IMG-LOGO
Daerah

Sambut Bulan Maulid, Ini Tradisi Pesantren Khozinatul Ulum Blora

Rabu 14 November 2018 13:0 WIB
Bagikan:
Sambut Bulan Maulid, Ini Tradisi Pesantren Khozinatul Ulum Blora
Kegiatan Barzanji sambut bulan maulid di Pesantren Blora
Blora, NU Online
Bulan Maulid atau Rabiul Awal merupakan bulan di mana panutan umat Islam, Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Beragam cara dilakukan oleh masyarakat dalam menyambut datangnya bulan kelahiran Nabi akhir zaman ini, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pesantren Khozinatul Ulum Blora ini.

Pesantren yang diasuh oleh KH Muharror Ali ini mempunyai tradisi rutin tahunan. Tradisi itu berupa pelaksanaan maulid selama 12 hari penuh dan tradisi ini telah berjalan rutin di tiap tahunnya. “Selama bulan Maulid ini, seluruh santri secara bergantian akan menampilkan kreativitas shalawatnya selama 12 hari,” jelasnya kepada NU Online pada Selasa (13/11) . “Juga dijadikan ajang lomba antar kamar,” imbuhnya.

Pengurus Pondok Syukron Ma’mun mengatakan, alasan penyelenggaraan kegiatan ini selain memeriahkan maulid nabi adalah menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi. 

“Memeriahkan maulid nabi dan sekaligus melatih santri agar suka shalawatan dan cinta nabi. Selain itu sudah jadi agenda rutinan tiap memasuki bulan maulid,” ujarnya.  

Santri asal Rembang ini menjelaskan, keunikan konsep maulidan yang digelar oleh pesantren yang terletak di Desa Kaliwangan Blora ini. Di tiap hari akan nada penampilan grup yang telah dibagi oleh pengurus. Grup ini terdiri dari dua kamar yang menjadi satu grup. 

“Tiap grup membaca maulid Al-Barzanji. Dari grup tersebut akan menampilkan koreo, akan ada juri dari pengurus yang menilai kerapian, kekompakan, dan musik hadrahnya,” jelasnya.

Ia menambahkan setelah diselenggarakan kegiatan ini, akan bermunculan kader-kader yang bisa meneruskan tongkat estafet pesantren dalam seni hadrah. “Harapannya adalah mempunyai kader dalam hal hadrah,” pungkas pria yang nyantri sejak 2007 ini. (Hanan/Muiz)
Bagikan:
Rabu 14 November 2018 21:30 WIB
Sejumlah Tokoh di Jombang Ingatkan Bahaya Diabetes
Sejumlah Tokoh di Jombang Ingatkan Bahaya Diabetes
Suasana skrining diabetes mellitus di Jombang.
Jombang, NU Online
Pengetahuan terkait kesehatan dirasa perlu dilakukan secara intensif kepada masyarakat. Keterbatasan akses dan kesempatan dalam mendapat pemahaman adalah di antara alasan warga kurang memperoleh pengetahuan terkait kesehatan. Termasuk Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis.

Karenanya, sejumlah tokoh di Jombang Jawa Timur menyambut baik ikhtiar yang dilakukan Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) yang mengadakan skrining diabetes mellitus. Dan mereka mengingatkan akan bahaya DM serta cara menghindarinya.

"Diabetes mellitus atau penyakit kencing manis adalah salah satu penyakit metabolisme yang dapat menyerang siapa saja dan akan berlangsung dalam jangka yang lama bagi penderitanya,” kata HM Zulfikar As’ad, Rabu (14/11).

Menurut salah seorang pengasuh di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan ini, Indonesia merupakan sepuluh negara tertinggi penderita DM. 

“Salah satu cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan cara hidup dan bergaya hidup sehat,” jelas Wakil Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang ini.

Yang juga harus dilakukan adalah mengenali DM secara baik. “Pada saat yang sama  mengatur makan dan minum, berolahraga, istirahat cukup dan menghindari stress serta senantiasa berperilaku positif sebagai makhluk Tuhan,” jelas Gus Ufik, sapaan akrabnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang juga menyatakan bahwa kencing manis sebagai musuh besar. “Bersama marilah kita cegah,” kata Pudji Umbaran. 

Menurutnya, bagi mereka yang sudah terkena, maka yang harus dilakukan adalah mencegah komplikasinya. “Ayo atur pola makan dari mulai jenis, jumlah dan frekuensi, dan olahraga secara rutin,” jelasnya. 

Dalam pandangan Dokter Pudji, sehat haruslah terus diupayakan. “Hal itu demi mewujudkan Jombang yang berkarakter dan berdaya saing,” tandasnya..

Puluhan warga di Kecamatan Mojoagung dan Bandar Kedungmulyo Jombang terlihat antusias mengikuti skrining terkait DM yang dilaksanakan PP LKNU. Kegiatan diberi nama LKNU for Diabetes Mellitus.

“Selama kegiatan, warga mendapatkan pemeriksaan gula darah secara gratis,” kata Widiya Astutik. 

Tim LK PBNU ini  menjelaskan bahwa kegiatan skrining berlangsung sejak Selasa (13/11) hingga hari ini. “Dan alhamdulillah hingga hari ini sudah ada puluhan masyarakat sehat yang sudah terskrining oleh kami,” ungkapnya. Mereka masing-masing tersebar di Desa Banjarsari dan Desa Tinggar.

Program meningkatkan kesadaran masyarakat tentang DM ini bekerjasama dengan World Diabetes Foundation. “Ini sudah dirilis sejak 2017 dan dimulainya kegiatan skrining atau penapisan gula darah gratis di wilayah kabupaten Jombang baru akhir bulan Agustus 2018,” jelas Widya, sapaan akrabnya. 

Di dua kecamatan yang terpilih, masing-masing terdiri dari tiga desa. Di Mojoagung meliputi Desa Mojotrisno, Miagan, dan Dukuhdimoro. Sedangkan Kecamatan Bandar Kedungmulyo meliputi Desa Banjarsari, Tinggar, dan Karang Dagangan. (Ibnu Nawawi)

Rabu 14 November 2018 21:0 WIB
PKC PMII Jatim: Organisasi Kita Adalah Kaderisasi
PKC PMII Jatim: Organisasi Kita Adalah Kaderisasi
Pamekasan, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi kaderisasi. Ketika proses dan hasil kaderisasi sudah mandek, maka tamatlah organisasi yang didirikan almaghfurlah Mahbub Djunaidi ini.

Demikian ditegaskan Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, Abd Ghani saat memberi sambutan dalam pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) PMII Kabupaten Pamekasan. Kegiatan dipusatkan di Pendopo Ronggosukowati, Rabu (14/11).

"Organisasi kita adalah kaderisasi. Kaderisasi memastikan bagaimana organisasi itu berjalan sebagaimana mestinya; setiap masa ada pemimpinnya, setiap pemimpin ada masanya," tegas mantan Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Banyuangi tersebut.

Ghani berterima kasih atas pengabdian pengurus PC PMII Kabupaten Pamekasan yang telah sukses melaksanakan tugasnya. Utamanya dalam proses kaderisasi yang telah menjadi komitmen awal kepengurusan.

"Pada Jumat (16/11) mendatang, kami akan membawa Sahabat Fadil (ketua demisioner, red) beserta beberapa pengurus demisioner lainnya untuk bersama-sama terus menjalankan roda organisasi yang lebih tinggi, yaitu menjadi pengurus PKC PMII Jatim," tukas Ghani.

Konfercab PC PMII Pamekasan kali ini dikemas dengan sarasehan bertema Peranan Generasi Milenial di Tengah Politik Identitas. 

Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, KH Taufik Hasyim, bertindak sebagai pemateri bersama pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor Ra Ghufron Siradj. 

Hadir Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Pamekasan Atiqurrahman, Gerakan Pemuda  Ansor, Fatayat, jajaran organisasi Cipayung,  Forkopimda, Polres, dan Dandim 0826 Kabupaten  Pamekasan, serta para kader PMII Pamekasan.

Fadil selaku ketua demisioner menyampaikan tentang bagaimana kepengurusan PC PMII Pamekasan selama dipimpinnya. Yakni sangat kompak dan solid dalam mengawal kaderisasi. Semua pengurus juga sangat khidmat dalam menjalankan tugasnya selaku pengurus cabang. “Saya berharap Konfercab bisa berjalan dengan musyawarah mufakat," tukasnya. (Hairul Anam/Ibnu Nawawi)

Rabu 14 November 2018 18:45 WIB
Mahasiswa Unusida Terus Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan
Mahasiswa Unusida Terus Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan
Sidoarjo, NU Online
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Jawa Timur diharapkan dapat meningkatkan capaian dalam hal pelayanan kemahasiswaan maupun capaian lainnya.

Hal ini ditegaskan oleh Rektor Unusida, Fatkul Anam pada pengukuhan kepengurusan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di hall Rohmatul Ummah, kampus setempat.

Menurutnya, dalam mengemban amanat organisasi selama setahun mendatang, organisasi mahasiswa mulai dari jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas, Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas, beserta BEM fakultas, dan Himaprodi dapat terus meningkatkan berbagai prestasi membanggakan.

Dirinya berharap, pengurus baru bisa meningkatkan capaian yang sudah diperoleh pengurus lama. “Capain tersebut di antaranya masuk 250 besar peguruan tinggi se-Indonesia dalam hal pelayanan kemahasiswaan tahun 2017 dan lolos pendanaan Program Hibah Bina Desa (PHBD) Kemristekdikti tahun 2016,” katanya kepada NU Online, Rabu (14/11).

Oleh sebab itu, lanjut Anam, Unusida memiliki beberapa program kerja sama untuk peningkatan mutu kemahasiswaan. Salah satunya dengan menggandeng pihak eksternal di antaranya organisasi dunia usaha, pemerintah, dan DPRD setempat.

"Tugas pengurus sangat berat, karena minimal bisa mempertahankan prestasi. Kalau bisa meningkatkan," tegasnya.

Sebelum pengukuhan berlangsung, para pengurus Ormawa dan mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya ke salah satu anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim, H Sholeh Hayat yang saat itu diundang dalam pengukuhan. 

Selain menerima aspirasi Ormawa, anggota H Sholeh Hayat juga memberi wawasan tentang program pemerintah provinsi yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan, di antaranya hibah fasilitas pendidikan. "Aspirasi mahasiswa cukup bagus, dan mereka tidak perlu menyampaikan ke kantor DPRD Provinsi Jatim," katanya.

Kampus ini telah menerima dana hibah senilai 500 juta dan sudah dimanfaatkan untuk mendirikan fasilitas penunjang pendidikan di kampus Unusida 2 di Lingkar Timur. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG