IMG-LOGO
Humor

Tulisan Wartawan dan Dokter

Rabu 5 Desember 2018 9:0 WIB
Bagikan:
Tulisan Wartawan dan Dokter
Ilustrasi (via Binpers)
Seorang aktivis wartawan pada suatu hari sedang mengisi pelatihan menulis di sebuah Madrasah Aliyah di Pemalang, Jawa Tengah.

Dalam pemaparannya terkait prinsip-prinsip menulis, si wartawan menegaskan bahwa untuk bisa meningkatkan keterampilan menulis dengan baik, maka seseorang harus terus menulis.

“Jadi, kalian harus terus menulis agar bisa menghasilkan tulisan yang bagus,” kata si wartawan.

Di tengah pemaparan tersebut, salah seorang siswa mengacungkan tangan dan bertanya, “Tapi kak, kenapa dokter tulisannya nggak pernah bagus, padahal ia sering menulis (resep)?” (Fathoni)

Tags:
Bagikan:
Senin 3 Desember 2018 14:35 WIB
Bermaksud Pergi Bela Tauhid
Bermaksud Pergi Bela Tauhid
Ilustrasi (ist)
Di hari yang cerah dan berawan saat itu, seorang murid pamitan kepada kiainya mau pergi membela tauhid.

“Saya pamit kiai untuk membela tauhid, kalimat Allah,” katanya menggebu.

"Bagus. Kamu tahu hakikat tauhid?" tanya kiainya.

"Hmm...belum kiai," jawabnya.

"Sono...belajar dulu, khatamkan dulu kitab tauhid," tegasnya.

"Lalu, nanti kalau sudah khatam bagimana kiai?" tanya sang murid.

"Amalkan dulu tauhidmu," jawab sang kiai.

"Cara mengamalkannya?" tanyanya lagi.

"Belajar saja belum, sudah tanya cara mengamalkannya," seloroh kiai. (Ahmad)


*) Disarikan dari Tweet Tasawuf KH M. Luqman Hakim, Direktur Sufi Center Jakarta
Ahad 2 Desember 2018 17:0 WIB
Mengaku Menerima Wahyu Allah
Mengaku Menerima Wahyu Allah
Gua Hira, tempat Muhammad menerima wahyu untuk pertama kali. Foto: Screenshoot YouTube
Muhammad diangkat Allah sebagai nabi dan rasul terakhir saat usianya 40 tahun. Kemudian Muhammad ‘mendeklarasikan diri’ di hadapan masyarakat Arab bahwa dirinya adalah seorang yang diutus untuk menyampaikan risalah Allah. Di awal-awal, ada yang percaya dan beriman kepada Muhammad. Tapi lebih banyak yang menentangnya, bahkan memusuhinya.

Alasan mereka yang menolak kerasulan Muhammad pun bervariasi. Mulai dari faktor ekonomi hingga iri hati. Mereka tidak rela kalau yang menjadi pembawa risalah Tuhan adalah Muhammad. Maka kemudian muncul nabi-nabi palsu, orang-orang yang mengaku mendapatkan wahyu dari Allah. Baik pada saat Nabi Muhammad maupun sepeninggalnya.

Salah satunya adalah Mukhtar as-Sakafi. Mukhtar dikenal sebagai seorang yang mencampuradukkan konsep agama untuk tujuan politik. Ia mengklaim bahwa pemikiran-pemikirannya soal agama tersebut berasal dari Allah. 

Cerita soal Mukhtar yang mengaku kalau dirinya menerima wahyu dari Allah ini sampai di telinga Abdullah ibnu Umar, putra Umar bin Khattab. Ibnu Umar merupakan sahabat Nabi Muhammad saw. yang cerdas dan memiliki sikap hati-hati. Ia masuk Islam ketika masih anak-anak, sebelum usia baligh.

Ibnu Umar hanya memberikan respons santai tapi menukik ketika ada seseorang yang melapor kepadanya tentang Mukhtar tersebut. Mula-mula, Ibnu Umar menjawab kalau klaim Mukhtar itu adalah benar. Ibnu Umar lantas mengutip salah satu firman Allah QS. Al-An’am ayat 121 tentang hal itu.

“Klaimnya benar, karena Allah berfirman, ‘Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya,” jawab Ibnu Umar yang mengibaratkan Mukhtar sebagai teman setan. (Muchlishon)

Kisah ini disadur dari buku Tertawa Bersama Al-Qur’an, Menangis Bersama Al-Qur’an (Hasan Tasdelen, 2014)
Rabu 28 November 2018 12:30 WIB
Gus Dur dan Pilpres 2004
Gus Dur dan Pilpres 2004
Menjelang kampanye pemilu presiden putaran pertama tahun 2004 silam, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menanggapi sejumlah hal terkait partai politik maupun aktivis-aktivis parpol yang ada di dalamnya.

Kala itu, Gus Dur diwawancarai oleh seorang wartawan. Wartawan tersebut bertanya kepada Gus Dur dari mulai PPP dengan Hamzah Haz-nya hingga Amin Rais yang saat itu menjadi salah satu kontestan pilpres.

Wartawan: “Gus, mengapa kampanye PPP selalu rame?”

Gus Dur: “Sebab tiap suami membawa empat istri.”

Wartawan: “Mengapa sampai kapan pun Bulan Bintang tak akan menang?”

Gus Dur: “Karena masih ada matahari.”

Wartawan: “Menurut Anda, partai-partai mana saja yang sealiran?”

Gus Dur: “Keadilan Sejahtera, Damai Sejahtera, dan Buruh Sejahtera.”

Wartawan: “Menurut Anda, jabatan apa yang cocok untuk Pak Amin Rais?”

Gus Dur: “Kepala Bulog, biar seneng terus ngurusin Rice.”

Wartawan: “Kemarin Anda sudah berkunjung ke SBY, di mana sekarang SBY berada?”

Gus Dur: “Sampean ini piye toh, dari dulu SBY (Surabaya) ya ada di Jawa Timur.” 

(Ahmad)


*) Disarikan dari buku Gus Risang, ‘Humor Gusdurian’ (2011)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG