IMG-LOGO
Nasional

Kata Peneliti UIN Jakarta Soal Tuntutan Aksi Bela Tauhid 211

Sabtu 3 November 2018 23:0 WIB
Bagikan:
Kata Peneliti UIN Jakarta Soal Tuntutan Aksi Bela Tauhid 211
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta, NU Online
Peserta Aksi Bela Tauhid 211 menyampaikan lima tuntutan ketika menggelar aksi demonstrasi di Jakarta pada Jumat (2/11). Salah satu tuntutannya adalah menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia untuk membuat pernyataan resmi bahwa bendera tauhid adalah bendera Rasulullah bukan bendera ormas apapun, sehingga tidak boleh dinistakan oleh siapapun.

Lalu apakah betul bahwa bendera yang bertuliskan kalimat tauhid adalah bendera Rasulullah, bukan bendera ormas tertentu?

Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta Saiful Umam menjelaskan, klaim yang menyebut kalau Rasulullah menggunakan bendera yang bertuliskan dua kalimat syahadat tidak memiliki dasar yang kuat. 

“Tidak ada bukti sejarah kuat bahwa Rasulullah menggunakan bendara yang ada kalimat tauhidnya,” kata dosen Prodi Sejarah dan Peradaban Islam UIN Jakarta ini kepada NU Online, Sabtu (3/11).

Terlebih, imbuhnya, bendera bertuliskan tauhid yang ‘diusulkan’ menjadi bendera Rasulullah tersebut menggunakan khat seperti yang ada sekarang, yakni Tsulus. Sebagaimana diketahui, pada zaman Rasulullah hanya ada model khat Kufi Qadim. Sementara khat Tsulus sempurna sebagaimana di bendera Arab Saudi dan bendera HTI tidak tepat bila disebut sebagai bendera Rasulullah. Mengapa? Karena khat Tsulus lahir atas inisiasi Khalifah Muawiyah, tidak ada pada zaman Rasulullah.

“Apalagi dengan khat seperti yang ada sekarang. Itu adalah pemalsuan sejarah,” tegas lulusan Pergurusan Islam Mathali’ul Falah Kajen Pati ini.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) H Masduki Baidlowi menyebut, pemerintah Indonesia tidak perlu menanggapi tuntutan tersebut. Mengapa? Karena baginya hal itu kurang relevan untuk dijawab.

“Pemerintah tak perlu menanggapi tuntutan tersebut, karena kurang relevan untuk dijawab,” katanya, Jumat (2/11).

H Masduki kemudian menegaskan, bendera Rasulullah hanya dikibarkan pada saat perang saja. Sementara, menurutnya, kondisi umat Islam Indonesia saat ini dalam keadaan damai dan aman. Sehingga pengibaran bendera seperti itu tidak memiliki relevansinya.   

“Jika merujuk pada sejarah, bendera Rasulullah tak pernah dikibarkan kecuali dalam keadaan perang. Kondisi umat Islam di Indonesia saat ini aman-aman saja, tidak dalam keadaan perang dengan siapapun. Sehingga, apa relevansinya mengibarkan bendera seperti itu,” ucapnya. (Muchlishon)
Bagikan:
Sabtu 3 November 2018 22:55 WIB
“Di Parigi Moutong Airnya Ada Terus. Lepas Panen Padi, Langsung Tanam Lagi”
“Di Parigi Moutong Airnya Ada Terus. Lepas Panen Padi, Langsung Tanam Lagi”
Jakarta, NU Online
Ada yang menarik dari penanaman padi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kawasan ini merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki agroklimat yang unik. Sehingga bisa langsung ditanami setelah panen raya selesai.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat panen raya di lahan seluas 32 hektar yang secara simbolis dipusatkan di Desa Palapi, Kecamatan Kasimbar, Parigi Moutong. Karenanya, panen di Indonesia, kata Amran hampir tidak pernah berhenti dalam waktu lama. 

“Ada sesuatu yang unik di Parigi Moutong. Agroklimat tidak pernah kering. Jadi ada air terus. Selain itu di sini petaninya pun hebat. Habis panen langsung tanam, bisa penuhi beras ke kabupaten tetangga bahkan ke Papua,” demikian tegas Amran.

Amran menyebutkan untuk meningkatkan motivasi petani dan produksi di Sulteng khususnya Kabupaten Parigi Moutong, Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan secara gratis kepada petani. Kementan terus mendorong kemajuan pertanian sesuai dengan keunggulan komparatif daerah yang ada saat ini.

“Bantuan yang kami berikan sangat komplit sesuai kebutuhan petani. Kami bantu benih padi, jagung, alat mesin pertanian seperti escavator, traktor roda empat, combine harvester. Kami pun memberikan bantuan benih perkebunan seperti kelapa, kakao, cengkeh, kopi dan pala. Semua bantuan ini gratis untuk petani,” sebutnya.

Pada panen raya padi ini, besarnya bantuan yang diberikan Kementan yakni benih padi 1 ton, jagung 300 kilogram, benih perkebunan untuk Provinsi Sulteng 1.738.750 juta batang, benih perkebunan 500 ribu batang untuk Parigi Moutong. Kementan pun memberikan bantuan berupa traktor roda 4 sebanyak 4 unit, escavator besar 1 unit dan alat pengering padi (dryer) 1 unit.

“Potensi pertanian di Parigi Moutong ini luar biasa. Kabupaten ini bisa menjadi lumbung pangan Sulteng. Selain padi, kita juga kembangkan bawang putih seluas 100 ha,” tandas Amran.

Dalam kesempatan serupa, Bupati Parigi Moutong, Syamsurizal Tambolotutu membenarkan Mentri Amran. Ia mengatakan panen padi di Parigi Moutong berlangsung terus menerus karena air tersedia sepanjang musim sehingga setelah panen langsung dilakukan tanam.

“Hari ini kita buktikan, Parigi Moutong produksi berasnya bisa dipenuhi sendiri bahkan surplus. Habis panen petani lanjut tanam. Jadi panen tiada henti di sini,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Provinsi Pertanian Sulteng, realisasi tanam padi Oktober-Maret 2018 di Kabupaten Parigi Moutong per tanggal 31 Oktober seluas 5.062 ha. Sementara realisasi tanam padi di Provinsi Sulteng seluas 12.987 ha. 

Selain Parigi Moutong, Kabupaten di Sulteng yang saat ini sedang melalukan panen padi yakni Luwuk dan Touna serta baru-baru ini Kabupaten Sigi telah selesai panen dan langsung melakukan tanam.

Hadir pada panen raya ini Direktur Budidaya Ternak, Sugiono, Direktur Bibit Perkebunan, Muhammad Anas dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulteng, Trie Iriani Lamakampali. (Red: Ahmad Rozali)
Sabtu 3 November 2018 22:35 WIB
FAO Apresiasi Net Working Monitoring Virus Flu Burung Kementan
FAO Apresiasi Net Working Monitoring Virus Flu Burung Kementan

Jakarta, NU Online

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization - FAO) yang bermarkas di Roma memberikan apresiasi kepada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah berhasil mengembangkan suatu jejaring inovasi dalam upaya pengendalian dan penanggulangan penyakit Avian Influenza (AI) atau biasa disebut Flu Burung.

Jejaring tersebut adalah Influenza Virus Monitoring (IVM) Online yang merupakan sebuah sistem untuk memonitor sifat antigenic dan genetic dari virus avian influenza (AI) khususnya Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) pada unggas di Indonesia. Sistem ini terintegrasi secara online dan hasilnya dapat ditampilkan dalam sebuah map (peta). Jejaring inovasi tersebut telah sukses mengkarakterisasi isolat virus AI secara antigenik, genetik dan biologis.

Yaya Adisa Olaitan Olaniran Permanent (Representative of Nigeria untuk United Nations Roma) bersama sembilan delegasi FAO lainnya saat melakukan kunjungan ke Balai Besar Veteriner Wates (BBVet) Yogyakarta (02/11) menyampaikan pujianan atas IVM Online. Sejak peluncurannya pada tahun 2014 telah memberikan dampak yang signifikan dalam upaya pengendalian dan penanggulan penyakit AI.

Kunjungan tersebut dilakukan ke sejumlah kota di Indonesia untuk melihat perkembangan proyek pertanian hasil kerja sama FAO dengan Indonesia. Di mana program IVM online merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dengan FAO-OFFLU dalam meningkatkan sistem monitoring perubahan (evolusi) virus dan deteksi dini virus AI varian baru di Indonesia. Dalam kegiatan ini Indonesia mendapat dukungan laboratorium referensi OIE seperti Australian Animal Health Laboratory (AAHL).

"Contoh jejaring dari IVM Indonesia ini memiliki relevansi dengan negara-negara lain yang ingin membangun jaringan laboratorium untuk surveilans molekuler AI dan penyakit menular (patogen) lainnya,” kata Yaya. “Ini sesuai dengan kerangka kerja strategis FAO-Regional untuk peningkatan kapasitas laboratorium," tambahnya.

Sementara itu, Boethdy Angkasa Kepala Subdit Pengamatan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan menyampaikan bahwa pengguna IVM online akan dengan mudah mengetahui posisi virus AI yang bersirkulasi di Indonesia dan melaporkannya dengan cepat dan tepat kepada para pengambil kebijakan. Dengan demikian perkembangan jenis virus HPAI di seluruh penjuru Indonesia dapat dimonitor, sehingga dapat membantu menentukan strategi pengendalian dan pemberantasan AI yang cepat dan akurat.    

Menurutnya, pelaksanaan program IVM Online merupakan langkah strategis untuk dapat secara mudah dan cepat memantau perkembangan sirkulasi virus AI serta mendeteksi varian-varian virus baru. "Ini tentunya akan membantu kita untuk menetapkan tindakan pengendalian selanjutnya seperti penentuan jenis vaksin yang baru dan antigen untuk diagnosa,” ucap Boethdy Angkasa.

Lebih lanjut Boethdy menambahkan, melalui penerapan IVM Online maka apabila terjadi mutasi virus AI bisa cepat terdeteksi, sehingga dapat dilakukan upaya segera menghasilkan vaksin yang sesuai untuk pencegahan penyebaran penyakit. Boethdy mengungkapkan bahwa cara kerja IVM on line ini telah terintegrasi dengan sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) untuk data awal dan isolate. “IVM Online telah didukung oleh sekitar 40 tenaga ahli anggota IVM Online yang secara rutin bertemu, bertukar informasi dan menerima pelatihan,” ujarnya.

Saat ini anggota IVM Online meliputi delapan (8) laboratorium diagnostik (Balai Besar Veteriner/BBVET dan Balai Veteriner/BVET), Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH),  Pusvetma, BBLITVET dan Pergutuan Tinggi (FKH-UNAIR). BBVet Wates sebagai focal point pengendali kegiatan IVM Online juga ditunjuk sebagai Laboratorium Veteriner rujukan Nasional untuk AI di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Veteriner Wates Bagoes Poermadjaja menyampaikan, laboratorium yang dipimpinnya telah menjadi laboratorium rujukan nasional untuk penyakit AI, Antrax,  penyakit pada Ternak yang disebabkan oleh Bakteri Salmonela (Salmonellosis), Penyakit Sapi Gila (BSE). BBVet Wates yang merupakan Unit Pelaksana Teknis dibawah Ditjen PKH ini juga telah terakreditasi ISO 17025 tahun 2004 dan ISO 9001 tahun 2010, dengan wilayah kerjanya meliputi  3 Provinsi yakni Jawa Timur,  Jawa Tengah,  dan DIY Yogyakarta.

"Kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik, melalui penyidikan dan pengujian veteriner, serta pengembangan teknik berbasis laboratorium yang terakreditasi, sehingga mendukung upaya pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan di Indonesia," kata Bagoes Poermadjaja.

Menurutnya, saat ini Indonesia juga sedang mengajukan kepada OIE untuk menjadi laboratorium veteriner rujukan Regional Asia Pasific untuk pengujian Avian Influenza. “Untuk meningkatkan kapasitas laboratorium BBVEt Wates, kami juga melakukan kerjasama dengan Australian Animal Health Laboratory (AAHL) dalam program kerjasama antar 2 (dua) laboratorium (OIE Laboratory Twinning Program),” pungkasnya. (Red: Ahmad Rozali)

Sabtu 3 November 2018 21:30 WIB
Ini 7 Catatan Penting Permufakatan Yogyakarta
Ini 7 Catatan Penting Permufakatan Yogyakarta
Menag RI di Yogyakarta
Bantul, NU Online
Kementerian Agama baru saja menggelar Sarasehan Reaktualisasi Relasi Agama dan Budaya di Yogyakarta. Sarasehan yang diikuti para agamawan dan budayawan ini menghasilkan enam point rumusan Permufakatan Yogyakarta.

Sarasehan berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu, 2-3 November 2018 di Bantul Yogyakarta. Kegiatan ini dibuka dan ditutup oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Dikutip dari laman kemenag.go.id Menag menyampaikan,  permufakatan ini memiliki makna tidak hanya bagi budayawan dan agamawan peserta sarasehan,  tapi juga masyarakat secara umum, bahkan dunia, karena saat ini merupakan era global.

"Permufakatan ini harus terus kita gulirkan di tempat lain sehingga pikiran ini tidak hanya jadi proses perbincangan tapi juga terjadi internalisasi," harapnya.

Menag mencatat ada tujuh catatan terkait Permufakatan Yogyakarta yang akan menjadi perhatian pemerintah,  yaitu:

  1. Menyatakan prihatin atas terjadinya gesekan di kalangan masyarakat terkait budaya dan agama;
  2. Menyerukan kepada para tokoh agama untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat bahwa tujuan akhir dari ajaran agama adalah untuk membentuk akhlak mulia, yang dengannya masyarakat berinteraksi sosial secara tertib, toleran, saling menghormati satu dengan lainnya, berperilaku sabar dan menahan diri, serta bersyukur atas anugerah keragaman bangsa Indonesia;
  3. Menyerukan kepada para tokoh budaya untuk terus mengembangkan produk-produk kebudayaan yang menghargai karakter dasar masyarakat Indonesia yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai relijiusitas.
  4. Mendorong pemerintah untuk mengembangkan model pendidikan yang dapat menciptakan jembatan antara relijiusitas, nasionalitas, dan etnisitas bangsa Indonesia;
  5. Mendorong pemerintah agar menjadikan karya seni, karya sastra relijiusitas, serta artefak-artefak kebudayaan lokal sebagai bagian dari kurikulum pendidikan dalam rangka membentuk kebanggaan atas identitas keragamaan dan kebudayaan bangsa Indonesia.
  6. Mendorong pemerintah dan para penyelenggara pendidikan untuk secara sistematis dan berkelanjutan menanamkan ajaran-ajaran moral dasar khususnya bagi anak-anak dan generasi muda tentang nilai kerjasama, tanggungjawab, kejujuran, disiplin, mandiri, dan ajaran untuk tidak menerima sesuatu yang bukan haknya.
  7. Menyerukan kepada semua pihak agar melakukan internalisasi nilai dan moral agama secara substantif, menghindari pemikiran diskriminatif terhadap tafsir keagamaan lain, menyadari bahwa keragaman adalah takdir dan anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia, serta menjadikan spiritualitas sebagai basis kemanusiaan dan kebudayaan yang otentik. (Red: Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG