IMG-LOGO
Internasional

Sean Penn Buat Film Dokumenter Pembunuhan Jamal Khashoggi

Kamis 6 Desember 2018 23:30 WIB
Bagikan:
Sean Penn Buat Film Dokumenter Pembunuhan Jamal Khashoggi
Foto: aa.com
Istanbul, NU Online
Seorang aktor Hollywood dan aktivis Sean Penn dilaporkan tengah membuat film dokumenter tentang pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang dibunuh di Kedutaan Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Sebagaimana diberitakan kantor berita Anadolu dan Aljazeera Penn bersama dengan 10 orang timnya, termasuk pengawalnya, datang ke Konsulat Saudi untuk syuting pada Rabu (5/12). Penn dan timnya juga terlihat di depan rumah resmi Konsul Jenderal Saudi.

Pemenang Oscar ini dilaporkan akan terus bekerja di wilayah itu bersama tim produksinya. Tidak hanya itu, Penn juga dikabarkan akan menemui tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz, selama kunjungannya di Turki itu.  

Film dokumenter yang dibuat Penn ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran publik internasional terkait pembunuhan Jamal Khashoggi.

Jamal Khashoggi, seorang jurnalis asal Arab Saudi, terbunuhketika berkunjung ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki pada Selasa (2/10) lalu. Ia sengaja mendatangi kantor perwakilan Saudi di Turki tersebut untuk mengurus dokumen pernikahannya dengan Hatice, tunangannya asal Turki. 

Semula pihak Saudi membuat pernyataan bahwa Jamal Khashoggi telah keluar dari gedung Konsulat beberapa jam setelah ia masuk, namun akhirnya Saudi mengakui kalau Jamal telah terbunuh. Meski demikian, hingga saat ini tidak diketahui dimana jenazah Jamal Khashoggi. Dugaan kuat menyebutkan kalau jenazah Khashoggi dilarutkan dengan cairan asam dan dibuang di pipa-pipa air. 

Jamal Khashoggi merupakan jurnalis yang banyak mengkritisi kebijakan Saudi, terutama dalam hal kebebasan berpendapat, hak asasi manusia di Saudi, dan keterlibatan Saudi pada Perang Yaman. (Red: Muchlishon)
Bagikan:
Kamis 6 Desember 2018 22:32 WIB
Di Sidang OKI, Indonesia Kecam Hukum Rasis Israel
Di Sidang OKI, Indonesia Kecam Hukum Rasis Israel
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, NU Online 
Organisasi Konferensi Islam (OKI) kembali menggelar pertemuan Komite Wakil Tetap (Watap) di markasnya, Jeddah guna membahas dampak pengesahan Basic Law: Israel as the Nation-State of the Jewish People (Hukum Dasar: Israel sebagai Negara-Bangsa bagi Orang-Orang Yahudi), Selasa, (5/12). Basic law yang disahkan oleh Knesset (Parlemen Israel) pada Mei 2018 itu menegaskan bahwa hak-hak nasional di Israel hanya menjadi milik orang-orang Yahudi. 

Sidang yang diprakarsai Arab Saudi ini mendengarkan posisi masing-masing negara anggota OKI terhadap Hukum Israel yang baru tersebut.

"Dengan hanya mengakui Yahudi sebagai bangsa dan agama yang berlaku di Israel, hukum Israel yang baru ini semakin membahayakan hak politik dan sejarah bangsa Palestina," terang Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jenderal RI Jeddah yang memimpin Delegasi Indonesia dalam sidang OKI tersebut.

Konjen Hery Saripudin melanjutkan bahwa basic law ini merupakan bentuk diskriminasi yang nyata terhadap bangsa Palestina dan tindak lanjut upaya Israel untuk menghilangkan identitas Arab dari wilayah pendudukan di Palestina.

Menurut Hery, langkah Israel ini semakin jauh dari semangat pencapaian solusi damai melalui two-state solution (solusi dua negara).

"Karenanya kita tidak bisa tinggal diam dan Indonesia mendorong semua negara OKI untuk memperjuangkan 'solusi dua negara' (Palestina dan Israel) dan hak rakyat Palestina untuk self-determination (penentuan nasib sendiri)," jelas Konjen RI pada sidang yang dipimpin oleh Yousef bin Ahmad al Othaimen, Sekjen OKI tersebut.  

Dalam pidatonya pada sidang OKI yang juga dihadiri oleh wakil-wakil dari negara anggota lain termasuk Arab Saudi, Afghanistan, Malaysia, Maroko, Turki, dan lain-lain, Konjen RI Jeddah menyampaikan saran Indonesia agar OKI segera mengambil langkah-langkah konkret.

"Negara anggota OKI harus mendorong tindak lanjut Resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengenai pelanggaran hak asasi manusia di Gaza oleh Pasukan Pertahanan Israel pada bulan Mei 2018 untuk mengirim komisi penyelidik pelanggaran HAM di wilayah pendudukan Palestina," ungkap Konjen Hery Saripudin.

Selain itu, menurut Konjen RI, Indonesia juga menyeru agar negara-negara OKI mendorong Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB untuk memutuskan bahwa tindakan Israel melanggar hukum internasional.

Di penggalan terakhir sambutannya, Konjen Hery Saripudin menyeru persatuan OKI dalam mendukung Palestina.

"OKI harus menyisihkan perbedaan untuk Palestina," pungkasnya seraya mengusulkan agar OKI harus segera melaksanakan operasionalisasi Islamic Office for the Boycott of Israel untuk mencegah Israel memperoleh keuntungan ekonomi dari wilayah pendudukannya; dan agar OKI segera membentuk Badan Wakaf untuk membantu pendanaan UNRWA (Badan PBB yang menangani pengungsi Palestina).

Di akhir pertemuan, para anggota OKI menyepakati Final Communique yang berisi posisi bersama negara OKI yang menolak pengesahan nation-state law Israel tersebut dan langkah-langkah bersama yang harus diambil dalam menanggapi kebijakan rasis dan diskriminatif Israel tersebut. (Red: Abdullah Alawi)
 

Kamis 6 Desember 2018 19:30 WIB
Terus Serbu Palestina, Peraih Nobel Kimia Kritik Israel
Terus Serbu Palestina, Peraih Nobel Kimia Kritik Israel
Foto: aa.com
Stockholm, NU Online
Peraih bersama Hadiah Nobel Kimia 2018 George P Smith mengatakan, langkah Israel yang terus menyerbu wilayah Palestina merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Smith menuturkan kalau Palestina dan Israel memiliki hak yang sama untuk hidup dan bisa hidup bersama dengan solusi dua negara.

“Rakyat Palestina dan Israel mesti memiliki hak yang sama dan sama-sama hidup di wilayah tersebut dalam bentuk dua negara,” kata Smith saat berada di Stocklom untuk menghadiri acara Upacara Penyerahan Hadiah Nobel pada Rabu 5 Desember, sebagaimana dilansir laman kantor berita Anadolu, Kamis (6/12).

Pensiunan profesor ilmu biologi di University of Missouri-Columbia di Amerika Serikat (AS) ini menegaskan, semua hak rakyat Palestina harus dipulihkan. Mereka harus kembali pulang ke wilayah yang diduduki.  

Smith juga menuturkan kalau apa yang dilakukan Israel tidak bisa diizinkan karena mengabaikan semua peraturan. Tidak hanya itu, Smith juga menegaskan kalau kalau segala bentuk kegiatan Israel di Jalur Gaza tidak bisa diterima.

“Israel bukan hanya menekan rakyat Palestina. Juga ada tekanan atas rakyat Yahudi yang terganggu oleh kebijakan keliru Israel,” katanya. 

Ia juga menekankan agar Israel menghentikan semua tindakannya. 

Sebelumnya, beberapa surat kabar Israel menyampaikan kekecewaannya atas pemberian Hadiah Nobel Bidang Kimia kepada seseorang yang dianggap pro-Palestina dan anti-Israel. Untuk tahun 2018 ini, Peraih Nobel Bidang Kimia dibagi menjadi dua, yaitu: satu bagian untuk Frances H Arnold dan separuh lagi diberikan secara bersama kepada George P Smith dan Gregory P Winter. Keduanya dinilai berhak mendapatkan penghargaan setelah melakukan riset tentang fag peptida dan anti bodi. (Red: Muchlishon)
Rabu 5 Desember 2018 23:0 WIB
Pesan Habib Jindan saat Maulid Nabi di Jerman
Pesan Habib Jindan saat Maulid Nabi di Jerman
Maulid Nabi di Jerman
Bremen, NU Online
Hari Sabtu, 1 Desember 2018 yang lalu menjadi kebahagiaan yang sangat besar dan sebuah pengalaman yang sangat langka dirasakan oleh jamaah Muslim di kota Bremen, Jerman. Peringatan Maulid Nabi Shallallahu alahi wassalam yang dihadiri mencapai 150 Orang oleh majelis taklim Maulid Amsterdam dan jamaah Indonesia dari berbagai kota di Jerman dan beberapa warga Muslim Turki, Afrika, Jerman dan Yaman. Sebagai inti acara adalah mauidhah hasanah oleh Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan yang dilakukan secara online.
 
Kebahagiaan ini juga yang menjadi pesan sambutan yang disampaikan oleh Muhammad Husein Al-kaff selaku wakil ketua Tanfidziyah PCINU Jerman. Ia mengutip penggalan dari Surat Yunus ayat 58 yang berarti "Katakanlah: 'Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.'"

Ia menekankan bahwa rahmat dan nikmat yang terbesar adalah terlahirnya manusia teragung sepanjang masa, yakni Nabi Muhammad Saw. Peringatan Maulid ini menjadi cara kita mengekspresikan kebahagiaan kita dengan banyak bershalawat, bedzikir, berdoa dan mendengarkan nasihat dari para ulama.

Sambutan juga disampaikan sebelumnya oleh tuan rumah, Gery Vidjaja yang juga Mustasyar PCINU Jerman dan ketua Keluarga Muslim Indonesia Bremen (KMIB). Ia beliau menyampaikan pentingnya peringatan Maulid Nabi sebagai syiar Islam untuk kita sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar kita, di mana di dalamnya kita dapat lebih mengenal dan mengenalkan Rasulullah.
 
Acara yang merupakan kerja sama dari Keluarga Muslim Indonesia Bremen (KMIB) dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman ini dimulai setelah shalat ashar berjamaah dengan pembacaan Asma’ul Husna yang dipimpin oleh Habib Salim bin Husein Al-Atas. Acara berlanjut dengan pembacaan Al-Fatihah yang dipimpin oleh Syaikh Umar Jaelani sebagi pembuka pembacaan Maulid Simtudduror Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Lantunan nasyid dan qasidah yang dibawakan oleh Puji Luna dan Grup Nasyid Pemuda Bremen yang dipimpin oleh Fadhlan Vidjaja, putra keempat dari Gery Vidjaja, turut mengiringi.

Pembacaan Maulid ditutup dengan doa dilanjutkan dengan pementasan teater oleh anak-anak yang tergabung dalam TPA Ar-Raudhah Bremen tepat menjelang waktu maghrib.

Menjadi inti acara tersebut adalah Mau’idhah Hasanah yang disampaikan oleh Al-Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan setelah shalat Maghrib. Pesan-pesan yang disampaikan beliau adalah kehadiran Rasulullah untuk mempersatukan dan mengeratkan kasih sayang antaranggota masyarakat dengan akhlak yang mulia, jauh dari permusuhan. Sehingga, acara Maulid Nabi ini diharapkan juga menambah kasih sayang dan mengeratkan hubungan persaudaraan di antara kita.

"Rasulullah adalah tauladan kita. Beliau shallallahu alaihi wassalam selalu mengajak kita untuk berkasihsayang dan menjaga akhlak. Beliau adalah pemimpin para pejuang. Bahkan ketika marah pun beliau tetap menjaga akhlak dan kasih sayang. Beliau marah karena ingin menyelamatkan manusia, bukan untuk memaki, menyumpah dan jerumuskan orang," papar Habib Jindan.

Marahnya Rasulullah indah, lanjut Habib Jindan. Marah Nabi dengan akhlak mulia. Jadi kalau ada di antara orang yang mengaku pejuang tetapi suka memaki-maki orang lain dengan dalih membela agama atau membela Rasulullah, sesungguhnya dia bukan membela agama, bukan membela Rasulullah.

"Syaitan sifatnya ingin selalu menjerumuskan manusia ke neraka, sedang Rasulullah ingin menyelamatkan manusia. Jadi hendaknya kita selalu berkasih sayang, mendoakan saudara kita termasuk mendoakan orang yang berbuat maksiat agar kita semua selamat dan dapat berkumpul bersama Rasulullah di akhirat kelak," pesannya. 

Sementara itu Habib Husein menyampaikan kerinduan dari para jamaah Eropa mendengarkan nasihat dan tausyiah dari para habaib dan kiai dari Tanah Air. "Saat ini kami hanya bisa mendengarkan lewat jalur online, menjadi harapan dan mimpi kami tahun depan Habib Jindan bisa hadir bersama kami di Jerman dan Eropa," kata Habib Husein.

Maulid Nabi Muhammad Saw 1440 H akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi PCINU Jerman, KMIB Bremen dan seluruh jamaah yang hadir. Setelah shalat Isya acara ditutup oleh Gery dengan lantunan nasyid berirama burdah dalam bahasa Jerman yang liriknya diubah berisi asas-asas Ahlussunnah wal Jamaah yaitu Islam (Fikih), Iman (Aqidah) dan Ihsan (Tasawuf). Sesi ini dengan bantuan Tobias, seorang mualaf Jerman yang menikah dengan orang Indonesia. Juga dilakukan pemutaran video tentang Maulid Nabi oleh anak-anak TPA Ar-Raudhah Bremen.

Acara ditutup dengan pembagian bunga mawar kepada tamu undangan dan ramah tamah sambil menikmati jamuan khas Indonesia, berupa nasi kuning, rendang dan lauk pauk lainnya. Di dalam diskusi saat makan malam muncul sebuah gagasan agar Majelis Akbar Maulid Nabi Saw di Eropa dapat diadakan secara rutin tiap tahunnya selama 4-5 kali di bulan Rabi’ul Awal di Belanda, Belgia dan Jerman. (Muhammad Husein Al Kaff/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG