IMG-LOGO
Daerah

Sambut Maulid Nabi, Masjid At-Taubah Kraksaan Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu 3 November 2018 21:0 WIB
Bagikan:
Sambut Maulid Nabi, Masjid At-Taubah Kraksaan Gelar Pengobatan Gratis
Sambut Maulid Nabi dengan pemeriksaan dan pengobatan wara
Probolinggo, NU Online
Ibadah dan kesehatan memiliki hubungan yang sangat kuat. Menyadari hal tersebut, Masjid Jami' At-Taubah Kraksaan Probolinggo, Jawa Timur menggandeng Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton Probolinggo memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan pentingnya kesehatan.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami' At-Taubah Desa Bulu Kecamatan Kraksaan, Jumat (2/11) malam memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus untuk menyambut datangnya Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H.

Ketua panitia Hj Siti Zahrowiyah kepada NU Online mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan bentuk kepedulian dari pengurus Masjid Jami' At-Taubah dalam rangka memberikan wawasan dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.

"Pola hidup sehat itu sangat penting dilakukan untuk menciptakan tubuh yang sehat dan terbebas dari segala macam penyakit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat. Kegiatan ini adalah upaya demi mewujudkan masyarakat yang sehat," katanya.

Sementara Dekan Fakultas Kesehatan Unuja Paiton Ns. Handono Fatkhur Rahman menyampaikan kesehatan perlu dijaga dengan baik, karena semakin tua usia maka kesehatan akan semakin menurun. "Ketika sudah menurun, maka berimbas pula pada aktivitas dalam melakukan ibadah," katanya.

Menurut Rahman, tentunya hal tersebut tidak pernah lepas dari pola makan yang baik dan benar sesuai dengan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Maka dari itu jangan makan secara berlebihan.

"Jika gula darah tidak di kontrol dengan baik, maka akan berdampak pada penyakit kronis dan komplikasi ke organ tubuh lainnya," imbuhnya.

Kegiatan pengobatan ditutup dengan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis terhadap ratusan jama'ah pengajian yang hadir pada pengajian tersebut. Meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan asam urat. (Syamsul Akbar/Muiz)

Bagikan:
Sabtu 3 November 2018 22:45 WIB
Ketua NU Jatim: Jaga Istighotsah Kubro Lebih Santai dan Khidmat
Ketua NU Jatim: Jaga Istighotsah Kubro Lebih Santai dan Khidmat
Surabaya, NU Online 
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur berterima kasih kepada sejumlah pihak yang telah menyukseskan Istighotsah Kubro di Gelora Delta Sidoarjo beberapa waktu berselang. Sehingga kegiatan berlangsung khidmat meskipun dihadiri ratusan ribu jamaah.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar pada tasyakuran dan pembubaran panitia Istighotsah Kubro, Sabtu (3/11). “Walaupun yang hadir di Gelora Delta Sidoarjo ratusan ribu jamaah, namun kegiatan berjalan lancar,” katanya.

Dengan sedikit berkelakar, Kiai Marzuki mengemukakan sejumlah polisi bisa menjaga kegiatan dengan santai. “Bahkan bisa ngopi segala,” katanya disambut tawa hadirin. 

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang ini kemudian membandingkan dengan ulah sejumlah kelompok yang hanya segelintir namun membuat polisi harus melakukan penjagaan secara ketat. “Itulah bedanya menjaga kegiatan di lingkungan Nahdlatul Ulama karena warganya ikhlas,” ungkapnya.

Kiai Marzuki sangat berterima kasih, khususnya kepada kepolisian yang demikian membantu pengamanan selama gelaran istighotsah kubro. Dan kebersamaan tersebut akan terus dijalin pada kegiatan NU selanjutnya.

“Insyaallah dalam waktu dekat NU Jatim akan menyelenggarakan kegiatan dengan jamaah yang juga besar. Dan kami butuh kehadiran polisi,” ungkapnya.

Kegiatan dimaksud adalah peringatan hari lahir NU, baik dalam kalender hijriyah maupun masehi.

Kiai yang juga dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini juga mendoakan panitia dan jamaah yang hadir saat istighotsah kubro diakui sebagai santri Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari. “Juga husnul khatimah bersama keluarga,” pungkasnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kompol Edi Santoso selaku Kabag Ops Polresta Sidoarjo. (Ibnu Nawawi)
Sabtu 3 November 2018 22:30 WIB
Penuhi Standar Layanan, RSI NU Demak Maju Penilaian Akreditasi Reguler
Penuhi Standar Layanan, RSI NU Demak Maju Penilaian Akreditasi Reguler
Kegiatan Lailatul Ijtimak di RSINU Demak, Jateng
Demak, NU Online
Rumah Sakit Islam (RSI) NU Demak yang merupakan satu satunya RS kebanggaan warga NU di Kabupaten Demak dalam pelayanan kesehatan  tiap tahun selalu meningkatkan pelayanan pada pasien maupun administrasi, hal ini dilakukannya dalam usaha memenuhi tujuan utama pendirian RS tersebut.

