IMG-LOGO
Daerah

Hari Pahlawan, Lintas Agama Tali Akrap Bahas Sosrokartono

Sabtu 10 November 2018 23:0 WIB
Bagikan:
Hari Pahlawan, Lintas Agama Tali Akrap Bahas Sosrokartono
Makam RMP Sosrokartono di Kudus
Kudus, NU Online
Setiap manusia memiliki nilai kebaikan yang lebih dominan daripada keburukan. Kesadaran tentang itu dicontohkan oleh Sosrokartono dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. 

Demikian itu mengemuka dalam diskusi memeringati Hari Pahlawan yang digelar oleh Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan Pantura (Tali Akrap) di Kompleks Makam Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kudus (10/11).

Ketua Tali Akrap, Mohammad Rosyid, mengutarakan RMP Sosrokartono memiliki prinsip nilai Caturmurti yang penting untuk dihidupkan kembali pada era sekarang. Caturmurti adalah kesadaran untuk memiliki pikiran, perasaan, perhatian, dan perbuatan yang sama dalam kehidupan. Dasarnya adalah fitrah manusia yang dipenuhi nilai-nilai kebaikan.

“Maknanya, dalam hidup seseorang harus mengutamakan konsep perilaku etis dengan berlaku baik kepada sesama. Itulah fitrah manusia yang sesungguhnya,” jelas Rosyid.

Menurutnya, era sekarang sebagian besar manusia sudah hampir melupakan fitrahnya sehingga lebih mengedepankan materialisme dalam berbuat. Akibatnya banyak pula orang-orang yang sudah menafikan perilaku bijak sebagai pedoman hidup mereka.

“Semua perbuatannya dihitung dengan kacamata materi, kalau menurutnya tidak menguntungkan ya tidak dilakukan. Harapannya, nilai dan ajaran hidup Sosrokartono ini bisa jadi inspirasi bersama untuk mengutamakan kepentingan umum dan kemanusiaan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Rosyid juga mengatakan kegiatan ini bertujuan menggali konsep etis yang dicontohkan oleh RMP Sosrokartono untuk jadi teladan, utamanya bagi generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan agenda silaturrahim dengan warga lintas agama dan kepercayaan.

“Orang Pantura khususnya Kudus, memiliki sesepuh yang berbobot dari segi keilmuan dan perilaku. Penting bagi masyarakat untuk memahami sosok RMP. Sosrokartono dan meneladani kepahlawanan beliau,” kata peneliti dan dosen IAIN Kudus ini.

Di Tali Akrap, imbuh Rosyid, kami menanamkan nilai untuk saling memahami perbedaan dalam hal agama. Perilaku saling srawung juga dilakukan untuk saling membantu dalam memecahkan persoalan kerberagaman.

Sementara itu, perwakilan Komunitas Budha, Suparno, mengatakan simbol Alif pada sosok Sosrokartono memiliki ragam makna yang bisa dijadikan pegangan hidup. Kendati beragam makna, semua itu sebenarnya memiliki muara yang sama yaitu tegaknya kebenaran dan kebaikan. (Farid/Muiz)
Bagikan:
Sabtu 10 November 2018 23:49 WIB
Pertama Kali, PCNU Sidoarjo Adakan Muskercab di Gedung PBNU
Pertama Kali, PCNU Sidoarjo Adakan Muskercab di Gedung PBNU
Jakarta, NU Online 
Untuk pertama kalinya, setingkat PCNU di luar Jakarta menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Gedung PBNU. Hal itu dilakukan PCNU Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Sabtu (10/11) dan akan berlangsung sampai Ahad (11/11) malam. 

Menurut Ketua Panitia Muskercab PCNU Sidoarjo Arli Fauzi tujuan mengadakan kegiatan di gedung PBNU adalah untuk mendapatkan informasi dan wejangan dari pengurus PBNU secara langsung. 

“kegiatan ini akan dibuka Ketua PBNU Pak Robikin Emhas. Akan ada ceramah dari Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj. Ahad sore akan ada Kiai Manan. Malamnya ada Kiai Masdar Farid Mas’udi. Kehadiran mereka tak bisa kita dapatkan di daerah secara berbarengan,” jelasnya di sela acara. 

Ia berharap dengan mengadakan Muskercab di PBNU, PCNU Sidoarjo bisa langsung menyerap informasi tentang NU langsung dari sumbernya. 

“Agar ada kesamaan persepsi sikap dan seluruh jajaran PCNU di dalam menghadapi persoalan-persoalan NU dan bangsa akhir-akhir ini ini sehingga para pengurus NU tidak terpengaruh berita hoax di medsos yang melemahkan NU dan bangsa,” katanya. 

Menurut dia, PCNU membawa serta seluruh pengurus dari jajaran syuriyah dan tanfidziyah, pengurus lembaga dan banom, serta mengajak dua pengurus dari 18 pengurus Majelis Wakil Cabang dari unsur syuriyah dan tanfidziyah. 

“Jumlah keseluruhan 112 peserta,” pungkasnya. 

Terkait kegiatan tersebut sebagai yang pertama kali, dibenarkan pengelola Gedung PBNU, H Sagino. Menurut dia, selama ini belum ada PCNU yang melaksanakan kegiatan di gedung yang dibangun KH Abdurrahman Wahid pada tahun 2000. (Abdullah Alawi)

Sabtu 10 November 2018 23:30 WIB
Kekeringan, Banom NU Jatinegara Bantu Air Bersih
Kekeringan, Banom NU Jatinegara Bantu Air Bersih
Bantuan air bersih dari Ansor untuk warga Tegal
Tegal, NU Online
Kekeringan yang melanda di sejumlah daerah di wilayah Jatinegara Kabupaten Tegal Jawa Tengah, menggugah Badan Otonom NU Jatinegara yang dimotori Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser serta Fatayat NU Jatinegara Kabupaten Tegal untuk ikut membantu warga yang terdampak dengan mengirimkan bantuan air bersih.

Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jatinegara Abdul Aziz mengatakan, sebanyak 14 truk tangki bantuan air bersih disalurkan ke beberapa desa yang mengalami kekeringan air diantaranya Desa Lembasari, Luwijawa, Dukuhbangsa, Gantungan, Lebakwangi dan Wotgalih Kecamatan Jatinegara.

“Untuk hari Sabtu (10/11) ada 7 tangki yang kita salurkan. Sedangkan 7 tangki lainnya, besok kita salurkan ke warga yang membutuhkan. Semoga bantuan yang kecil ini bermanfaat untuk warga,” terang Abdul Aziz kepada NU Online.

Menurutnya, dana bantuan air bersih ini didapatkan dari sumbangan dan swadaya kader Ansor dan Banser serta Badan Otonom NU Kecamatan Jatinegara. Bantuan air bersih ini, lanjutnya, akan terus digerakkan ke daerah yang membutuhkan di wilayah Jatinegara. 

Abdul aziz yang ikut turun langsung mendistribusikan bantuan air bersih ini mengungkapkan, sejumlah wilayah di Kecamatan Jatinegara, seperti di Desa Lembasari dan Luwijawa sudah beberapa bulan terakhir ini mengalami kekurangan air bersih akibat dampak kemarau panjang walaupun beberapa minggu ini sudah turun hujan tapi untuk mencari air bersih susah.

Melihat kondisi ini, pihaknya terdorong untuk berbagi dan berupaya meringankan beban masyarakat dengan mendistribusikan bantuan air bersih.

“Ini merupakan kepedulian Ansor dan Banser serta Badan Otonom NU terhadap warga yang mengalami  kekeringan. Kegiatan ini sekaligus sebagai rangkaian peringatan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1440 H,” ujarnya.

Bantuan air bersih ini sangat ditunggu-tunggu oleh warga, terbukti warga rela antre hingga pukul 12.30 WIB. Anggota Ansor dan Banser dengan sabar dan telaten menuangkan air ke dalam jerigen dan ember milik warga yang telah mengantri. 

“Semoga bantuan dari GP Ansor dan Banom NU ini bermanfaat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Kecamatan Jatinegara mengalami kekeringan dan krisis air bersih beberapa bulan terakhir. Sedikitnya empat 5 Desa terdampak cukup parah dari kekeringan ini. Yakni, Desa Lembasari, Dukuhbangsa, luwijawa dan Wotgalih

Sumber-sumber air di wilayah tersebut, seperti sumur dan mata air kering. Tidak hanya itu, sejumlah sungai yang diandalkan warga sebagai sumber air alternatif juga tak lagi mengalir.

Wahroni, warga Desa Lembasari mengatakan kekeringan yang terjadi di desanya kurang lebih telah berlangsung lima bulan. Warga terpaksa harus mengambil air dengan jarak yang cukup jauh atau menunggu bantuan air bersih, untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK).

“Sumur-sumur di desa kami kering jika kemarau seperti ini. Untuk kepentingan mandi, masak, mencuci kami harus mengambil dari jarak yang jauh,” kata Wahroni

Bagi warga Desa Lembasari, termasuk Wahroni, air menjadi barang langka saat musim kemarau seperti ini. Oleh karena itu, ia dan warga lainnya rela antre untuk mendapatan bantuan air bersih dari GP Ansor ini. “Pemerintah dan GP Ansor NU ini yang terbilang sering mendistribusikan air bersih ke desa kami,” imbuhnya. (Nurkhasan/Muiz)
Sabtu 10 November 2018 22:30 WIB
Gerakan Siswa 'Manteb' Bisa Lunasi Tanggungan Siswa
Gerakan Siswa 'Manteb' Bisa Lunasi Tanggungan Siswa
Gerakan siswa Manteb di Jombang, Jatim
Jombang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Jombang, Jawa Timur bangun kemitraan dalam berbagai program.

Di antaranya pendirian Jaringan Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah (JPZIS) di lingkungan sekolah atau madrasah yang berada di bawah binaan LP Ma'arif. Peran JPZIS salah satunya adalah memaksimalkan program Gerakan Siswa 'Manfaat Teman Sebaya' (Manteb).

Ketua PC LP Ma'arif Jombang Nur Khozin mengatakan, prinsip dari program tersebut membangun karakter sosial yang kuat antartemannya sendiri. Caranya, mereka mengelola ZIS yang bersumber dari sejumlah siswa-siswi di masing-masing lembaga sekolah dan madrasah untuk membantu teman-temannya yang sedang membutuhkan.

Realisasi program tersebut dinilai cukup efektif dalam perjalanannya. Baru-baru ini ada dua siswa yang kebutuhan  sekolahnya terlunasi sebab program tersebut. Petugas JPZIS memberikan bantuan kurang lebih dari 3 juta rupiah untuk kedua siswa itu, lantaran mereka diketahui dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah.

"Salah satu aksi nyata Gerakan Siswa Manteb JPZIS Ma'arif yakni ada dua siswa MTs dan MA Ma'arif Jombang dari keluarga tidak mampu yang tidak bisa melunasi pembayaran sekolahnya sampai 3 juta lebih dan JPZIS Ma'arif datang dan menyelesaikannya," katanya.

Secara terpisah, Ketua PC LAZISNU Jombang Ahmad Zainudin mengungkapkan, lembaga sekolah atau madrasah yang hendak didirikan JPZIS bisa mengajukan kepada PC LAZISNU, selanjutnya LAZISNU akan memberikan SK. 

"Di sekolah atau madrasah yang belum terbentuk JPZIS bisa mengajukan, dan selanjutnya bersama-sama dengan JPZIS Ma'arif memberi manfaat melalui Gerakan Siswa Manteb," ucapnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG