IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

STAINU Purworejo Gelar Workshop Sulap Edukatif


Ahad 18 November 2018 12:00 WIB
Bagikan:
STAINU Purworejo Gelar Workshop Sulap Edukatif
Workshop sulap edukatif di STAINU Purworejo, Jateng
Purworejo, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menyelenggarakan Workshop Sulap Edukatif di Auditorium kampus setempat, Jalan Pahlawan 5, Sabtu, (17/11).

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini menghadirkan Agus Santoso atau yang lebih dikenal dengan Jack Magician, seorang master Sulap Edukatif Nasional dan Presenter, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya di depan peserta yang rata-rata calon dan berprofesi guru, Jack menegaskan bahwa sulap bukan hanya seni dan hiburan semata, tetapi bahasa universal yang dapat dipakai oleh semua profesi dan kalangan.

Dalam dunia pendidikan, ia mencontohkan, sulap dapat dipakai sebagai media dalam menyampaikan pesan, hiburan, edukasi, dan mengusir kejenuhan anak didik di dalam proses pembelajaran.

Sesuai dengan temanya Memanfaatkan barang bekas atau benda sekitar menjadi media pembelajaran, Jack kemudian menampilkan sepuluh sulap kepada peserta, lengkap dengan filosofinya. Tak hanya itu, ia juga membongbongkar trik sulapnya kepada para peserta. Tepuk tangan riuh pun gemuruh saat trik demi trik dibongkar.

Selain Jack, sebelumnya ada juga Muhammad Mansyur dan Radit Vent sebagai opening, masing-masing mengisi dongeng dan bercerita dengan alat peraga (boneka).

Menurut Radit, bercerita dengan menggunakan boneka memudahkan peserta didik dalam menggambarkan imaginasi cerita.  "Ya, karena itu bentuknya visual, jadi lebih bisa diterima audiens, baik anak-anak maupun otang dewasa," tuturnya, kepada NU Online usai acara.

Ketua panitia Siti Usliyah mengatakan, Workshop Sulap Edukatif ini diadakan untuk para calon dan guru Paud, TK dan RA agar lebih memiliki skill dalam proses belajar-mengajar di kelas.

"Anak-anak suka dengan sesuatu yang baru. Sulap diterapkan dalam pembelajaran untuk mengusir jenuh. Jadi antara guru dan anak jadi lebih interaktif," kata perempuan yang juga ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMPS PIAUD) STAINU Purworejo ini.

Berdasarkan pantauan NU Online, antusiasme peserta cukup tinggi dalam mengikuti workshop dari pukul 13.00 sd. 16.30 WIB. Hal ini terlihat juga misalnya dari 150 peserta yang ditargetkan panitia, membludak menjadi 200 lebih.

Hadir dan turut mengawal workshop ini segenap civitas akademika STAINU Purworejo di antaranya Siti Aniqoh, Kaprodi PAUD, M Nurul Huda.

Nuryanto, salah satu peserta yang juga seorang guru SD mengaku puas mengikuti workshop ini. Ia merasa mendapatkan tambahan pengalaman.

"Kita jadi guru itu dianggap siswa-siswi sebagai orang yang serba bisa. Seringkali di kelas anak-anak minta 'Main sulap, pak! Main sulap, pak!' Nah, saya ke sini ini dalam rangka 'kulakan', 'belanja' trik sulap," ungkapnya sambil tertawa. (Ahmad Naufa/Muiz)
Bagikan:
IMG
IMG