Dalam meningkatkan kualitas Rumah Sakit berstandar nasional, RSI NU harus memenuhi akreditasi di semua kelas yang telah ditentukan oleh pemerintah guna mendapatkan pengakuan sebagai rumah sakit bermutu yang profesional dan proporsional baik quality (mutu) dan safety (keselamatan pasien) dengan filosofi dasar continues quality improvment.

“Akreditasi ini dilaksanakan dengan tujuan agar mendapatkan pengakuan dari pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan Quality and Safety dengan filosofi dasar Contnues quality Improvment” demikian paparan Direktur RSI Abdul Azis pada lailatul ijtimak PCNU Demak putaran ke-4 di RS tersebut Jumat (2/11) malam.

Lebih lanjut Abdul Azis menjelaskan, RSI NU Demak mengikuti akreditasi sejak tahun 2009  meliputi perawatan, administrasi, IGD, Rekam medis, kemudian dilanjutkan tahun 2012 RSI NU Demak maju penilaian Akreditasi versi KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) 2012.

Dikatakan, penilaian dengan program khusus yang evaluasinya tiap tahun dipantau oleh KARS dengan peningkatan sesuai SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit) dengan penilaian regulasi RS, dokumen kegiatan, observasi, dan simulasi lapangan yang dilakukan oleh asesor pada yayasan RSI NU.

“Sekarang baru saja di bulan November 2018 ini RSI NU Demak maju lagi untuk dilakukan penilaian Akreditasi KARS versi SNARS edisi I tahun 2018 versi terbaru,” jelasnya.

Ketua PCNU Demak yang juga Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari yang menaungi RSI NU KH Muhammad Aminuddin pada kesempatan yang sama mengharap akreditasi yang telah dilakukan pemerintah  pada RSI NU bisa meningkatkan mutu dan keselamatan pasien yang sudah menjadi kepercayaan dan rujukan warga Demak.
 
“Dengan kegiatan penilaian akreditasi ini sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas, mutu dan keselamatan pasien,” harap kiai Aminuddin.

Lailatul ijtimak putaran ke-4 tersebut dihadiri Pengurus  Harian Cabang baik Syuriyah maupun Tanfidziyah, pengurus lembaga, Banom, pengurus MWC NU se Kabupaten Demakjuga turut hadir Bupati Demak beserta Forkopimda Kabupaten Demak, dan Ketua MUI KH Moh Asyiq. (A Shiddiq Sugiarto/Muiz)

Sabtu 3 November 2018 20:0 WIB
Antisipasi Gerakan Radikal, Ansor dan Polsek Wuluhan Gelar Pertemuan
Antisipasi Gerakan Radikal, Ansor dan Polsek Wuluhan Gelar Pertemuan

Jember, NU Online
Pembelokan opini terkait dengan kasus pembakaran simbol HTI semakin masif. Ini terbukti dengan munculnya gelombang unjuk rasa yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah yang rata-rata ingin “membersihkan”  nama HTI dalam kasus pembakaran tersebut.

Dalam rangka mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan kasus tersebut, PAC Ansor Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur menggelar pertemuan dengan jajaran Polsek Wuluhan, di kantor Polsek setempat, Jumat (2/11).

Menurut PAC Ansor Kecamatan Wuluhan, Masdian Zainul Ilmi, pertemuan tersebut adalah koordinasi untuk memetakan dan menangkal pergerakan HTI atau orang-orang yang terpapar pengaruh HTI di wilayah Kecamatan Wuluhan.

“Gerakan radikal sekarang seolah menemukan angin baru setelah terjadinya kasus pembakaran di Garut itu.  Kita harus antisipasi. Kita tidak ingin Jember ikut-ikutan, menjadi pemanas suasana,” jelasnya kepada NU Online usai pertemuan.

Sementara itu, Kapolsek Wuluhan, Zaenuri mengajak masyarakat untuk menjaga agar suasana Jember  tetap  kondusif, dan mewaspadai gerakan pihak-pihak yang berusaha membelokkan kesan dalam pembakaran di Garut tersebut. Selain itu, ia juga meminta Ansor untuk selalu berkoordinasi dan bergandengan tangan dengan polisi untuk mewaspadai munculnya gerakan-gerakan radikal yang bertopeng membela agama.

“Kami butuh Ansor dan Banser untuk koordinasi. Mari kasus-kasus yang berpotensi memecah belah umat, kita atasi bersama,” ujanya (Red: Aryudi AR).

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG