IMG-LOGO
Daerah

6.000 Santri Ikuti Jalan Sehat di Majalaya

Senin 19 November 2018 16:33 WIB
Bagikan:
6.000 Santri Ikuti Jalan Sehat di Majalaya
Bandung, NU Online
Lebih dari 6.000 santri dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung melaksanakan Ikrar Santri di Taman Alun-alun Majalaya, Kabupaten Bandung, Ahad (18/11). Ribuan santri dari sekitar 150 pondok pesantren dan majelis taklim itu, di antaranya dari Kecamatan Majalaya, Solokanjeruk, Paseh, Ibun, Ciparay, Pacet, Kertasari, Baleendah dan kecamatan lainnya. 

Ikrar Santri merupakan salah satu kegiatan dari pelaksanaan festival marawis dan hadroh dalam rangka tasyakur Hari Santri Nasional 2018 dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Kominfo itu juga ada kegiatan jalan sehat sarungan.

Salah satu tokoh pesantren, Cucun Ahmad Syamsyurijal usai membuka acara itu mengatakan, santri memiliki peran sebelum republik ini merdeka, mereka sudah mencerdaskan kehidupan bangsa. 

“Mereka sudah terbiasa bergaya dan ber-style sarungan tetapi tidak ketinggalan, walaupun sarungan mereka mampu melangkah dibanding bukan kaum-kaum sarungan," kata 

Menurutnya, para santri sangat antusias mengikuti kegiatan ini. "Alhamdulillah, kamu santri memakai produk mereka (sarung), mereka bangga terhadap sarung," ujarnya.

Selain mempertahankan tradisi nenek moyang dulu, jalan sarungan ini sekaligus untuk mengenalkan kembali sarung kepada publik. Seperti diketahui Majalaya merupakan sentra sarung terbesar di Indonesia, selain itu sarung juga sudah menjadi identitas bangsa Indonesia sejak dulu.

"Ini adalah kota yang merupakan produsen sarung untuk dunia, bukan hanya nasional. Kita sampaikan, kepada masyarakat kalau kota senantiasa menggunakan produk dalam negeri terutama mengenakan sarung, akan terjadi simbiosis mutualisme. Kebutuhan sarung lebih meningkat dan Majalaya akan bangit lagi seperti duu," ungkapnya.

Ia berujar, pasar untuk sarung di Majalaya sudah menurun dan kejayaan sarung Majalaya tidak seperti dulu. "Jangankan untuk ekspor, untuk memenuhi kebutuhan lokal saja sudah susah," ujarnya. 

Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Bandung Asep Jamaludin mengatakan, kegiatan Jalan Sarungan ini sangat positif. "Positif sekali," ujarnya.

Selain itu, dengan kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat santri Indonesia. Menurutnya, Indonesia dibebaskan dari penjajah oleh santri, perang 10 November dilatarbelakangi dengan resolusi jihad 22 Oktober, hari pahlawan tanpa Resolusi Jihad itu tidak akan berhasil.

"Harapannya, akan membangkitkan kembali semangat jihad. Membela NKRI, kita tahu sekarang banyaklah yang menggangggu Indonesia, ada beberapa organisasi, kumpulan masyarakat yang kelihatannya, kita tidak bisa menghakimi kelihatannya sudah mulai ingin mengganti falsafah negara Indonesia dengan ideologi barat, nah imi perlu membangkitkan semangat santri yang ada di negara kita wa bilkhusus di Bandung ini, kita kumpulkan bersama sambil memperingati maulid nabi," pungkasnya. (Pungkit Wijaya/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Senin 19 November 2018 23:0 WIB
Peringati Maulid, Ishari NU Kesamben Adakan Lailatul Hadrah
Peringati Maulid, Ishari NU Kesamben Adakan Lailatul Hadrah
Kegiatan Ishari di peringatan maulid nabi
Jombang, NU Online
Keberadaan Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) Nahdlatul Ulama (NU) kian eksis di tengah masyarakat. Terlebih pada bulan Maulid Nabi Muhammad SAW seperti saat ini.

Eksistensi salah satu badan otonom (Banom) NU itu kian nampak salah satunya di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pengurus Ishari NU ini menggelar kegiatan Lailatul Hadrah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (18/11) malam di Mushalla Tholabul Maghfiroh Dusun, Ngemplak Desa Podoroto, Kesamben. Kegiatan tampak meriah, lantaran Ishari NU se-Kesamben saat itu berkombinasi.

Ketua Ishari NU Kesamben Khabibur Rohman mengatakan, kegiatan Lailatul Hadrah rutin dilakukan di berbagai desa atau tingkat ranting di Kesamben. Hal ini menurutnya bahwa Ishari NU kian diterima di kalangan masyarakat.

"Kegiatan ini juga dilaksanakan rutin setiap tiga bulan sekali yang mana tempatnya bergantian di masing-masing ranting," ucapnya.

Kegiatan digelar juga menyesuaikan momentum. Misalnya hari besar Islam juga Haul masyayikh atau sesepuh di setiap desa. 

"Setiap acara temanya berbeda, terkadang menyesuaikan dengan peringatan hari besar Islam atau juga haul salah satu sesepuh dari ranting yang ditempati," lanjut dia.

Ia memaparkan, giat rutin Ishari NU tentu juga dapat meningkatkan ukhuwah di internal pengurus, sehingga Ishari terus eksis dan berkembang. 

"Dengan diadakan rutinan ini bisa menjadi ajang shilaturrahim antaranggota untuk saling tukar informasi. Dan sebagai sarana latihan bersama saat ada lagu, drek (tarian tangan atau badan) dan kecrek (tepukan tangan) yang terbaru baik dari pimpinan cabang maupun pimpinan wilayah," jelasnya.

Menurut pandangannya, setiap kegiatan yang dilaksanakan Ishari NU bertujuan untuk meneruskan salah satu syiar Islam di bidang seni dan dakwah. 

"Tentu kita melakukan syiar dakwah Islam melalui lantunan shalawat nabi versi Ishari. Tak hanya menjadi tontonan tapi juga menjadi tuntunan bagi masyarakat sebab di Ishari itu ada beberapa gaya khasnya tersendiri," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Senin 19 November 2018 22:45 WIB
Bupati Jombang: Saat di Rumah, Santri Harus Merawat Masyarakat
Bupati Jombang: Saat di Rumah, Santri Harus Merawat Masyarakat
Nyai Hj Mundjidah Wahab, Bupati Jombang.
Jombang, NU Online
Puncak peringatan satu abad Pondok Seblak, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur digelar Ahad (18/11) malam. Berbagai pertunjukkan seni ditampilkan sebagai ciri khas pesantren. 

Acara ini digelar di halaman pondok. Ribuan undangan memadati lokasi acara. Mulai para alumni, santri, guru, wali murid hingga masyarakat sekitar pondok.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab hadir guna memberikan hadiah lomba banjari dan baca kitab kuning. Perempuan yang juga Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jombang ini lebih banyak mengulas kiprah pesantren bagi Indonesia.

Tanpa pesantren, khususnya di Jombang dan umumnya di Indonesia, maka negeri ini akan terus tertimpa becana. "Maka segenap unsur yang ada di pesantren harus terus khatmil Qur'an, salawatan dan istighotsah," katanya.

”Saya berharap para santri tidak usah khawatir, karena sudah dibekali para kiai, karena ke depan akan menerima estafet kepemimpinan dari yang kami-kami ini," kata putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Hasbullah ini. 

Dirinya berharap santri semangat belajar. Karena ilmu yang dipelajari di pesantren sangat bermanfaat dan santri dituntut untuk tanggung jawab.

“Anak dari pondok itu diharapkan jika sudah pulang jangan diam di rumah saja, tapi rawatlah masyarakat, tidak hanya puas mengurusi rumah tangga," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Ibnu Nawawi)

Senin 19 November 2018 22:0 WIB
Tingkatkan Manajemen UPZIS, LAZISNU Wonosobo Gelar Workshop
Tingkatkan Manajemen UPZIS, LAZISNU Wonosobo Gelar Workshop
Workshop UPZIS LAZISNU Wonosobo
Wonosono, NU Online
Dalam rangka meningkatkan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Wonosobo menggelar Workshop Peningkatan Manajemen UPZIS NU se-Kabupaten Wonosobo, Ahad (18/11)  bertempat di Aula Pesantren Al-Manshur, Kauman, Wonosobo.

Ketua LAZISNU Wonosobo H Romadhon mengatakan, workshop tersebut digelar dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan UPZIS NU dalam berkhidmat kepada umat, khususnya dalam pengelolaan dan pendayagunaan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah warga NU di Kabupaten Wonosobo.

"Kami harus menjawab kepercayaan warga NU di Wonosobo, dengan pengelolaan dan pendayagunaan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah dengan modern, akuntabel, transparan, amanah, dan profesional," ujarnya di sela-sela acara.

Workshop peningkatan Manajemen UPZIS NU tersebut diikuti oleh 100 peerta dari UPZIS MWC NU se-Kabupaten Wonosobo, dan menghadirkan 4 orang narasumber, dari LAZISNU Jawa Tengah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonosobo, Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo, dan Direktur BPR Bank Wonosobo.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama PCNU dan BPR Bank Wonosobo dalam pengelolaan dana Koin NU, dan Peluncuran Mobil Sehat NU Peduli. (Nahru/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG