Kamis, 02 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Selasa, 27/11/2007 10:47
Bagaimana Hukumnya Taqlid?
Bagi orang awam taqlid atau mengikuti ulama mujtahid yang telah memahami agama secara mendalam hukumnya wajib, sebab tidak semua orang mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk mempelajari agama secara mendalam. Allah SWT berfirman : وَمَاكَانَ اْلمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْاكَافَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِيْنِ وَلِيُنْدِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَارَجَعُوْا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ......Detail
Form Comment 
Nama* :
Email* :
Website :
Judul Pesan* :
Pesan* :
Maxlength: 1000
Silahkan masukkan kode pada form berikut
* Required
Comments 
Komentar(5 komentar)
Jumat, 26/03/2010 18:38
Nama: Ibnu Abi Irfan
definisi taqlid
Taqlid secara etimologi berarti mengalungkan sesuatu pada leher. gambarannya, orang yang taqlid seperti binatang ternak yang dikalungkan sesuatu pada lehernya.

sedangkan secara terminologi, taqlid adalah mengikuti perkataan yang tidak ada hujjahnya sebagaimana dikatakan oleh Al-Imam Abu Abdillah bin Khuwaiz Mindad [Jami’ Bayanil Ilmi waAhlihi 2/993 dan l’lamul Muwaqqi’in 2/178]

Ibnu Abdil barr berkata: "Taqlid adalah jika engkau mengikuti perkataan seseorang dalam keadaan engkau tidak tahu segi dan makna perkataannya” [Jami’ Bayanil Ilmi waAhlihi 2/787]
Jumat, 31/10/2008 19:09
Nama: dudung solahudin
a
taklid haram bagi orang yang bisa ijtihad seperti level para pengarang kitab....... beliau-beliau juga mengikuti pendapat para ulama pendahulunya. apalagi kita yang jauhnya berapa ribu kilometer keilmuan kita dengan mereka para ulama. jadi taklid boleh, dan kita tingkatkan menjadi ittiba'' okay
Selasa, 11/12/2007 19:03
Nama: Jajang Asfarin
taqlid
Zaman sekarang insyaalloh kita sudah pada bisa membaca,menganalisa yang pada akhirnya memilih.
saya sangat setuju taqlid buta itu tidak boleh tapi untuk menguasai semua bidang kita juga mengalami kesulitan apalagi kita disibukan oleh aktivitas kerja sudah tentu untuk bidang tertentu kita tidak bisa karena hal tersebut saya juga setuju bahwa taqlid diperbolehkan bahkan wajib tapi taqlid yang cerdas.
Contoh kasus hukum bunga bank,ada sebagian ulama yang hasil ijtihadnya halal dan ada yang haram,kita tinggal melihat dasar ijtihad yang halal dan dasar yang haram,setelah itu kita pilih mana yang lebih mantap dan mendekatkan diri kita pada Alloh,insyaalloh itu yang selamat.
jadi insyaalloh NU tidak menganjurkan warga nahdliyin untuk taqlid buta tapi taqlid yang cerdas.semoga perbedaan yang ada lebih membawa berkah.amin

Jajang Asfarin (santri Al Ma'ruf lamongan)
Alumni T.Sipil ITS Surabaya (08881312027)
Jumat, 07/12/2007 15:53
Nama: Nurisk
Taqlid?
Taqlid=tuturut munding (sunda)
Taqlid=ela-elu anut grubug (Jawa)
Taqlid hanya untuk anak kecil yang belum balig, tidak perlu dalil-dalilan yang penting ikut-ikut ibadah, taqlid kepada orang tuanya atau gurunya. Taqlid juga boleh bagi orang yang-maaf-memiliki IQ di bawah standar. Tidak mampu mencerna dalil, apalagi memahami, membacapun susah. Kalau yang merasa masih bisa berfikir dan memiliki akal, janganlah taqlid, tapi jadilah muttabi', cari tau alasan dan dalilnya, baca dan kaji. Insya Allah selamat dunia akhirat...
Selasa, 04/12/2007 16:48
Nama: saifuddin zuhri
taqlid buta ?
mengapa kita hanya taqlid kepada empat madzhab tersebut ? padahal banyak ulama' lain yang pada saat itu atau saat yang lain juga mempunyai pengetahuan ilmu yang cukup mendalam, dengan kata lain tidak jauh dengan mereka. ya kalau mereka memang sebagai imam kita, tetapi tidak semua permasalahan dikembalikan kepada pemikiran mereka, bukan kah begitu? taqlid buta ada yang mengatakan " melaksanakan tanpa tahu dasar dan tujuannya". Nah, permasalahannya banyak orang yang seperti itu. sehingga besar peluang untuk kelompok yang lain yang ingin mengajaknya masuk dalam golongan mereka. ya kalau mereka golongan yang benar, kalau sesat, bagaimana? apa yang harus dilakukan masyarakat sebagai objeknya?

Baca Juga

Space Iklan
625 x 100 Pixel
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::