu, kata dia, tidak hanya dari satu sudut pandang tapi dari berbagai sudut lain. "Jadi jangan hanya berpedoman dengan Al-Quran dan hadis, tapi dari kitab yang lain. Termasuk kitab-kitab kuning, karena banyak masalah baru lahir yang di Al-Quran masih umum dan belum ditemukan dasar solusinya,” kata dia.
 
Pembukaan kegiatan ini dihadiri puluhan peserta, serta dihadiri perwakilan dari tiap Unit Kajian Mahasiswa (UKM). Selain Sumarjoko Ketua Program Studi AS, hadir pula M Fadloli Alhakim  selaku dosen pembina UKM Olahraga dan dosen PGMI STAINU Temanggung.
 
M Farikin, Ketua UKI STAINU Temanggung dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakannya kegiatan agar bisa menjalin ukhuwah islamiyah di kampus tersebut. "Sebagai mahasiswa, harus bisa memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin, dan semua mahasiswa aktif dalam organisasi agar bisa menjadikan kampus STAINU menjadi lebih baik lagi," harapnya.
 
Ketika mahasiswa aktif dalam organisasi, kata dia, maka akan menjadikan kampus yang lebih berwarna. "Dengan mengadakan berbagain kegiatan seperti kegiatan hari ini, juga diharapkan mahasiswa bisa memberikan kritik baik terhadap akademik, mahasiswa, maupun dosen," ungkapnya.
 
Sementara itu, Ahmad Yasin Presiden BEM STAINU Temanggung menambahkan, kegiatan menjadi sejarah bagi UKI. "Ini merupakan kegiatan makrab UKI yang pertama di STAINU Temanggung, dan kegiatan ini sekaligus menerima anggota baru," katanya.

Diharapkan kegiatan ini nantinya bisa menjadikan anggota UKI menjadi lebih kompak lagi kedepannya, "Saya juga mewajibkan agar semua mahasiswa agar aktif di dalam organisasi sesuai dengan bidang masing-masing," ujar dia.
 
Sementara itu, M Fadloli Alhakim menambahkan mahasiswa yang aktif di organisasi di STAINU Temanggung kebanyakan mengikuti satu organisasi, dan mereka tidak hanya menjadi anggota melainkan ikut dalam dua kepengurusan.
 
"Dulu ketika saya masih S1 tidak pernah ikut dalam organisasi. Nah dari situ saya sadar ketika hidup di masyarakat, karena organisasi itu sebagai bekal nantinya ketika sudah hidup di masyarakat,” katanya. 

Dia menyarankan agar UKI mengadakan mujahadah minimal satu bulan sekali yang diawali anggota UKI terlebih dahulu. Lalu dilanjut Porseni untuk lomba MQK dan MTQ yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. (Adi Astanto/Ibnu Nawawi)

Jumat 2 November 2018 23:0 WIB
Peristiwa Garut Dorong Peserta DTD Banser Sampang Membludak
Peristiwa Garut Dorong Peserta DTD Banser Sampang Membludak
Pembukaan DTD Ansor Sampang, Jatim
Sampang, NU Online
Kegiatan Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang dihelat Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Omben, Sampang, Jawa Timur angkatan pertama di Pesantren Al-Ihsan Jrangoan, Jumat (2/11)

Panitia DTD Ubaidil Quddus menuturkan bahwa peserta DTD di luar target dan prediksi. Panitia tak kuasa menolak kehadiran peserta yang membludak dan mengalir tak terbendung.

"DTD angkatan pertama ini di luar target dan prediksi kita, masyarakat sangat antusias mengikuti DTD ini, semula panitia menargetkan 100 peserta, hingga pembukaan DTD tercatat ada 200 lebih peserta," tuturnya.

Melihat realitas empirik membludaknya peserta, Ketua PC GP Ansor Sampang Kiai Khoiron Zaini berharap ke depan NU Sampang akan menjadi kiblat NU Jawa Timur untuk menebar panji bendera Ansor dan Banser.

"Saya harap kader-kader angkatan pertama ini tetap semangat menebar panji-panji bendera Ansor dan Banser sehingga kita bisa menjadi kiblat NU Jawa Timur khususnya Madura dalam melakukan hal tersebut," ujarnya. 

Selain itu, Gus Khoiron Sapaan akrab Ketua Ansor yang juga Ketua Majelis Pemuda Bershalawat at-Taufiq tersebut mengingatkan bahwa tugas Banser bukan hanya berkhidmat kepada alim ulama dan jamiyah Nahdlatul Ulama akan tetapi juga membela agama, bangsa, dan negara.

"Kewajiban kita bukan hanya berkhidmat kepada alim ulama dan Jamiyah Nahdlatul Ulama saja, tetapi juga membela agama, bangsa, dan negara," imbuhnya.

Ketua PCNU Sampang Kiai Itqon Busyiri mengingatkan agar warga NU tetap teguh pendirian, istiqamah bersama Nahdlatul Ulama, dan tidak terpengaruh dan tergiur untuk mengikuti organisasi lain selain NU. "Secantik apapun dan seindah apapun kemasan organisasi lain itu, saya harap warga NU tidak terpikat dan berpaling meninggalkan NU," pintanya. (Ridlo/Muiz)
Jumat 2 November 2018 21:45 WIB
Fokus Ketua PMII Jatim Bersihkan Kampus dari Gerakan Radikal
Fokus Ketua PMII Jatim Bersihkan Kampus dari Gerakan Radikal
Surabaya, NU Online
Abdul Ghoni akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur. Setidaknya ada tiga hal yang akan menjadi fokus perhatian dalam kepemimpinannya.

Dirinya berharap kepada seluruh kader PMII Jatim untuk bersatu dan berkomitmen membangun kaderisasi ke arah yang lebih baik. "Sebagai koordinator cabang, kami ingin menjadi jendela untuk kepengurusan cabang demi berlangsungnya proses kaderisasi," katanya, Jumat (2/11).

Kepada NU Online, Abdul Ghoni menyatakan ada tiga fokus PKC PMII ke depannya. “Pertama terkait kaderisasi sebaga jendela cabang,” ungkapnya.

Sedangkan yang kedua yakni bagaimana PMII merespon industri 4.0 dengan menata kaderisasi cabang. “Tentunya yang lebih kreatif, dengan membentuk instruktur expert yakni memiliki kemampuan pemahaman yang superior. di bidangnya,” jelasnya.

Yang juga tidak kalah menantang adalah melakukan konsolidasi internal untuk merumuskan strategi kaderisasi di sejumlah kampus. Apalagi sebelumnya telah keluar Permenristekdikti nomor 55 tahun 2018 yakni peraturan yang disahkan oleh Menristekdikti, Muhammad Nasir.

“Kami mempunyai ruang untuk masuk ke dunia kampus, dan tidak ada lagi peraturan sistem yang menghalangi organisasi kemahasiswaan dibuang dari ranah kampus,” ujarnya,

Menurutnya, PMII sendiri fokus dalam bidang kaderisasi yang bertugas menjadi syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah. “Kembali kepada internal setiap organisasi komitmen menjaga kedaulatan dan ini sudah menjadi kewajiban. Karena selama ini gerakan radikalisme itu masuk ke lembaga pendidikan,” tegasnya.

Ghoni mengaku kerap menemui kendala untuk menggelar kegiatan di kampus. “Padahal Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dinilai dapat menjadi benteng dalam melawan paham radikalisme,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa dengan tiga hal tersebut mampu meningkatkan kaderisasi PMII Jatim sehingga nantinya menjadi barometer bagi kepengurusan di Tanah Air. "Saatnya berfikir maju, bukan berfikir konflik terus," sergahnya.

Pada ajang konferensi yang berlangsung di Surabaya sejak Kamis hingga Senin (25-29/10), Ghoni mendapatkan 20 suara. Usai terpilih, hal pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi serta pembentukan pengurus baru. (Mahrus/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG