Kamis, 30 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Gus Sholah Siap Penuhi Undangan PKS untuk Rekonsiliasi
Jumat, 14/11/2008 15:21
Jakarta, NU Online
Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, KH Salahuddin Wahid, siap memenuhi undangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan menggalang pertemuan ‘ahli waris’ pemimpin bangsa, yang akan digelar di Jakarta, 19 November nanti.

"Saya diundang lewat telepon. Rencananya acara 19 November," kata Gus Sholah—begitu panggilan akrabnya, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, itu, Jumat (14/11).

Menurut adik kandung Ketua Umum Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, pertemuan yang dimaksudkan untuk rekonsiliasi ahli waris pemimpin bangsa, merupakan acara yang sangat baik.

"Orang yang menghargai para pahlawan, melestarikan nilai-nilai kepahlawanan kepada masyarakat, kan, bagus. PKS cerdik soal ini," jelasnya.

Pertemuan para ahli waris pemimpin yang merupakan lanjutan iklan Hari Pahlawan PKS itu direncanakan dihadiri, antara lain, Meuthia Hatta (putri Proklamator Mohammad Hatta), ahli waris Bung Tomo, ahli waris M. Natsir, ahli waris Hasyim Asy'ari, ahli waris mantan Presiden Soeharto dan ahli waris mantan Presiden Soekarno.

Rencana tersebut sempat menuai kritik. Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mahfudz Siddiq, mengatakan tidak ada kesalahan dalam iklan PKS yang memasukkan Soeharto sebagai salah satu pahlawan dan guru bangsa. Soeharto ditampilkan dalam iklan itu sebagai upaya PKS untuk melakukan rekonsiliasi bangsa.

Selain akan menggelar dialog kebangsaan pada Desember nanti, PKS juga dalam waktu dekat ini akan berencana membuat diskusi pada tanggal 19 November nanti. "Untuk acara yang bulan November, temanya membangkitkan kembali semangat kepahlawanan," ujarnya. (rif/dtc)
Komentar(3 komentar)
Jumat, 14/11/2008 21:18
Nama: NU Prihatin
cerdas
Cerdas, "PKS cerdik soal ini... ", begitulah tutur Gus Sholah... cucu pendiri NU sekaligus tokoh Nu yg saya kagumi....
sebagai intelektual NU Gus Sholah ingin warga NU cerdas agar bisa memberi sumbangan pikiran untuk mengentaskan warga NU yg masih terpinggirkan....
Kalo kita simak hampir 95% isi komentar di NU Online isinya adalah hujatan kepada Muhaimin cs, hujatan kepada yg bukan Aswaja dan pujian setinggi langit utk Gusdur.....
komentar2nya itu2 aja, tdk mutu, tdk kreatif, tdk mikir dan tidak cerdas.... pokoknya gelap... segelap nasib mayoritas nahdliyin...
rasa2nya nasib nahdliyin masih jauh untuk berubah kalau melihat "kualitas" generasi muda NU. Coba disimak baik2 pernyataan Gus Sholah.....
Jumat, 14/11/2008 19:49
Nama: zakiy_KMNanUUGM
hm
assalamu'alaikum...
hiks...
apa bisa memberikan dampak positif bagi NU yha???
apa hanya sekedar memberi PKS suara tanpa ada timbal baliknya...
ketika NU dibid'ahkan, apa PKS mau membela rakyatnya??
ketika NU dipinggirkan, apa PKS mau menengahkan kembali?
ketika tidak masa pemilu, apa PKS masih suka "sowan" ke pondok?
generasi NU, dari liberal-radikal (kalo ada). berpikir jernih adalah suatu keharusan. dimanpun kalian, kembalilah ke NU, kembalilah ke ummat, untuk mengayomi ummat. jangan sampai ummat hanya dimainkan oleh partai-partai yang penuh sekali dengan pragmatisme...
ayo, daya saing NU harus ditingkatkan....
semangat NU!!!
Jumat, 14/11/2008 15:33
Nama: GP ANSOR GRESIK
Partai Keluarga Soeharto.... hidup PKS
Partai berkedok agama yang menghalalkan berbagai cara untuk meraih dukungan sebanyak mungkin. tetapi tidak ada misi dan visi untuk kesejahtraan rakyat. Mengaku bahwa didukung oleh para pemuda, itu tak benar , memang didukung para pemuda dan pemudi yang gayanya ke timur tengahan, ala arab.tetapi bukan para pemuda yang mencintai pluralisme dalam naungan NKRI dan Pancasila. Kemnangan PKS telah mengecewakan rakyat. Jabar dan Banten dipimpin oleh orang PKS , apa yang terjadi , tambah semberaut, tambah miskin tambah banyak pengangguran karena tak mampu mengelola wilayah dan memimpin rakyat, mampunya hanya mengekang rakyat dan melarang rakyat dengan ideologi dan prinsip PKS ala arabisasi. PKS = Partai Kredibilitas Suharto atau Partai Keluarga Soeharto... cari duit "halal" dari cendana yaa...
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefOktober 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::