PMII: Kaderisasi untuk Penguatan Ideologi Organisasi dan Bangsa

PMII: Kaderisasi untuk Penguatan Ideologi Organisasi dan Bangsa
Mapaba PMII di AKN Demak, Jateng
Mapaba PMII di AKN Demak, Jateng
Demak, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Akademi Komunitas Negeri (AKN) Demak Jawa Tengah menerima anggota baru pada kampus tersebut dengan menggelar agenda Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba).

Anggota baru diwajibkan ikut Mapaba untuk penguatan ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah dan ideologi kebangsaan di perguruan tinggi  utamanya yang ada di Kabupaten Demak yang tellah berdiri 4 tahun silam.

“Sebenarnya sudah 4 tahun ini PMII hadir mewarnai kehidupan mahasiswa yang ada di kampus AKN Demak yang berbasis vokasi ini,” kata Ketua PMII Komisariat AKN Demak Samsul Ma’arif kepada NU Online usai pelatihan yang bertempat di Balai Desa Donorojo Kecamatan Demak Kota Sabtu, (3/11).

Dikatakan, organisasi ekstra kampus yang berbasis kaderisasi Ahlussunah Wal jamaah ini memang pada dasarnya selalu menginternalisasikan nilai-nilai keislaman Aswaja dengan nilai-nilai kebangsaan dalam rangka meneruskan cita-cita kemerdekaan Indonesia lewat kegiatan-kegiatan yang diadakan.

Ketika ditanya tentang pengalaman dan kendalanya dalam melakukan kaderisasi di Kampus yang berbasis vokasi tersebut, Samsul mengaku bahwa selama ini hampir tidak hambatan apapun ketika melaksanakan agenda-agendanya.

“Selama saya melaksanakan kaderisasi PMII di AKN Demak ini, kami selalu disambut dengan ramah dan mendapatkan apresiasi penuh dari para mahasiswa maupun dosen-dosen di sini,” tuturnya.

Agenda kaderisasi yang dilakukan oleh PMII Komisariat AKN Demak ini juga merupakan langkah preventif dalam memproteksi potensi gerakan-gerakan Islam radikal yang sudah mulai bergerilya di kampus-kampus umum yang menjadi target operasinya pada beberapa dekade ini.

Samsul menambahkan bahwa dengan adanya PMII di AKN Demak pihak kampus merasa terbantu dalam menangkal Islam radikal yang mengancam keutuhan NKRI.

“Dengan Mapaba ini saatnya penanaman ideologi aswaja dan kebangsaan, pihak kampus dan mahasiswa merasa terbantu dan merasa tidak perlu membentuk UKM maupun kelas tambahan untuk pendalaman materi dan kajian tentang keislaman yang bersifat inklusif dalam kehidupan bermasyarakat yang beraneka ragam ini,” tegas Samsul.

Pada agenda Mapaba kali ini tidak hanya melibatkan peserta dari mahasiswa AKN Demak, namun juga dari Kampus PSDKU Undip Demak serta Mahasiswa dari STIEPARI Semarang yang keduanya memang basis dari perguruan tinggi vokasi di Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Muiz)
BNI Mobile