IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

PCNU Kabupaten Bandung Barat Dilantik dan Resmikan Kantor

Kamis 15 November 2018 23:23 WIB
Bagikan:
PCNU Kabupaten Bandung Barat Dilantik dan Resmikan Kantor
Bandung Barat, NU Online 
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilantik oleh Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, di halaman kantor PCNU yang baru selesai dibangun, di Jalan GA Manulang, Padalarang, Kamis (15/11) sore.

PCNU KBB periode 2018-2023 dipimpin KH Aa Maulana di rais syuriyah dan Agus Mulyadi di tanfidziyah. Keduanya terpilih memimpin pada Konferensi Cabang yang berlangsung dua bulan yang lalu.    

Selepas pelantikan, Agus Mulyadi mengatakan tekadnya yang akan membawa jam’iyah kepada tingkat yang lebih baik. Ia bersama pengurus lain akan mengembangkan potensi yang ada, seperti pendidikan dan perekonomian. 

Untuk melaksanakan tekad itu, ia akan memulai dengan konsolidasi organisasi ke dalam struktur NU yang baru dilantik dengan memperkuat silaturahim. 

“Kekompakan pengurus itu penting. Dengan menjaga silaturahim sesama pengurus akan terjalin kesatuan dalam mencapai tujuan bersama,” katanya. 

Sementara KH Hasan Nuri Hidayatullah menegaskan agar PCNU seluruh Jawa Barat, khususnya KBB agar meningkatkan kinerja untuk khidmah kepada umat. Untuk mendorong itu, pihaknya akan mengadakan PCNU Award dengan kriteri-kriteria yang akan diinformasikan lebih lanjut. 

Menurut dia, PCNU Award akan diumumkan pemenangnya pada harlah NU mendatang, yaitu pada bulan Januari. 

“Untuk program tersebut, PWNU Jawa Barat akan menghibahkan bantuan ke tiap-tiap PCNU,” katanya. 

Selepas itu, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi meresmikan Gedung PCNU KBB dengan prosesi gunting pita di pintu utama gedung dua lantai itu. (Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Kamis 15 November 2018 23:0 WIB
Dahsyatnya Shalawat Hingga Jaminan Masuk Surga
Dahsyatnya Shalawat Hingga Jaminan Masuk Surga
Sidoarjo, NU Online
Banyak manfaat yang bisa dipetik dari kegemaran membaca shalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Tak hanya kedamaian diri, juga manfaat lain hingga masuk surga.

“Karenanya, marilah kita perbanyak membaca shalawat, terlebih di bulan Rabiul Awwal, bulan kelahiran Nabi yang tepat pada hari Senin,” kata Wasid Mansyur, Kamis (15/11) malam. 

Dalam pandangan dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini, memperbanyak shalawat, akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Sebab Nabi adalah makhluk yang dicintai Allah, mencintai baginda Nabi berarti wujud mencintai Allah,” ungkap pengurus di Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Timur tersebut. 

Sebagai bukti atas penjelasannya, Wasid Mansyur kemudian menceritakan kisah yang disampaikan Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam salah satu kitabnya, Tanqihul Qaul al-Hatsitsi

Dalam kitab tersebut diceritakan ada seorang sufi yang memiliki tetangga sangat nakal. “Ia tidak mengenal waktu baik malam dan siang dengan meminum minuman keras,” kata sang sufi. 

Berbagai cara dilakukannya dari mulai memberikan saran, namun tidak membuahkan hasil. “Saya menyarankan agar bertaubat, namun yang bersangkutan juga tidak mau melakukan,” ungkapnya.

Hingga suatu ketika, sang pemabuk meninggal. “Tapi, menariknya dalam mimpiku ia bahagia sekali sebab berada di tempat yang sangat mulia dengan pakaian penuh perhiasan sebagai tanda meninggal dengan cara mulia,” jelasnya.

Karena penasaran, sang Sufi bertanya, amalan apa yang mengantarkan memperoleh kedudukan mulia tersebut. “Karena berkah Nabi Muhammad SAW saya memperoleh derajat ini,” jawab sang pemabuk. 

Ternyata, dia pernah mendengar penjelasan. “Siapa yang membaca shalawat dengan keras, niscaya masuk surga,” katanya menirukan uraian salah seorang ustadz.

Dan sejurus kemudian, para jamaah yang berada di pertemuan tersebut bersama-sama membaca shalawat dengan keras, termasuk dirinya. “Dengan ketulusan ini, saya dan yang lain ternyata dalam waktu yang bersamaan mendapat ampunan dari Allah SWT berkah Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Dalam pandangan Wasid Mansyur, cerita tersebut menunjukkan betapa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad sangat penting sebagai ekspresi cinta. “Sekaligus sebagai wasilah,” katanya. 

Ketulusan membaca shalawat adalah jalan kebaikan yang mampu mengurai segala kebuntuan hidup akibat dosa yang telah dilakukan. “Tapi, dosa yang bersifat sosial, harus diselesaikan dengan gerak sosial, misalnya meminta maaf atau mengembalikan hak orang yang kita dzalimi,” sergahnya.

Bulan Rabiul Awwal menjadi waktu yang tepat untuk semakin memperbanyak membaca shalawat. “Dengan perbanyak membaca shalawat, semoga kita juga semakin dekat kepada Allah SWT,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)

Kamis 15 November 2018 22:30 WIB
Lagi, Mahasiswi STAINU Temanggung Juara I Lomba Lari
Lagi, Mahasiswi STAINU Temanggung Juara I Lomba Lari
Yosita (berkerudung) saat menerima hadiah.
Temanggung, NU Online
Pada Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah 2018 di Surakarta, Yosita Bella Noveliasari berhasil meraih juara I olahraga lari.

Yosita adalah mahasiswi semester tiga program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung, Jawa Tengah.

Kegiatan tahunan itu digelar di Stadion Sriwedari Surakarta yang diikuti ratusan atlet dari kabupaten/kota se Jateng dalam beberapa cabang lomba. Yosita meraih kejuaraan lari 100 meter dalam perhelatan tersebut. 

"Alhamdulillah, saya mendapat juara satu lomba lari 100 M tahun 2018 ini," terang Yosita, Rabu (14/11).

Dia mengaku bangga bisa mewakili Temanggung dan mengharumkan nama almamaternya, STAINU Temanggung. “Saya berharap kejuaraan itu menjadi langkah untuk terus menghidupkan olahraga di Indonesia sebagai wujud cinta tanah air,” ungkapnya.

Terpisah, Fika Khalwa Aisyah menjelaskan sosok Yosita. "Saya sebagai teman sangat bangga dan kagum terhadap Yosita yang mempunyai semangat besar dalam hidupnya terutama untuk menyelesaikan kuliah ini," katanya.

Kejuaraan itu tentu menjadi sejarah bagi Yosita, karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. "Kejuaraan ini menjadi hadiah terindah di hari ulang tahun Yosita," kata Fika.

Yosita menjadi salah satu motivasi bagi teman di bangku perkuliahan. Sebab, semangatnya yang tinggi meskipun dirinya perempuan. "Dengan mendengar kabar kejuaraan tersebut, teman-teman sekelas banyak yang menetes kan air mata sebagai wujud rasa terharu dan bangga terhadap Yosita," terang Fika.

Ketua Program Studi PAI, Luluk Ifadah menyampaikan bahwa Yosita merupakan mahasiswi yang memiliki kelebihan dalam olahraga lari. "Alhamdulillah, ini yang kedua setelah tahun kemarin juga juara pertama," katanya.

Pihaknya mendorong mahasiswa menggeluti softskill sesuai yang diminati. “Karena hal itu akan menjadi investasi masa depan ketika kelak lulus dari perguruan tinggi,” ungkapnya.

Tahun 2017, dalam dalam Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng 2017, Yosita juga berhasil menyabet juara pertama cabang olahraga atletik lari dan diulang lagi sejarah itu pada tahun 2018 ini. (Hamidulloh Ibda/Ibnu Nawawi)

Kamis 15 November 2018 21:30 WIB
Bekali Alumni, Pesantren Al-Anwar Sarang Gelar Halaqah
Bekali Alumni, Pesantren Al-Anwar Sarang Gelar Halaqah
Halaqah alumni santri Al-Anwar Sarang Rembang
Rembang, NU Online
Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di tanah air mempunyai andil yang sangat besar dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia. 

Bukan hanya karena memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan pendidikan lainnya, pesantren juga kaya akan konsep-konsep yang selalu relevan dibandingkan dengan pendidikan umum.

Dalam rangka memberikan pembekalan kepada alumni, Himpunan Alumni Al-Anwar (HIMMA) menggelar halaqah ilmiah dengan tema Mengupas pendidikan keagamaan di zaman sekarang untuk pesantren dan masyarakat

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (14/11) bertempat di Mushalla Komplek Mathla'ul Anwar Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang Jawa Tengah diikuti oleh sekitar 1500 peserta yang berasal dari para alumni dan muhibbin.

Menghadirkan KH M Najih Maimoen, salah satu putra KH Maimoen Zubair dan Pengasuh pondok Tahfidz Narukan Kragan KH Baha'uddin Nur Salim yang juga alumni Pesantren Al-Anwar.

Menurut Ketua Ma’had Aly Al-Anwar A Dawam Afandi, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ikatan silaturahim antar alumni serta memberikan pembekalan kepada para alumni. “Mempererat ikatan para alumni dan membekali mereka untuk membawa tradisi pesantren salaf pada masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan, kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. “Ini merupakan penyelenggaraan yang kedua dan bertepatan dengan hari lahir ke-52 Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang,” tambah pria asal Montong Tuban ini.

KH Najih memaparkan beberapa hal yang patut disoroti saat ini. Menurutnya ada dampak negatif dari kurikulum pemerintah terhadap budaya pesantren, yakni semakin memudarnya keikhlasan bertalabul ilmi dan khidmah kepada ahlul ilmi. “Terkikisnya sikap tawadlu, andap asor, nurut kepada kiai, dan sopan santun,” ucap Gus Najih.

“Saat ini berubah menjadi sikap mudah mengkritisi, mengkritik kebijakan dan dawuhnya kiai dan asatidz, mereka menganggap kiai hanya sebatas pemilik pondok atau yayasan saja,” imbuhnya.

Selain itu, Gus Najih mengatakan jika saat ini pesantren harus tetap mengadopsi kitab-kitab salaf meskipun sudah berbentuk pesantren modern atau universitas. 

“Harus diupayakan untuk mengadopsi kitab-kitab salaf, syukur kalau bisa porsi kesalafan itu diperbanyak sehingga berimbang, bahkan kalau perlu melebihi ilmu umumnya,” tambahnya. (Hanan/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG