IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Ketum PMII Minta Cabang Kabupaten Sukabumi Teliti Pola Kaderisasi

Senin 26 November 2018 15:31 WIB
Bagikan:
Ketum PMII Minta Cabang Kabupaten Sukabumi Teliti Pola Kaderisasi
Sukabumi, NU Online 
Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Agus M. Herlambang meminta para pengurus di cabang untuk meneliti pola kaderisasi yang cocok di tempat masing-masing. 

Ia menyampaikan hal itu pada Pelantikan Pengurus Cabang PMII Kabupaten Sukabumi di Gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi, 24 November lalu. 

Menurut Agus, Sukabumi telah melahirkan kader-kader terbaik PMII di tingkat nasional dan Jawa Barat. Tugas pengurus sekarang adalah mencari tahu bagaimana cara kaderisasinya. Kemudian diujicobakan sesuai dengan kebutuhan dengan mempertimbangkan watak anggota dan kondisi kekinian Sukabumi.  

“Hal ini sebagai ciri PMII Kabupaten Sukabumi, memiliki sesuatu yang berbeda dibanding dengan cabang-cabang yang lain. Hal ini harus menjadi suatu kebanggaan bagi anggota dan kader PMII Kabupaten Sukabumi.” 

Pria kelahiran Indramayu ini berharap PMII Kabupaten Sukabumi melahirkan kader-kader terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat dan organisasinya. 

“Kebesaran PMII di suatu wilayah bukan ditentukan oleh jumlah kader yang banyak, bukan pula ditentukan oleh komisariat yang banyak, serta bukan pula ditentukan oleh jumlah bantuan pemda yang banyak, tapi keseriusan sahabat-sahabatlah yang akan menentukan masa depan bangsa, keseriusan berproses di PMII-lah yang menentukan masa depan.”

Sebelumnya, Ketua PC PMII Kabupaten Sukabumi M. Khoer Affandi, mengatakan bahwa PMII semenjak didirikan pada tanggal 17 April 1960 tetap teguh dan berkomitmen menjaga keutuhan NKRI”. 

Ia  menjamin bahwa seluruh kader dan anggota PMII Kabupaten Sukabumi tetap berpegang teguh menjaga keutuhan NKRI dengan berlandaskan keimanan kepada Allah Swt, berasaskan Pancasila, UUD 1945, serta Bhineka Tunggal Ika serta cinta tanah air dan bangsa, sebagaimana yang terdapat dalam salah satu poin janji suci kader dan anggota PMII. 

Sementara Ketua PKC PMII Jawa Barat Fachrurizal menegaskan, agama dan kebangsaan tidak boleh dipisahkan. 

“PMII merupakan kekuatan yang tumbuh dan berkembang dari paham keagamaan, yang mana paham keagamaan itu menerima falsafah bangsa dan negara. Jika ada yang bertanya PMII itu apa, jawabannya adalah bahwa pada dasarnya merupakan umat Islam yang memiliki keyakinan bahwa Indonesia harga mati,” jelasnya.

Aktivis yang akrab disapa Fras ini menambahkan PMII hadir untuk mewujudkan cita-cita negara, agar negara hadir untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut dalam melaksanakan ketertiban dunia.

Kegiatan yang dirangkai dengan seminar kebangsaan tersebut dihadiri Ketua Mabincab PMII Cabang Kabupaten Sukabumi, KH Hamdun Ahmad dan para alumni PMII. Hadir Ketua GP Ansor Kabupaten Sukabumi Nurodin, Kasatkorcab Banser Kabupaten Sukabumi Abdul Latif. Hadir pula perwakilan OSIS dari beberapa SLTA dan perwakilan kampus-kampus wilayah kabupaten dan kota Sukabumi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi) 

Tags:
Bagikan:
Senin 26 November 2018 23:33 WIB
Adelinda Hutasuhut Nakhodai IPPNU Tapanuli Selatan
Adelinda Hutasuhut Nakhodai IPPNU Tapanuli Selatan
Medan, NU Online
Adelinda Hutasuhut dipercaya menakhodai Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Adelila terpilih secara aklamasi pada Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercablub) yang berakhir Ahad (25/11/2018) malam di Pondok Pesantren Syeikh Ahmad Basyir Parsariran, Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Sebelum Konfercablub IPPNU Tapsel, terlebih dahulu digelar  Pengkaderan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang diikuti 49 orang peserta. Tampil sebagai pemateri Dr H Mustanir Nasution tentang Ke-NU-an, lalu Dr H Akhiril Pane MPd, Sekretaris PC NU Tapsel tentang Ahlusunah wal Jamaah (Aswaja), Nelli Herawati Harahap SPd tentang  Kepemimpinan oleh,  dan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Provinsi Sumut Heriyanti tentang Ke-IPPNU-an.

Ketua PW IPPNU Sumut Heriyanti dalam kata sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas  penyelenggaraan Makesta dan Konferensi Cabang Luar Biasa IPPNU Tapsel. Dia meminta kepada ketua terpilih agar terus menjalankan kaderisasi.

"Jabatan ketua IPPNU bukan untuk disombongkan, tapi merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan," tandasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Tapsel terpilih Adelinda Hutasuhut menyampaikan terimakasih atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi badan otonom NU periode 2018-2019.

"Mohon Rekanita Heriyanti sebagai Ketua PW IPPNU Sumut tetap memberikan perhatian kepada PC IPPNU Tapsel agar organisasi yang kita cintai ini menjadi pilihan bagi generasi muda untuk berimprovisasi," tutur Adelinda. (Hamdani Nasution/Abdullah Alawi)
 

Senin 26 November 2018 23:5 WIB
IPPNU Banten Beri Tips Cara Berdandan ala Pelajar Putri
IPPNU Banten Beri Tips Cara Berdandan ala Pelajar Putri
Serang, NU Online 
Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banten menggelar kelas kecantikan untuk pelajar putri bertema Make-Up ala Pelajar sebelum mengadakan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Kantor PWNU Banten, Jumat (23/11). 

Kegiatan yang menghadirkan narasumber di bidang make up Ii Nashiha tersebut diikuti pelajar putri di wilayah Banten seperti Serang, Tangerang Selatan, Kabupaten dan Kota Tangerang, Pandeglang dan Lebak.

"Acara ini bertujuan untuk melatih pelajar, khususnya IPPNU, ketika akan melakukan aktivitas. Juga ini sebagai suatu relaksasi terlebih dahulu sebelum melaksanakan rapat," tutur Siti Nur Khalidah ketua pelaksana Rapimwil, ketika dihubungi NU Online, Sabtu, (24/11).

Menurut Siti para peserta antusias menerima tips-tips bagaimana make up yang benar untuk pelajar. Tentu berbeda untuk perempuan dewasa saat misalnya pada momentum pernikahan. 

Salah seorang peserta kegiatan itu, Erni, mengatakan, teknik make up ala pelajar sangat perlu untuk memandu mereka saat bepergian ketika bersekolah dan ke kampus.

Dari kegiatan itu ia mengaku mendapatkan tambahan ilmu berdandan seperti cara memakai dan memilih bedak dan foundation dengan benar. 

Peserta lain bernama Faizah Azizah mengaku menjadi tahu cara memilih warna lipstik yang cocok.

"Sebelumnya kalau make lipstik suka enggak pede karena warnanya, tapi sekarang alhamdulillah sudah tahu mana yang cocok," pungkasnya. (Nubzah Tsaniyah/Abdullah Alawi)

Senin 26 November 2018 23:0 WIB
PMII Mojokerto Dampingi ke Warga Terdampak Galian C
PMII Mojokerto Dampingi ke Warga Terdampak Galian C
PMII Mojokerto lakukan dampingan terdampak galian C
Mojokerto, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto kunjungi warga Desa Jati Dukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto guna dengar pendapat perihal adanya galian C di daerah setempat.

"Semoga dengan adanya galian C atau penambangan ini, tidak menjadi kekhawatiran berlebih ataupun benih bencana di musim hujan yang telah datang," kata Ketua PMII Cabang Mojokerto, Laudry Faturrohman, Senin (26/11).

Menurutnya, beberapa tahun lalu di Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang ini diterjang banjir. Bencana alam ini mengakibatkan beberapa rumah warga hanyut terbawa arus, salah satu penyebab yaitu maraknya galian C.

"Tadi lima orang perwakilan dari PC PMII Mojokerto menyapa langsung serta berbagi pendapat tentang situasi terkini di Desa Jati Dukuh," ujar Laudry.

Dikatakan, tujuan kunjungan ini untuk mengetahui dan melihat langsung keadaan masyarakat. Selanjutnya, mendengarkan langsung beberapa keluhan masyarakat. Barulah setelah itu PMII Mojokerto akan bersikap.

"PMII Mojokerto belum menentukan sikap akan permasalahan galian ini. Namun kita akan menyatakan sikap terhadap galian C yang berada di Desa Jati Dukuh setelah melakukan pertemuan dengan para anggotanya untuk mengkaji permasalahan ini," tambahnya.

Namun secara umum, Laudry mengatakan keberadaan galian C tak boleh merusak lingkungan sehingga memberikan kerugian pada masyarakat. Apabila ada galian yang hanya menyengsarakan warga sekitar maka pemerintah daerah harus mengambil sikap tegas.

Oleh karena itu, ia menjelaskan lebih rinci perlunya ada pengawasan ketat dari pihak berwenang. Seperti kepolisian, pemerintah daerah, Satpol PP, dan lainnya.

"Kalau merugikan masyarakat, kita minta ada sikap tegas dari pihak berwenang di sini, itu sangat perlu," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG