IMG-LOGO

Saat Kader NU Juara I MTQ Internasional

Selasa 24 September 2019 08:05 WIB
Salman Amrillah telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui bidang seni membaca Al-Qur’an di Kota Teheran, Iran, yang berlangsung pada 8 hingga 15 April lalu. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan 84 negara.  Pengurus Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz Nahdlatul Ulama Jawa barat ini meraih juara pertama kategori tilawah Al-Qur’an tingkat dewasa. 
 
Menurut ajengan muda kelahiran Ciwidey, Kabupaten Bandung pada 1990 ini, pada kejuaraan tersebut, ia harus membacakan Al-Qur’an dengan langgam Bayati, Nahawan, Syikah, dan Hijaz.
 
“Ternyata hasil keputusan dewan juri, kelebihan saya dari peserta lain pada penguasaan lagu dan suara,” katanya ketika dihubungi NU Online dari Jakarta, Kamis, (18/4).  
 
Menurut, para qari dari berbagai negara itu sangat luar biasa bagus. Dengan merendahkan diri, ia menilai lebih karena faktor keberuntungan. 
 
Salman bercerita, ia mula belajar seni membaca Al-Qur’an sejak kecil kepada ayah dan bundanya yang terampil dalam bidang itu. Untuk menambah dan mengasah kemampuannya, ia menimba ilmu di berbagai pesantren Jawa Barat. 
 
Tercatat Salman pernah belajar di Pondok Pesantren Al-Falah Cicalengka yang terkenal dengan ajengan ahli Al-Quran, yang dipimpin almaghfurlah Ajengan KH Ahmad Syahid (kini dilanjutkan para putranya, di antaranya KH Cecep Syahid, Ketua Pimpinan Wilayah JQHNU Jawa Barat). 
 
Kemudian ia melanjutkan belajar ke Pondok Pesantren Al-Qur'an Cijantung, Ciamis, ke Darul Ma’arif Sindang Palay, Kabupaten Bandung, Pondok Pesantren Qiratus Sab’ah Limbangan, Garut, ke Baitur Rosyad Pacet, Kabupaten Bandung 2010. Kini ia melanjutkan Pondok Pesantren Tanjungsalam Ciwidey.
 
Masa muda Salman dihabiskan untuk berlatih dan berlatih dan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an di berbagai tingkatan. Kerja kerasnya membuahkan hasil. 
 
Bapak dua anak ini pun pernah juara qari nasional tingkat dewasa yang digelar pimpinan Pusat JQHNU di Pondok Pesantren Ash-Shidiqiyyah Karawang, Jawa Barat pada 2018. Pada tahun lalu, ia juga meraih juara ketiga MTQ Nasional di Medan, Sumatera Utara. 
 
“Kuncinya berlatih dan berlatih,” katanya ketika ditanya perihal predikat yang disandangnya itu, “dan keberuntungan nasib,” tambahnya. 
 
Pewarta: Abdullah Alawi

Author

Tonton Juga

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG