IMG-LOGO
Daerah

Ini Perjuangan Rasulullah Agar Umatnya Selamat dari Neraka

Ahad 2 Desember 2018 22:45 WIB
Bagikan:
Ini Perjuangan Rasulullah Agar Umatnya Selamat dari Neraka
Pasuruan, NU Online
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, KH Muzakki Birrul Alim menceritakan salah satu perjuangan Rasulullah untuk memastikan para umatnya selamat dari api neraka. 

“Seperti ketika turun ayat, satu kebaikan dibalas satu kebaikan, demikian pula satu keburukan dibalas sama,” katanya mengawali ceramah, Ahad (2/12). 

Termasuk dalam surat al-Zalzalah ayat 7 dan 8. “Karenanya Rasulullah memohon kepada Allah untuk ditambah. Kemudian satu kebaikan dibalas sepuluh,” urainya di hadapan jamaah di Graha NU, Warungdowo, Gondongwetan Pasuruan.  

Dan Rasulullah masih memohon lagi. “Selanjutnya dilipatgandakan kembali oleh Allah yang diibaratkan bahwa satu kebaikan dibalas hingga tujuh pohon yang berbuah ribuan,” ungkapnya.

Nyatanya Rasulullah tetap mengatakan kurang. “Akhirnya dilipatkan tanpa hitungan. Ini sudah mentok," ungkap Kiai Muzakki, sapaan akrabnya pada peringatan maulid yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut. 

Lebih lanjut, Kiai Muzakki juga menjelaskan kita semua berusaha mencintai Rasulullah melebihi diri sendiri.

Menurutnya, menuju mahabbah (cinta) yang sempurna atau kamilah kepada Rasulullah ada dua cara. Yakni ilmiah dan amaliyah. 

“Cara ilmiah adalah dengan menambah pengetahuan sifat, keistimewaan, dan mukjizat Rasulullah,” jelasnya. 

Akan tetapi, pendekatan ilmiah tidaklah cukup, maka harus disertai amaliah Rasulullah. “Seperti baca shalawat, berjamaah, shalat sunnah qabliyah dan ba'diyah. Ini harus kita istikamahkan," jelasnya.

Lebih-lebih shalawat. “Karena membaca shalawat sekali saja, pahalanya seratus kjali lipat. Dan kalau membaca hingga seratus kali, pahalanya bisa sampai seribu kali,” pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Tampung Kalirejo Gondangwetan, Pasuruan tersebut. (Makhfud/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Ahad 2 Desember 2018 23:30 WIB
Ansor Jombang Gelar 212 dengan Santuni Yatim dan Janda
Ansor Jombang Gelar 212 dengan Santuni Yatim dan Janda
Kegiatan Ansor Jombang di 212
Jombang, NU Online
Jika tanggal 2 Desember 2018 banyak umat berbondong-bondong melakukan reunian di Monas Jakarta dengan menyebutnya Reuni 212, maka beda halnya dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Organisasi kepemudaan NU ini menyantuni sejumlah anak yatim dan janda yang dikemas dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa setempat, Ahad (2/12).

"Alhamdulillah atas dorongan dari Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor bersama kepala Desa Mojowangi akhirnya bisa terlaksana kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi dengan santunan anak yatim dan janda," kata Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Mojowarno, Sahrul Munir.

Di samping kegiatan santunan, pada acara yang bersamaan juga digelar pelantikan PR Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Mojowangi.

Keberadaan organisasi NU tingkat pelajar di desa tersebut, diharapkan bisa menjadi pelopor para pelajar yang lain untuk membentengi dari pengaruh negatif. Pasalnya, menurut dia, hal-hal yang berbau negatif sudah mulai merambah kalangan remaja di desa itu.  

"Pelantikan PR IPNU-IPPNU Mojowangi sebagai upaya untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang sekarang mulai merambah di Desa Mojowangi," ungkapnya.

Ia memaparkan, di Dusun Mojodukuh Desa Mojowangi diketahui umat muslim masih menjadi minoritas. Namun demikian ia berharap, dengan adanya kader-kader NU itu dapat menebar nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

"Semoga dapat menyatukan kaum muslim yang dulunya minim di Dusun Mojodukuh, Desa mojowangi, Kecamatan Mojowarno ini," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)

Ahad 2 Desember 2018 23:0 WIB
Banyak Cara Menjadi Mujahid, Begini Salah Satunya
Banyak Cara Menjadi Mujahid, Begini Salah Satunya
Foto: Ilustrasi (Ist.)

Way Kanan, NU Online
Tahun 2016, volume sampah sekitar 700-750 ton per hari. Merujuk data tersebut, volume sampah di Bandar Lampung bertambah kira-kira 100 ton per hari. Fakta ini perlu untuk segera disikapi dengan terus peduli dan ikut serta menangani masalah sampah. Kepedulian itu sebenarnya sudah dicontohkan oleh para pemulung.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan, Lampung Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, Ahad (2/12) menyebut, setiap pemulung beragama Islam layak disebut mujahid.

"Sadar atau tidak, mereka turut berjuang untuk Islam melalui jalan yang jarang ditempuh, yakni, membersihkan lingkungan hidup. Anak-anak muda, ibu-ibu rumah tangga atau siapa saja umat Islam yang mengurus, mengelola, peduli sampah dan lingkungan hidup dengan mendirikan bank sampah misalnya, juga layak disebut mujahid. Ayat-ayatnya jelas," kata dia.

Berdasarkan data LSM Mitra Bentala Lampung pada 2017 menyebut volume sampah di Bandar Lampung yang merupakan ibukota Provinsi Lampung mencapai 800-850 ton per hari.

"Jika demikian halnya, adakah kemajuan dalam menjalankan ajaran Islam?" ujarnya.

"Kalau merujuk data Mitra Bentala, ada jalan  lain menjadi mujahid, yakni turun tangan mengurai persoalan lingkungan hidup. Bandar Lampung ibukota Provinsi Lampung sampahnya sejumlah itu. Bagaimana dengan kota dan kabupaten lain?" tambah dia lagi.

Selama masih membuang botol minuman dari jendela mobil, dan belum tertib dalam memilah sampah, tak perlu menepuk dada, mendaku sebagai pejuang Islam. "Karena perilaku-perilaku tersebut, juga mengingkari ajaran Islam," kata Gatot

Selain sampah, Gatot juga merasa prihatin dengan fenomena di media sosial yang marak hujatan, caci maki.

Ia melanjutkan, KH Abdurrahaman Wahid sebagai ulama tak diragukan lagi keilmuannya telah mengajarkan, menghormati manusia, sama dengan menghormati pencipta-Nya. Merendahkan manusia berarti merendahkan pencipta-Nya.

"Kenapa sebagian masyarakat bangsa ini terjangkiti virus benci, dendam, hasud yang dilarang dalam Islam?" tuturnya.

Sejumlah warga Lampung turut menghadiri Reuni 212, di Jakarta. Sejumlah media menyebut mereka sebagai mujahid, mujahidah.

Ia menyebut, jika murni untuk memperjuangkan Islam tentu layak diapresiasi. Tapi jika tujuannya berkait dengan politik, itu mengingatkan pepatah "Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak". (Malikaisa/Muhammad Faizin)

Ahad 2 Desember 2018 22:30 WIB
NU Depok Peringati Maulid dan Doakan Indonesia Damai
NU Depok Peringati Maulid dan Doakan Indonesia Damai
Depok, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, Jawa Barat kembali  menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad yang tersebar di 11 kecamatan dan dipusatkan di Sawangan. Lokasi kali ini di Yayasan Al-Murodiyah As-Salimiyah Sawangan yang dibarengi dengan istighotsah, yasin, tahlil, zikir, tilawatul Qur'an dan doa bersama. 

"Harapan kami agar masyarakat Depok dan sekitarnya untuk terus bermunajat serta memohon pertolongan kepada Allah SWT. Agar bangsa Indonesia dijauhkan dari balak, musibah dan bencana. Dipenuhi dengan  limpahan rahmat Allah SWT agar menjadi negeri yang baldatun thayyibun warabbun ghafur," kata Ustadz Ahmad Solechan, Ahad (2/12).

Dirinya berharap agar persaudaraan, ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah tetap dijaga. “Selain itu agar tidak terjebak dalam permusuhan, saling caci jelang pesta demokrasi pada April 2019 mendatang,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Dalam pandangannya, semua kalangan anak bangsa menghendaki Kota Depok tetap  aman dan damai. “Karenanya, di sini kita memohon kepada Allah SWT," jelasnya. 

Pengasuh Ponpes Tarbiatul Mubtadiin Al Ghadir, Kempek Cirebon Mustofa Aqil menekankan untuk senantiasa meneladani Rasulullah SAW. Salah satunya, menjadi guru dan pemimpin yang baik dengan cinta tanah air. "Kita ikuti Nabi dengan cinta dan jaga Indonesia, "terangnya. 

KH Manarul Hidayah dalam tausiahnya mengingatkan bahwa peringatan maulid Nabi merupakan tradisi NU yang berkahnya luar biasa. Pasalnya, dalam maulid acara diisi dengan pembacaan al-Qur'an, dzikir, istighotsah dan silaturahim. "Di maulid itu, umat mengikuti panutan Rasulullah,"paparnya. 

Acara yang diselenggarakan di majelis pimpinan KH Fachrudin Murodih tersebut  dihadiri ratusan jamaah, termasuk para ulama dan kiai. Tampak pula para pengurus NU Depok beserta jajarannya dari perwakilan pengurus tingkat ranting dan kecamatan. (Aan Humaidi/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG