Sabtu, 23 Agustus 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asy'ari Wajib Dipasang
Senin, 04/02/2008 11:01
Pekalongan, NU Online
Rais Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mewajibkan warga Nahdliyyin, khususnya para pengurus NU untuk memasang foto tokoh pendiri NU dan pahlawan nasional, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy'ari, di rumah masing-masing.

Pasalnya, pemimpin tertinggi organisaasi tarekat-tarekat NU itu khawatir, saat ini para generasi muda NU banyak tidak tahu wajah tokoh penting di balik kebesaran Nahdlatul Ulama.

Habib luthfi perihatin akan nasib NU ke depan. Tokoh NU Kota Pekalongan yang juga Ketua Umum MUI Jawa Tengah itu beberapa waktu lalu meminta para Pengurus NU Kota Pekalongan agar di masing-masing rumah warga Nahdliyyin terpasang foto Hadratus Syech KH Hasyim Asy'ari tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dan pahlawan nasional.

Bak gayung bersambut, gagasan Habib Luthfi disambut PCNU dengan pencanangan gerakan pemasangan foto KH Hasyim Asy'ari bersamaan dengan acara istighotsah kubro yang berlangsung Jum'at (1/2) malam ditandai dengan penyerahan foto KH Hasyim Asya'ri berukuran 40 x 50 cm dalam bingkai kaca kepada perwakilan MWC NU, Lembaga NU, Badan Otonm NU dan Ranting NU.

Diharapkan seluruh rumah pengurus NU di semua tingkatan dalam bulan Pebruari ini sudah dipasangi foto KH Hasyim Asya'ri yang difasilitasi PCNU Kota Pekalongan dengan mencetak foto dalam bentuk poster.

Wakil ketua PCNU Kota Pekalongan Abdul Basyir mengatakan, secara bertahap PCNU akan menerbitkan buku sejarah sepak terjang tokoh-tokoh NU khususnya yang ada di Kota Pekalongan dengan harapan agar generasi penurus yang tergabung dalam wadah IPNU dan IPPNU tidak kehilangan panutan dan jejak yang amat penting bagi perkembangan NU di Kota Pekalongan.

Sementara itu tidak kurang dari sepuluh ribu warga NU Pekalongan dan sekitarnya Jum'at (1/2) malam lalu menghadiri acara istighotsah kubro yang digelar PCNU Kota Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama.

Acara yang digelar di Masjid Agung Al Jami' Kota Pekalongan mendapat perhatian penuh dari warga masyarakat. Pasalnya dalam acara itu dua tokoh ulama besar yakni Habib Luthfi dan Habib Abdullah Baqir bin Abdullah Alatas ikut hadir dan larut dalam gema istighotsah, sehingga jama'ah yang dengan hadir dengan busana putih putih tampak larut dalam do'a agar bangsa Indonesia lepas dari berbagai musibah.

Bahkan untuk memudahkan jama'ah dapat melihat susana depan panggung, pihak panitia harus menyediakan monitor besar, sehingga jama'ah tidak perlu lagi berdesakan untuk menempati ruangan utama masjid Agung Al Jami'.

Meski demikian, serambi dan halaman masjid yang cukup luas itu akhirnya tak mampu juga menampung ribuan jama'ah yang terus berdatangan hingga acara berlangsung hampir separohnya.

Humas Panitia Zainal Muhibbin SPd kepada NU Online mengatakan, istighotsah kubro ini merupakan puncak acara harlah yang di gelar PCNU Kota Pekalongan sejak tanggal 10 Januari 2008 yang lalu.

Beberapa kegiatan ujar Muhibbin telah dilakukan dan mendapat sambutan masyarakat yang cukup meriah, antara lain bersih-bersih masjid dan musholla NU, pengobatan gratis massal, donor darah, malam tasyakuran, ziarah makam ulama pejuang NU dan puncaknya digelar istighotsah ini.

"Saya tidak menduga kalau acara yang digelar NU mendapat sambutan yang luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat di setiap acara yang digelar untuk memperingati Harlah NU," katanya.

"Tentu ini menjadi garapan NU ke depan bagaimana antusias masyarakat ini sebagai bukti bahwa mereka masih sangat mencintai NU," ujar Muhibbin lagi.

"Meski disadari bahwa kegiatan kolosal seperti pengobatan gratis, donor darah dan istighotsah kubro ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi kalau hal ini untuk masa depan dan kebesaran Nahdlatul Ulama, berapapun biaya yang harus dikeluarkan itu bukan masalah," tandasnya.

Walhasil, acara peringatan harlah menandai kegiatan awal pengurus NU periode 2007-2012 telah mendapat respon masyarakat dengan baik, tinggal ke depan bagaimana pengurus baru dapat merealisasikan program-programnya yang dapat menyentuh kebutuhan warga nahdliyyin khususnya dalam penanganan pendidikan, ekonomi dan kesehatan yang saat ini masih menjadi kebutuhan prioritas warga NU di Kota Pekalongan. (Abdul Muiz)
Komentar(8 komentar)
Ahad, 27/03/2011 01:16
Nama: damarwulan
masya Allah
itulah hebatnya orang hebat...
potonya saja bisa memberikan dampak yang sangat luar biasa. Apalagi semasa hidupnya.
Allahu yarham...
Ahad, 29/11/2009 17:36
Nama: amirudin
pemasangan foto
saya sangat taslim dengan apa yang dingendikakke syaikhina Habib Luthfi.lha kalo generasi penerus NU gak kenal pendiri NU, wah ada hal yang sangat penting dalam sejarah yang lambat laun terkikis.lalu...generasi penerus salah dalam mengidolakan sang idola.
Senin, 16/02/2009 07:32
Nama: Priyo.c
kebangeten
Lha mbah Lutfi sampe nyuruh masang karna pengurus NU gak Mudeng dengan maksut Mbah Hasyim untuk apa NU didirikan..Mbah Lutfi nyindir sangat halus sekali...pada warga NU khususnya pengurus...kalie....Wak..ka..ka..
Kamis, 11/09/2008 00:51
Nama: atunk
foto kiai hasyim???
suatu ketika Kiai hasyim, pernah berdebat seru dengan menantunya, kiai maksum ali al maskumambani, tentang permasalahan foto. kiai hasyim mengharamkan sedangkan kiai maksum memperbolehkan.

menurut penelitian saya, kiai hasyim hanya dua kali saja berhasil difoto. itupun tanpa sepengetahuan beliau. kedua foto tersebut kini transkipnya tersimpan di museum NU di Surabaya.

dalam kitab misbahud dzalam dikatakan melihat wajah ulama akan membawa faedah besar. mungkin inilah alasan habib lutfi menganjurkan kpd umat untuk menyimpan foto kiai hasim.

namun sayang pada foto di atas, itu hanya rekaan gambar kiai hasyim belaka. untuk mengetahui bagaimana teduhnya wajah sang pendiri NU ini silahkan anda bisa mengunjungi museum NU. (fathurrohman_tebuireng@yahoo.co.id)
Rabu, 06/08/2008 08:14
Nama: muchamad rizal
Wajib sebagai teladan
Saya sangat setuju terhadap usul Habib Luthfi, kita sebagai generasi muda NU wajib menjadikan para ulama2 terdahulu sebagai teladan. Apalagi melihat kondisi bangsa yang seperti sekarang ini, acuan pribadi ulama2 terdahulu layak dikedepankan sebagai panutan.
Rabu, 30/07/2008 16:13
Nama: Ruhiat
Kalo Photo Rasulullah ada gimana yaa...?
Kayae sy kurang setuju, apakah nanti masyarakat NU tidak akan terjebak dengan pengkultusan,sehingga lupa dengan para salafus shalih bahkan Rasulullah SAW. yang derajatnya lebih mulia.
Selasa, 11/03/2008 12:48
Nama: fachdzel
SETUJU, HABIB!
Kiai Haji Hasyim Asy'ari adalah seorang maha guru yang sangat disepuhkan oleh kalangan jami'yyah NU. Beliaulah sosok seorang pejuang Ahlussunnah Wal Jama'ah diatas merebaknya modernisasi Islam. Intinya, saya sangat setuju jika foto beliau menghiasi setiap dinding rumah pengikut organisasi yang beliau dirikan. Cuma, di sini karena saya adalah jamaah NU perorangan, maka saya kurang tahu tentang bagaimana saya dapat menemukan foto Mbah Hasyim. Apabila ada yang mengetahui, tolong kasih tahu saya. Terimakasih. (afachdzel@gmail.com)
Senin, 04/02/2008 15:19
Nama: zayn
Setuju foto Mbah Hasyim Asy'ari Dipasang
Saya sangat setuju sekali dengan usulan Rais Aam Idaroh Aliyah Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya yang mewajibkan foto mbah Hasim Asy'ari untuk dipasang dirumah2 pengurus NU. Bahkan, menurut saya, bukan hanya pengurus NU, tapi perorangan pun yang cinta NU wajib memasang tokoh dan pendiri NU tesebut. Selain itu, tokoh2 NU lainnya, seperti mbah Wahab Hasbullah, mbah Bisri Syansuri, mbah Kholil Bangkalan, Syekh Nawawi Banten, dll wajib dipasang pula. Oleh karena itu, sebaiknya ini dikoordinasikan dengan PB, PW, PC, dan MWC. Bisa saja yang cetak PB, PW, PC, atau MWC NU, terus didistribusikan pengurus2 dan pesantren2 atau sekolah2 NU. termasuk saya memesan foto2 tersebut di atas dan saya siap mendistribusikan foto2 tsb untuk wilayah kab. Majalengka, Jawa Barat.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefAgustus 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::