IMG-LOGO
Nasional

Kurikulum Pendidikan Saatnya Segera Dibenahi

Jumat 16 November 2018 8:30 WIB
Bagikan:
Kurikulum Pendidikan Saatnya Segera Dibenahi
Halaqah alumni santri Al-Anwar Sarang Rembang
Rembang, NU Online
Maraknya aksi bully murid terhadap guru atau pendidik menjadi keprihatinan kalangan pengasuh pesantren, bahkan beberapa waktu yang lalu muncul di Kendal Jawa Tengah bentrok antara guru dan murid meski disinyalir hanya sekedar bergurau.

Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang KH Najih Maimoen menilai perlunya menata ulang kurikulum pendidikan. Menurutnya, ada dampak negatif dari kurikulum pemerintah terhadap budaya pesantren, yakni semakin memudarnya keikhlasan bertalabul ilmi dan khidmah kepada ahlul ilmi. 

Hal tersebut dikatakan pada KH Najih saat memberikan pembekalan kepada alumni, Himpunan Alumni Al-Anwar (HIMMA) yang menggelar halaqah ilmiah dengan "Mengupas pendidikan keagamaan di zaman sekarang untuk pesantren dan masyarakat". 

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (14/11) dan bertempat di Mushalla Komplek Mathla'ul Anwar Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang dan diikuti oleh sekitar 1500 peserta yang berasal dari para alumni dan muhibbin.

“Terkikisnya sikap tawadlu, andap asor, nurut kepada kiai, dan sopan santun, saat ini berubah menjadi sikap mudah mengkritisi, mengkritik kebijakan dan dawuhnya kiai dan asatidz, mereka menganggap kiai hanya sebatas pemilik pondok atau yayasan saja,” jelasnya.

Selain itu, Gus Najih mengatakan jika saat ini pesantren harus tetap mengadopsi kitab-kitab salaf meskipun sudah berbentuk pesantren modern atau universitas. “Harus diupayakan untuk mengadopsi kitab-kitab salaf, syukur kalau bisa porsi kesalafan itu diperbanyak sehingga berimbang, bahkan kalau perlu melebihi ilmu umumnya,” tambahnya.

Dikatakan, Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di tanah air mempunyai andil yang sangat besar dalam pembentukan karakter bangsa Indonesia. "Bukan hanya karena memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan pendidikan lainnya, pesantren juga kaya akan konsep-konsep yang selalu relevan dibandingkan dengan pendidikan umum," jelasnya.

Halaqah menghadirkan KH M Najih Maimoen, salah satu putra KH Maimoen Zubair dan Pengasuh pondok Tahfidz Narukan Kragan KH Baha'uddin Nur Salim yang juga alumni Pesantren Al-Anwar.

Ketua Ma’had Aly Al-Anwar A Dawam Afandi kepada NU Online, Kamis (15/11) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ikatan silaturahim antar alumni serta memberikan pembekalan kepada para alumni. “Mempererat ikatan para alumni dan membekali mereka untuk membawa tradisi pesantren salaf pada masyarakat,” jelasnya.

Dijelaskan, kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. “Ini merupakan penyelenggaraan yang kedua dan bertepatan dengan hari lahir ke-52 Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang,” tambah pria asal Montong Tuban ini. (Hanan/Muiz)
Bagikan:
Jumat 16 November 2018 22:30 WIB
Alasan Toleransi Jadi Pondasi NU
Alasan Toleransi Jadi Pondasi NU
Ulil Abshar Abdalla saat membuka pengajian Ihya'
Jakarta, NU Online
Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari meletakkan toleransi (tasamuh) sebagai salah satu pondasi organisasi Nahdlatul Ulama. Hal ini terjadi karena Rais Akbar NU ini mengikuti madzab Asy'ariyah.

"Ya karena beliau mengikuti Asy'ariyah," kata Ulil Abshar Abdalla cendekiawan NU kepada NU Online di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Jumat (16/11).

Gus Ulil, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Syekh Abu al-Hasan al-Asy'ari mengambil jalan tengah, tidak ekstrem kanan ataupun kiri. Sebab saat itu ceritanya, ada dua faksi politik yang bertengkar hebat, yakni kelompok yang pro dan anti terhadap pemerintah.

"Dari awalnya, memang akidah ini dari dulu, cetakannya ini, templatenya itu dari dulu ini aqidah yang muncul karena ingin mencari jalan tengah," ujarnya.

Kedua kubu ini lanjutnya, menjadikan agama sebagai alat. Akidah Asy'ariyah dari awal niatnya mau menghindar dari konflik politik tersebut. Asy'ariyah enggan mendukung tawaran politis dan teologis yang ekstrem. "Watak akidah Asy'ariyah mengambil jalan tengah karenanya cenderung toleran," terang pengajar pascasarjana Unusia Jakarta itu.

Mbah Hasyim, lanjut Gus Ulil, mengikuti tradisi yang sudah berabad-abad ini. Bahkan semua kiai di Jawa menurutnya, berlaku serupa. Tak hanya di Jawa, seluruh ulama Sunni yang demikian bisa dijumpai di seluruh dunia Islam mengingat cetakannya serupa.

"Cetakan yang toleran dalam pengertian tidak mau terjebak dalam pendekatan ekstrem," jelasnya.

Sebab, Islam berpengalaman bahwa pendekatan ekstrem berlebihan dapat mengacaukan masyarakat sehingga menimbulkan instabilitas. Teologi Asy'ariyah, katanya, tidak suka dengan instabilitas dan menimbulkan huru-hara.

"Karena itu akidah asy'ariyah ini dikritik oleh sebagian orang sebagai akidah yang terlalu adem ayem, tidak suka dengan pemberontakan yang bersifat dinamis penuh dengan gelora gerakan," ceritanya.

Melihat hal itu, Gus Dur pernah membawa ide dinamisasi Aswaja. Menurutnya, Gus Dur melihat perlu ada dinamika, tetapi yang tidak ekstrem seperti ISIS ataupun HTI. (Syakir NF/Muiz)
Jumat 16 November 2018 22:14 WIB
Alhamdulillah Kesehatan KH Ali Yafie Membaik
Alhamdulillah Kesehatan KH Ali Yafie Membaik
Jakarta, NU Online 
Kondisi kesehatan KH Ali Yafie pada Jumat (16/11) malam, makin membaik setelah dirawat di rumah sakit Rumah Sakit Premier Bintaro. Kiai berusia 92 tahun tersebut mengalami gangguan pernapasan yang akut karena faktor usia. 

“Kondisi semakin membaik, alhamdulillah sudah bisa diajak ngobrol,” ungkap salah seorang putra KH Ali Yafie, Helmi Ali pada pukul 20.13, seraya menambahkan, namun demikian, Kiai Ali Yafie masih belum bisa pulang dari rumah sakit tersebut. 

Menurut Helmi, sehari ini ada beberapa tamu yang menjenguk KH Ali Yafie yaitu Hariman Siregar bersama B. Wiwoho. Tak lama kemudian datang Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.

Selepas waktu Shalat Jumat, lanjutnya, Kiai Ali Yafie dijenguk Menteri Agama dari Brunei beserta istrinya. Pada saat yang sama, ia dijenguk adiknya, Idris Yafie, dari Makassar. Pada sore harinya, ia dijenguk pakar tafsir, KH Quraish Shihab.

KH Ali Yafie merupakan putra KH Muhammad Yafie. Ia lahir di Donggala, Sulawesi Tengah pada September 1926, 8 bulan setelah para kiai di Jawa mendirikan Nahdlatul Ulama di Jawa Timur. Organisasi tersebut di kemudian hari akan dipuncakinya. 

Ya, KH Ali Yafie memang pernah menjadi Rais Aam PBNU pada masa Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid, pada tahun 1991-1992.  (Abdullah Alawi)

Jumat 16 November 2018 19:45 WIB
Dukung Industri Animasi, Menaker Bikin Creative Room di Bekasi
Dukung Industri Animasi, Menaker Bikin Creative Room di Bekasi
Bekasi, NU Online
Untuk mendukung perkembangan industri animasi di tanah air, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meresmikan penggunaam Creative Room dan meluncurkan film animasi NANO Millenial Force di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi (BBPLK) Bekasi, Jumat (16/11).

Menurut Hanif Dhakiri  keberadaan creative room merupakan salah satu bentuk fasilitasi pemerintah untuk pengembangan digital skills bagi anak-anak muda yang bertalenta di bidang animasi dan games.

"Tren ke depan, animasi dan games menjadi salah satu bisnis atau industri yang terus berkembang. Karena itu penyiapan tenaga skills di bidang animasi sangat penting. Terlebih konten animasi masih dikuasai produk luar negeri, " kata Menteri Hanif.

Melalui fasilitas pelatihan yang tersedia di creative room tersebut, Hanif Dhakiri berkeinginan anak-anak muda bisa berkreasi dengan memberikan konten-konten keindonesiaan dalam film-film animasi.

"Ini (creative room) salah satu mimpi besar saya karena saya ingin ada terobosan-terobosan baru dalam  meningkatkan pelatihan vokasi. Creative room ini salah satu target saya sebagai Menaker untuk bisa upgrade kejurusan Teknologi Informasi di Bekasi yang fokus animasi dan games," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan industri animasi, ujar Hanif Dhakiri, Kemnaker melalui BBPLK Bekasi mengadakan pelatihan Movie Animator antara lain 3D Modelling, 3D Animate,3D Rigging, Editing & VFX, Storyboarding, Character Design, dan Teaching Factory. 

“Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan animator dan dapat terserap ke industri dengan bekerja di studio-studio maupun perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam bidang animasi," katanya.

Hanif Dhakiri menyambut positif studio creative room yang selesai dalam satu tahun, telah memproduksi film kartun secara mandiri yakni NANO Millenial Force.

Untuk meningkatkan kualitas produksi film, Hanif Dhakiri memberikan target Dirjen Binalattas dan BBPLK bisa bekerja sama dengan dua industri atau dunia usaha di bidang terkait seperti Pixar dan Disney.

"Kalau bisa kerja sama dengan dua  perusahaan itu, saya yakin standart dan kualitas dari digital skills anak-anak muda yang belajar di BBPLK akan berstandar internasional. Jadi tak ada sia sianya orang menghabiskan waktu untuk belajar di studio kreatif ini," katanya.

Terpenting saat ini kata Hanif Dhakiri, bagaimana melakukan massifikasi pengembangan digital skilss di kalangan anak-anak muda di tengah tingginya antusias anak-anak muda di bidang animasi. Artinya, harus makin banyak anak muda yang menguasai kompetensi digital skills.

"Kalau Teknologi Informasi secara keseluruhan ada 6000 alumni setahun. Animasi ya sekitar sepertiganya. Setahun bisa mencapai 2000 anak, itu sudah lumayan," katanya. 

Dalam kesempatan tersebut, Hanif Dhakiri mendorong alumni pelatihan animasi di BBPLK bisa menduduki posisi menengah ke atas. Karena itu upgrading kejuruan menjadi sangat penting. Seperti di BLK  Semarang kejuruan menjahit diupgrade fesyen teknologi. Begitu selesai pelatihan alumni BLK bukan menjadi operator di tingkat paling bawah tapi bisa menjadi asisten disainer.

"Sama seperti di animasi masuk industri bukan sekedar operator komputer biasa tapi sudah naik level," katanya.

Hanif menambahkan orientasi kedua adalah penegembangan kewirausahaan. "Jangan salah, sudah ada alumni pelatihan BLK yang sudah membangun bisnis animasi di Bekasi," katanya. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG