IMG-LOGO
Daerah

Mahasiswa Jombang Ini Raih Jutaan Rupiah dengan Sketsa Wajah

Kamis 6 Desember 2018 1:0 WIB
Bagikan:
Mahasiswa Jombang Ini Raih Jutaan Rupiah dengan Sketsa Wajah
Jombang, NU Online
Waskitho Arif Rohman terlihat sibuk menggambar di atas kertas putih berukuran  30 cm x 40 cm. Tangan kanannya tampak telaten menggambar di atas kertas berulang-ulang kali hingga membentuk sketsa wajah. Karya tersebut digambar menggunakan pensil dan kadang menggunakan cat.

Begitu lah kesibukan setiap hari alumni Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum tersebut di galeri miliknya yang terletak di Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Waskito menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pesanan dari kliennya.

"Dalam beberapa tahun terakhir saya serius menekuni bisnis kerajinan sketsa wajah. Sebenarnya, kegiatan ini sudah saya lakukan sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama dulu. Hanya saja akhir-akhir ini lebih aktif," katanya, Rabu (05/12).

Mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas, Jombang bercerita awalnya ia hanya iseng-iseng membuat kerajinan sketsa wajahnya. Ia merasa nyaman dan bebas saat menggores pensil di atas kertas.

Setelah selesai menggambar, ia memposting karyanya di sosial media dan ternyata banyak yang tertarik. Bahkan sebagian langsung siap mengirim ongkos pembuatan sketsanya. Mulai dari sanalah, satu persatu pelanggannya terus bertambah. Dan bisa menghasilkan uang jutaan dalam sebulan.

"Selain media sosial seperti facebook, instagram, WatshApp, saya juga memasarkan ke teman-teman terdekat. Sebagai ajang promosi juga. Harganya juga murah, mulai Rp 90.000 sampai Rp 150.000," ujar Waskitho.

Menurut Waskito, untuk menggambar sketsa wajah paling cepat butuh waktu 5 jam. Namun cepat dan lamanya pembuatan sketsa wajah juga tergantung tingkat kerumitan objek yang digambar. Bila sketsa wajah yang digambar harus detail, terkadang pembuatannya bisa sampai dua hari.

Waskitho menambahkan jika dirinya memang sudah memiliki bakat melukis sejak kecil. Namun semakin dewasa akhirnya nyaman dengan sketsa wajah. Hingga kini, ia sudah menggambar wajah orang dengan jumlah cukup banyak.

"Kita juga menerima pesanan sketsa wajah pahlawan nasional dan tokoh besar, seperti KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul wahab Hasbullah dan Soekarno," ungkapnya.

Waskhito suatu hari nanti memimpikan memiliki galeri yang luas untuk berkarya. Selain luas, juga menjadi pusat kegiatan para pecinta seni untuk berkarya. Dengan begitu, diantara para seniman ini bisa bertukar pikiran dan berbagi cerita.

"Di masa depan, semoga galerinya dan karyanya bertambah," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Kamis 6 Desember 2018 23:45 WIB
LAZISNU NTB Gelar Khitan Ceria Berhadiah Sepeda
LAZISNU NTB Gelar Khitan Ceria Berhadiah Sepeda
Jakarta, NU Online
NU Care-LAZISNU NTB menggelar khitanan ceria, Kamis (6/12) di Lingkungan Tegal Kelurahan Selagalas Kota Mataram. Selain dikhitan gratis, para peserta khitan mendapatkan hadiah berupa sepeda, sarung anak dan bingkisan lainnya.

Sekretaris NU Care-LAZISNU NTB, Solikhin mengatakan program ini merupakan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1440 H.

"Program ini terselenggara atas kerja sama NU Care-LAZISNU NTB, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Mataram, Puskesmas Cakranegara,  remaja dan PHBI Masjid Nurul Huda Tegal," ungkap Solihin dihubungi dari Jakarta, Kamis (6/12) sore.

Ketua NU Care-LAZISNU, Saprudin mengatakan program khitanan ceria yang merupakan salah satu program kesehatan ini berjalan lancar atas dukungan berbagai pihak. "Oleh karena itu kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini," katanya.

Sementara itu Ketua DPD PPNI Kota Mataram, Pasek mengungkapkan pogram khitanan ceria ini adalah salah satu bentuk pengabdian PPNI kepada masyarakat.

"Kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya. Sebelumnya kegiatan yang sama pada tahun 2017 di tempat yang sama," ujar Pasek.

Ia menambahkan untuk program kesehatan lainnya pihaknya siap untuk bekerjamasama dengan NU Care-LAZISNU NTB seperti pengobatan gratis dan lainnya. (Kendi Setiawan)
Kamis 6 Desember 2018 23:15 WIB
Banyak yang Masuk Surga Bukan Karena Amal Ibadahnya
Banyak yang Masuk Surga Bukan Karena Amal Ibadahnya
Foto: Ilustrasi (Ist.)
Pringsewu, NU Online
Jangan merasa bangga dengan amal ibadah yang sudah dilakukan selama hidup di dunia. Semua itu tidak menjamin seseorang masuk ke dalam surganya Allah SWT. Mayoritas manusia yang masuk surga bukan karena kuantitas amal ibadahnya. Banyak yang masuk surga karena dua hal yakni mendapatkan rahmat dari Allah serta syafaat dari Rasulullah Muhammad SAW.

"Masuk surga hanya mengandalkan ibadah kita? Berat!," demikian penegasan Wakil Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung Muhammad Haris di depan jamaah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah setempat di Masjid Darussalam Komplek Pemda Pringsewu, Kamis (6/12).

Maulid Nabi lanjutnya merupakan momentum tepat untuk meraih syafaat Rasulullah SAW. Hal ini sudah ditegaskan melalui hadits Nabi yang menyatakan siapa yang memuliakan hari kelahiran Nabi Muhammad maka akan mendapatkan syafaat beliau di hari akhir.

Selain meraih syafaat, lanjut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ambarawa ini, peringatan maulid Nabi juga merupakan sarana untuk lebih meneladani akhlak Rasulullah sebagai sosok yang diutus untuk memperbaiki akhlak manusia. Ia berharap peringatan maulid jangan hanya dijadikan seremonial saja. Namun harus benar-benar berfungsi mewujudkan kehidupan yang penuh dengan akhlak baik di masyarakat.

“Kalau memperingati saja mudah. Yang tersulit adalah meneladani akhlak Rasul. Saat ini kita banjir mauidzah hasanah (ceramah) namun krisis uswatun hasanah (suri tauladan),” tegasnya.

Apalagi di era teknologi informasi saat ini, masyarakat bisa dengan mudahnya mengakses berbagai ceramah-ceramah keagamaan melalui media internet.

Terkait dengan belajar melalui media internet, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemda Pringsewu, H Zuhairi, yang memberikan sambutan mewakili Bupati Pringsewu, mengingatkan bahwa belajar ilmu tidak cukup melalui internet. Sebagian ulama ada yang menetapkan bahwa belajar ilmu harus langsung dengan guru.

“Belajar ilmu jangan hanya lewat media sosial karena cenderung dihukumi tidak sah oleh sebagian para ulama. Belajar ilmu harus face to face (tatap muka). Dengan menggelar maulid ini kita bisa langsung belajar dari ulamanya langsung,” ujarnya.

Zuhairi mengingatkan masyarakat agar hati-hati mengakses internet khususnya terkait permasalahan agama. Karena banyak informasi terkait agama di internet yang bukannya mencerahkan namun malah menjerumuskan masyarakat kepada paham kaku dan radikal dalam beragama. (Muhammad Faizin)
Kamis 6 Desember 2018 18:45 WIB
Wakil Rais NU Cilacap Meninggal Dunia
Wakil Rais NU Cilacap Meninggal Dunia
Jakarta, NU Online
NU Cilacap berduka. Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH M Suhud Muchson meninggal dunia di Rumah Sakit Geriyanti, Purwokerto, Jawa Tengah, pada Kamis (6/12) pukul 16.40 WIB.

"Betul Mas," kata Munawar AM, Wakil Sekretaris PCNU Cilacap, Jawa Tengah, kepada NU Online, pada Kamis (6/12) pukul 18.00 WIB.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin, Kesugihan, Cilacap itu sudah sebulan berjuang melawan radang lambung yang ia derita.

Kiai Suhud sebelumnya pernah menjadi Ketua PCNU Cilacap masa khidmah 2002-2007.

Menurut Munawwar, almarhum akan diistirahatkan besok sebelum shalat Jumat. "Insyaallah dimakamkan besok sebelum Shalat Jumat," katanya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG