Selasa, 23 September 2014
Language :
Find us on:
Warta 
Syekh Nawawi, Ulama Besar yang Harus Dijadikan Tauladan
Sabtu, 18/11/2006 10:39

Serang, NU Online
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, bangsa Indonesia merasa bangga atas putra bangsa seperti Syekh Nawawi Al-Bantani yang telah menjadi ulama besar dan terkenal, bukan saja di Indonesia akan tetapi sampai di pusat agama Islam, yaitu Mekkah dan itu harus dijadikan tauladan.

"Kalau orang Mekkah mengajar di Banten itu hal yang biasa, akan tetapi kalau orang Banten mengajar di Mekkah seperti Syekh Nawawi, itu luar biasa dan patut dijadikan tauladan," kata Wapres pada peringatan Haul ke-113 Syekh Nawawi Al-Bantani di Serang, Jum’at malam.

Menurut Wapres, kita mendukung dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh pesantren An-nawawi dalam pengembangan pendidikan selama ini, serta terus menambah pengetahuan-pengetahuan yang lebih baik, agar lahir syekh Nawawi-syekh Nawawi muda dimasa yang akan datang.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren A-Nawawi, KH Maruf Amin mengatakan, murid-murid Syekh Nawawi telah banyak yang menjadi ulama-ulama besar yang ada di Indonesia khususnya, seperti KH. Hasyim As’ari pendiri NU, Sulaeman Ar-Rusuli (Perti) serta masih banyak ulama-ulama lainnya.

"Syek Nawawi Al-bantani adalah seorang pengarang yang produktif, yang telah banyak menghasilkan kitab berbagai cabang ilmu, sehingga beliau dijuluki sebagai ulama besar abad ke-14," kata KH Ma’ruf Amin.

Menurut rais syuriah PBNU tersebut, di Kampung Tanara inilah 200 tahun yang lalu Syekh Nawawi Al-Bantani dilahirkan, hingga beliau menjadi ulama yang terkenal di seluruh dunia.

Berbagai karya cabang ilmu dan kitab-kitab yang dikarangnya sampai saat ini masih tetap dijadikan pedoman dan referensi dalam menyusun tesis dan disertasi oleh berbagai kalangan ilmuwan di belahan dunia. "Sesuai dengan namanya Tanara, yang memberi arti bahwa tempat yang memberi sinar atau penerang," tuturnya.

Acara yang dihadiri ribuan warga yang datang dari berbagai daerah khususnya di Banten ini, merupakan acara rutin yang diselenggarakan tiap tahun, dan acara ini biasanya berlangsung selama dua hari.

"Acara ini biasanya berlangsung selama dua hari, pada hari pertama diadakan pengajian, dan hari keduanya acara khusus tamu dari pemerintahan," kata Tamin, yang sengaja datang dari Karawang, Jawa Barat.

Acara Haul Syekh Nawawi tersebut, dihadiri juga Menteri Agama Maftuh Basyuni, Plt Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Kapolda Banten Brigjen Timur Pradopo, serta Unsur Muspida se Provinsi Banten, serta dihadiri juga oleh ribuan warga.

Wapres dan rombongan datang ke lokasi sekitar pukul 18.10 WIB, setelah sebelumnya ia berkunjung ke rumah Plt Gubernur Banten di Serang. (ant/mad)

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::