Sabtu, 25 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Dzikir dan Syair sebelum Shalat Berjama’ah
Selasa, 08/04/2008 06:01
Membaca dzikir dan syair sebelum pelaksanaan shalat berjama'ah, adalah perbuatan yang baik dan dianjurkan. Anjuran ini bisa ditinjau dari beberapa sisi.

Pertama, dari sisi dalil, membaca syair di dalam masjid bukan merupakan sesuatu yang dilarang oleh agama. Pada masa Rasulullah SAW, para sahabat juga membaca syair di masjid. Dalam sebuah hadits:

عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ قَالَ مَرَّ عُمَرُ بِحَسَّانِ بْنِ ثاَبِتٍ وَهُوَ يُنْشِدُ فِيْ الْمَسْجِدِ فَلَحَظَ إلَيْهِ فَقَالَ قَدْ أنْشَدْتُ وَفِيْهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ ثُمَّ الْتَفَتَ إلَى أبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ أسَمِعْتَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ أجِبْ عَنِّيْ اَللّهُمَّ أيَّدْهُ بِرُوْحِ اْلقُدُسِ قَالَ اَللّهُمَّ نَعَمْ
t;

Dari Sa'id bin Musayyab, ia berkata, “Suatu ketika Umar berjalan kemudian bertemu dengan Hassan bin Tsabit yang sedang melantunkan syair di masjid. Umar menegur Hassan, namun Hassan menjawab, ‘aku telah melantunkan syair di masjid yang di dalamnya ada seorang yang lebih mulia darimu.’ Kemudian ia menoleh kepada Abu Hurairah. Hassan melanjutkan perkataannya. ‘Bukankah engkau telah mendengarkan sabda Rasulullah SAW, jawablah pertanyaanku, ya Allah mudah-mudahan Engkau menguatkannya dengan Ruh al-Qudus.’ Abu Hurairah lalu menjawab, ‘Ya Allah, benar (aku telah medengarnya).’ ”
(HR. Abu Dawud [4360] an-Nasa'i [709] dan Ahmad [20928]).

Meogomentari hadits ini, Syaikh Isma’il az-Zain menjelaskan adanya kebolehan melantunkan syair yang berisi puji-pujian, nasihat, pelajaran tata krama dan ilmu yang bermanfaat di dalam masjid. (Irsyadul Mu'minin ila Fadha'ili Dzikri Rabbil 'Alamin, hlm. 16).

Kedua, dari sisi syiar dan penanaman akidah umat. Selain menambah syiar agama, amaliah ini merupakan strategi yang sangat jitu untuk menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat. Karena di dalamnya terkandung beberapa pujian kepada Allah SWT, dzikir dan nasihat.

Ketiga, dari aspek psikologis, lantunan syair yang indah itu dapat menambah semangat dan mengkondisikan suasana. Dalam hal ini, tradisi yang telah berjalan di masyarakat tersebut dapat menjadi semacam warming up (persiapan) sebelum masuk ke tujuan inti, yakni shalat lima waktu.

Manfaat lain adalah, untuk mengobati rasa jemu sembari menunggu waktu shalat jama'ah dilaksanakan. Juga agar para jama'ah tidak membicarakan hal-hal yang tidak perlu ketika menunggu shalat jama'ah dilaksanakan.

Dengan beberapa alasan inilah maka membaca dzikir, nasehat, puji-pujian secara bersama-sama sebelum melaksanakan shalat jama'ah di masjid atau di mushalla adalah amaliah yang baik dan dianjurkan. Namun dengan satu catatan, tidak mengganggu orang yang sedang melaksanakan shalat. Tentu hal tersebut disesuaikan deogan situasi dan kondisi masing-masing masjid dan mushalla masing-masing.

KH Muhyiddin Abdusshomad
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Ketua PCNU Jember
Komentar(10 komentar)
Kamis, 03/11/2011 22:12
Nama: tunk
Sebagai Tanda
Pujian itu harus tetap dijaga dan dilestarikan, sebab ini merupakan bagian dari syiar islam. Manfaat yang paling jelas adalah untuk memanggil para jamaah dan sebagai tanda bahwa sholat belum dimulai dan akan segera dimulai.Maaf saya tidak mengerti dalil2, tetapi begitulah manfaat yg saya rasakan selama ini.Saya lebih suka berjamaah di masjid yg melakukan pujian daripada yg sepi2 aja. Terima kasih. Wassalam
Sabtu, 20/08/2011 11:34
Nama: dikky
Mohon Koreksi
Tetapi hal ini sering menganggu ke kyusukan saat menjalakan sholat sunah, saat memasuki mesjid , bagi yang baru berwudhu baik sholat wudhu , kemudian sholat tahiyatul masjid, kemudian sholat qoblyah , di masjid tempat saya tinggal selalu melakukan pujian2 tersebut, tetapi karena suaranya sangat keras sehingga mengganggu yang lagi sholat , mohon dari pihak NU untuk menyampaikan hal ini , agar sebaiknya melantukan syair tidak dalam kondisi sedang ada yang sholat. demikian terima kasih
Kamis, 21/10/2010 15:20
Nama: Ayoeb
Aplikasi
Cuma mau ngasih masukkan, bagaimana kalau wall websitenya ditambah aplikasi jadual sholat dsb..........
Selasa, 06/07/2010 01:38
Nama: nur
Esensi Ritual NU
lihat sisi positif dari semua ritual (tahlilan, yasinan manaqib, ziarah kubur dll)yg banyak dilakukan NU. Lebih banyak untuk mengisi hati muslim dg nur ilahi. Mungkin yg perlu digencarkan adalah esensi dr semua riual tsb. Untk apa kita melakukannya perlu penjelasan yg lebih rasional tapi menyentuh nilai semngat keislaman. Saya merasa yakin bila pejelasan ini ada di tiap akan atau selesai melaksanakan akan lebih memberi pencerahan bukan keyakinan buta tanpa alasan. Ndak usah diperdebatkan masalah dalil krn akan menjadi polemik yg tak mencerdaskan, lebih baik esensi dr tipa ritual tsb disampaikan yg ujung2nya menuju Mardlatillah ok!
Rabu, 12/05/2010 16:49
Nama: mas pur

Assalaamu'alaikum wr.wb.:
"Sesungguhnya orang sholat itu sedang bermunajat kepada Tuhannya, karena itu perhatikanlah bagaimana ia bermunajat kepada-Nya dan janganlah kalian berlomba-lomba mengeraskan bacaan Al-Qur'an" (h.r. Ahmad dengan sanad yang shahih). dari hadits ini jelas bahwa kita dilarang mengeraskan suara kita ketk ad orang yang sedang sholat. Membaca Al-Qur'an dengan suara keras saja tidak boleh, apalagi yang selain itu. Artinya kita boleh membaca sholawat dan sebagainya tetapi dibaca dengan pelan jangan sampai mengganggu orang yang sedang sholat.
Wassalaamu'alaikum wr. wb.
Rabu, 24/03/2010 19:01
Nama: mamas
masya Allah
Ghanib 64....
Mushaf Alqur'an sendiri adalah tidak ada di jaman Rosululloh Saw,???????terus bgimana tuh....apa saya harus menulis ayat 2 alquran di daun lontar, batu dll.sedangkan sarana2 peribadatan umat islam saat ini juga belum tentu diproduksi oleh muslim, bisa saja yang punya pabrik orang non muslim....sebagai umat islam yang baik tak sepantasnya mengeluarkan kata2 yang tidak baik ....yuk istighfar bareng2......astaghfirllah....
Rabu, 18/11/2009 23:33
Nama: Ibnu Sina
dzikir dan syair
Zainuddin Al-Malibari berkata : Sebagian ulama telah membahas larangan jahar dengan membaca Quran atau selainnya di depan orang yang sedang salat secara mutlak (yang menimbulkan tasywiy atau bising ataupun tidak), sebab masjid itu asalnya diwakafkan bagi orang-orang yang shalat, bukan sebagai tempat memberikan nasehat atau membaca Quran (Fathul Mu'in 1, hal. 191)
Sabtu, 17/10/2009 08:55
Nama: guhpak
tenang..tenang...
Saudara-saudara... tenaang... Inti dalam ibadah itu 2 : Ikhlas lillahita'ala dan I'tibar pada kanjeng Nabi, 2 itu tidak boleh dipisah... maka asal ikhlas dan ada dalil shahih dari Nabi saw maka itu yg kita laksanakan, kedudukan hadits dloif untuk amalah ibadah tentu akan mengundang kontroversi, karena lemahnya dalil.. setuju?
Sabtu, 12/09/2009 11:18
Nama: Kang Naryo
Dzikir dan Membaca syair Sebelum sholat Berjama'ah
Komentar apapun di forum ini kita baca dengan teliti dan kesabaran. Sebab hal ini akan menambah kemantapan hati. Bagi kami adalah hal-hal yang mentradisi baik dikalangan santri di mesjid/musolla dg membaca syair puji2an untuk menanti sholat berjama'ah adalah hal biasa telah berjalan dari dahulu hingga sekarang. Apapun komentar yg diberikan dg nada tidak setuju kami tetap hapy-hapy saja. Trims
Ahad, 06/09/2009 09:26
Nama: Wahyu
GALANG UKHUWAH
SAUDARAKU SEIMAN, SETUHAN, SEKITAB.

Saya hanya mengimbau, jadikankan forum ini wahana untuk kita mendiskusikan agama untuk pencerahan dan memperkaya wawasan kita dalam beragama.

Jangan pakai kata2 kotor dan emosi, dong. Dan waspadai pihak2 yang memprovokasi.

Mari kita perkuat persaudaraan sesama muslim antara NU dan Non NU. Banyak masalah umat ini yg bisa kita perjuangkan bersama, terutama ketertinggalan kita dalam ilmu, teknologi dan perekonomian dengan Non Muslim.

Mari kita saling menghormati.
Maaf kalau ada kata2 yang salah.

Wassalam.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefOktober 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::