Ahad, 31 Agustus 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Tanpa Sang Mursyid, Jamaah Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah Tetap Membludak
Ahad, 18/07/2010 20:53
Tanpa Sang Mursyid, Jamaah Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah Tetap Membludak
Surabaya, NU Online
Kepergiaan KH Ahmad Asrori bin Utsman Al Ishaqi, Mursyid Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah, hampir setahun yang lalu tidak menyurutkan langkah para jamaah yang mengikuti kegiatan rutin tahunan yang digelar di komplek Pondok Al Fitrah, Kedinding Lor, Surabaya.

Dalam kegiatan majelis dzikir yang diadakan Ahad (18/7) pagi, para jamaah dari berbagai daerah di Indonesia serta Malaysia dan Singapura memadati kawasan Pesantren Al-Fitrah seluas sekitar 3 hektar, sampai ke komplek-komplek perumahan di kelurahan Kediding Lor dan sekitarnya.

Di terminal bus Bungurasih Surabaya yang masih berjarak puluhan kilometer dari lokasi para sopir kendaraan umum pun kontan menanyakan kepada para penumpang dari berbagai kota, “Mau ke pondok pak?”, maksudnya ke pondok pesanten Al-Fitrah. Kiai Asrori memang dikenal dan disegani oleh berbagai kalangan masyarakat Surabaya.

Pada acara haul dan majelis dzikir tahunan Ahad pagi itu, meski tanpa Sang Mursyid, kegiatan dimulai seperti biasa pada sekitar pukul 06.30 WIB yang didahului oleh pembacaan hadiah Al-Fatihah, dilanjutkan istighotsah, Manaqib, Tahlil dan Shalawat. Kegiatan dipimpin oleh para murid, dan santri Kiai Asrori secara bergantian. Sementara taushiyah disampaikan oleh para habaib dan kiai.

Kegiatan telah dimulai pada Sabtu malam. Beberapa jamaah yang datang dari luar kota bahkan rela tidur di jalan-jalan hanya dengan menggelar tikar atau koran. “Kami ingin mengikuti acara haul sambil ziarah ke pesarean (makam) Romo Kiai,” kata Ahmad salah seorang jamaah dari Lampung.

Kiai Ahmad Asrori bin Utsman Al-Ishaqi meninggal dunia pada Selasa 18 Agustus 2019 lalu pada dini hari sekitar pukul 02.00 dalam usia yang cukup muda 50-tahunan. Dalam tradisi tarekat biasanya kepemimpinan diwariskan ke putra-putra Sang Mursyid, namun saat ini putra-putri Kiai Asrori masih kecil.

Menurut informasi yang diterima NU Online, hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai pengganti Kiai Asrori. Kepemimpinan tarekat diserahkan secara kolektif kepada para murid Kiai Asrori dari berbagai daerah. Sementara kegiatan tarekat diberbagai daerah digerakkan oleh Jamaah Al-Khidmah yang dipimpin oleh KH Hasanuddin atau biasa dipanggil Bung Has.

Kiai Asrori adalah putra Kiai Utsman Al-Ishaqi yang dinisbatkan pada Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, karena Kiai Utsman masih keturunan Sunan Giri. Kiai Utsman sendiri merupakan murid Kiai Ramli Tamim Jombang yang kemudian dibaiat sebagai mursyid.

Kiai Utsman mengembangkan tarekat di Surabya. Kiai Ahmad Asrori lalu meneruskan perjuangan Kiai Utsman di kawasan Kediding Lor Surabaya. Pada masa kepemimpinan Kiai Asrori inilah jumlah jamaah tarekat ini semakin membludak. Berbagai kegiatan majelis dzikir diadakan oleh para jamaah di daerah masing-masing. Sementara kegiatan puncak di komplek Al-Fitrah yang digelar tiap tahun menjelang bulan Ramadhan ini dihadiri oleh jutaan jamaah. (nam)
Komentar(1 komentar)
Ahad, 18/07/2010 22:03
Nama: dwm
tarekat amalan penenang jiwa
sudah mafhum adanya diantara para mursyid dan pemeluk tarekat, tidak ada sedikitpun tarikan yang menggerus antar mursyid dan kholifah, meski beda maslaknya. pada titik puncak pertemuan ada pertautan batin yang mengikat secara spiritual antar pengamal tarekat apapun bentuk namanya.mudah-mudahan amalan batin ini, menginspirasi pada kita agar berhenti sejenak dalam keberbedaan dan pada tarikan yang mengarah pada perebutan tampuk kepeminpinan.kyai asrori telah hadir kembali membaiat pengikutnya agar tidak ada sedikitpun berfikir mengganti sebagai kholifah.tapi kekhalifahan hanya akan ditunjuk langsung dari penguasa alam semesta tanpa adanya interes apalagi mencalonkan diri sebagai sikap sombong yang amat jauh dari bidikan kaum sufi.mereka tidak butuh atribut jabatan 'politis' itu.hidup tarekat dibumi Indonesia sebagai benteng dari arus gempuran paham impor diluar tradisi spiritual keagamaan.kaum sufi akan tetap hidup diberbagai cabang dan aliran.salam kepada semuanya.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefAgustus 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::