Kamis, 24 Juli 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Dzikir Berjamaah dengan Suara Keras
Selasa, 16/06/2009 11:14
Berkumpul di suatu tempat untuk berdzikir bersama hukumnya adalah sunnah dan merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hadits-hadits yang menunjukkan kesunnahan perkara ini banyak sekali, diantaranya.

مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوْا يَذْكُرُوْنَ اللهَ لَا يُرِيْدُوْنَ بِذَالِكَ إلَّا وَجْهَهُ تَعَالَى إلَّا نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ قُوْمُوْأ مَغْفُوْرًا لَكُمْ –أخرجه الطبراني

Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berdzikir dan tidak mengharap kecuali ridla Allah kecuali malaikat akan menyeru dari langit: Berdirilah kalian dalam keadaan terampuni dosa-dosa kalian.
(HR Ath-Thabrani)

Sedangkan dalil yang menunjukkan kesunnahan mengeraskan suara dalam berdzikir secara umum di antaranya adaah hadits qudsi berikut ini. Rasulullah SAW bersabda:

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: أَناَ عِنْدَ ظَنِّي عّبْدِي بِي وَأنَا مَعَهُ عِنْدَ ذَكَرَنِي، فَإنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرًا مِنْهُ –منقق عليه

Allah Ta’ala berfirman: Aku kuasa untuk berbuat seperti harapan hambaku terhadapku, dan aku senantiasa menjaganya dan memberinya taufiq serta pertolongan kepadanya jika ia menyebut namaku. Jika ia menyebut namaku dengan lirih Aku akan memberinya pahala dan rahmat dengan sembunyi-sembunyi, dan jika ia menyebutku secara berjamaah atau dengan suara keras maka aku akan menyebutnya di kalangan malaikat yang mulia. (HR Bukhari-Muslim)

Dzikir secara berjamaah juga sangat baik dilakukan setelah shalat. Para ulama menyepakati kesunnahan amalan ini. At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW ditanya:

أَيُّ دُعَاءٍ أَسْمَعُ؟

 “Apakah Doa yang paling dikabulkan?”

Rasulullah menjawab:

جَوْفُ اللَّيْلِ وَدُبُرُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَاتِ – قال الترمذي: حديث حسن

“Doa di tengah malam, dan seusai shalat fardlu." (At-Tirmidzi mengatakan, hadits ini hasan.

Dalil-dalil berikut ini menunjukkan kesunnahan mengeraskan suara dalam berdzikir secara berjamaah setelah shalat secara khusus, di antaranya hadits Ibnu Abbas berkata:

كُنْتُ أَعْرِفُ إنْقِضَاءِ صَلَاةِ رَسُوْلِ اللهِ بِالتَّكْبِيْرِ – رواه البخاري ومسلم

Aku mengetahui selesainya shalat Rasulullah dengan takbir (yang dibaca dengan suara keras)”. (HR Bukhari Muslim)

أَنَّ رَفْعَ الصّوْتِ بِالذِّكْرِ حِيْنَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوْبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ – رواه البخاري ومسلم

Mengeraskan suara dalam berdzikir ketika jamaah selesai shalat fardlu terjadi pada zaman Rasulullah.
(HR Bukhari-Muslim)

Dalam sebuah riwayat al-Bukhari dan Muslim juga, Ibnu Abbas mengatakan:

كنت أعلم إذا انصرفوا بذالك إذا سمعته – رواه البخاري ومسلم

Aku mengetahui bahwa mereka telah selesai shalat dengan mendengar suara berdikir yang keras itu. (HR Bukhari Muslim)

Hadits-hadits ini adalah dalil diperbolehkannya berdzikir dengan suara yang keras, tetapi tentunya tanpa berlebih-lebihan dalam mengeraskannya.


KH A Nuril Huda
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
Komentar(10 komentar)
Senin, 19/10/2009 16:30
Nama: abu nawwaf
zikir
Buat:

Abdillah, kalau berani taruh alamat rumah di sini jangan hanya tanya alamat orang yang komentarnya berbeda dengan anda, kok sepertinya sudah menjadi kebiasaan ngancam / neror, tanya alamat segala.
Kalau berbeda ya kita jadikan masukan, di pelajari Insya Alloh beliau yang benar.
Jumat, 16/10/2009 11:15
Nama: RICHO
HADITS TIRMIDZI
Hadits berikut dijadikan oleh nara sumber sebagai dalil sunnahnya Dzikir Berjama'ah.

أَيُّ دُعَاءٍ أَسْمَعُ؟
“Apakah Doa yang paling dikabulkan?”
Rasulullah menjawab:
جَوْفُ اللَّيْلِ وَدُبُرُ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَاتِ – قال الترمذي: حديث حسن
“Doa di tengah malam, dan seusai shalat fardlu." (At-Tirmidzi mengatakan, hadits ini hasan.
Manakah bunyi Hadits yang menunjukkan sunnahnya Dzikir berjama'ah.
Bukankah dalam hadits tersebut hanya disebutkan bahwa do'a yang paling didengar oeh Allah adalah Do'a yang dilakukan di tengah malam dan seusai (sesudah) melakukan solat fardhu. Tidak dikatakan dengan kata-kata "Do'a/dzikir secara berjama'ah"
Jumat, 09/10/2009 18:13
Nama: abdul azyz almuhajirin
SABAR
zaman sekarang orang di ajak zikir bersama aja males apalagi zikir yang ga pake suara .pke suara pelan ia klo bacaanya bener? klo salah. sampe masuk qubur juga tetp salah.SALAHUDIN dari cara ngomgybukan orang nu.nu bukan tmpat orang yang egois, lihat kata kata nyleneh aj lang sung panas.belajar kitab nyampe mana.mending ga usah buka situs nu lag.beajar kitab dulu yang lebih banyak.(SALAH DALAM MEMPELAJARI AGAMA)itulah arti nama kamu.
Kamis, 24/09/2009 16:57
Nama: ali mansur
jamaah
assalamualaikum wr.wb

sebagai orang awam setahu saya dan pengalaman saya yang pernah hidup dilingkungan nahdhiyyin,saya merasa damai , hati merasa sejuk ,dimana setiap kali selesei sholat berjamaah mereka wiridan bersama dengan bacaan yang sama dilanjutkan berdoa bersama dan terahir salaman bersama

kesimpulan saya,mengapa sampai terjadi ada orang yg tidak senang , merasa terganngu dll,karena mereka tidak satu jamaah sehingga mereka merasa terganggu saat wiridan sendiri





Sabtu, 29/08/2009 22:57
Nama: ahmad el-mirzaq
bertanya pentng
sesudah sholat jama'ah disunatkan bagi kita untuk wiridan tasbih, tahmid, takbir,dan tahlil, hal tersebut adah sunnahRosul. timbul pertannyan bila waktu kita berjama'ah dan dlam keadaan masbuk,scra otomatis wiridan kita akan terlambat(tidak bersamaan dengan imam).pertanyaana:apkh kita harus mengikuti wiridan imam(bersamaan yang otomatis tdk wiridannya lengkp,atau wiridan sendiri?mana yang haru kita pilih(wiridan sendiri atau bareng imam)?
Sabtu, 22/08/2009 23:56
Nama: karyono
yono menulis
dzikir itu kapan saja dimana saja bagaimana saja yang penting kita niatkan ibadah berpahala insya Allah...........
Kamis, 13/08/2009 11:10
Nama: Albarq
urun2
Tapi buat temen2 ane nahdliyyin.....
Jangan terlalu juga bersikeras untuk berdzikir dengan suara keras karena dalam kitab2 Fiqh madzhab Syafi'i berdzikir bakda dengan suara keras itu makruh kecuali dengan tujuan mengajari jama'ah. Kalau di pesantren dzikir keras ya wajar karena pak kyai musti ngajarin para santri berdzikir yang benar. Atau di mesjid yang jamaahnya masih pada keliru baca dzikirnya dibaca keras untuk mengajari mereka atau mengajari anak2 tentunya tidak setiap waktu, dipilih pas jamaahnya banyak semisal maghrib atau isya'.
Kamis, 13/08/2009 09:46
Nama: Albarq
urun1
Kalau orang salafi memakai pendapat pertama bahwa bid'ah adalah yang bertentangan dengan sunnah sehingga semua bid'ah itu sesat. Karenanya, sebelum berkata bahwa istighotsah bid'ah ia harus memberikan bukti bahwa orang berdoa menentang sunnah, orang berdzikir Laa ilaha illa Allaah mengingkari sunnah, berdzikir keras melawan sunnah, dsb.
Sebaliknya orang NU mengatakan bahwa istighotsah bid'ah hasanah karena mengikuti definisi bid'ah yang kedua.
Yang jadi masalah adalah orang salafi mendefinisikan semua bid'ah adalah sesat tetapi salah kaprah mengambil definisi bid'ah yang kedua, sehingga ia mengatakan bid'ah hasanah adalah sesat padahal berdzikir keras pernah dilakukan Rasul dan jelas tidak bertentangan dengan sunnah.
Senin, 10/08/2009 10:34
Nama: Haris
Tidak ada golongan
buat mas salahudin,

sebaiknya gak perlulah ditanyai dari firqoh mana?, sudah jelas muspek (muslim pekalongan) itu gak bawa2 golongan kok malah dipaksa mengaku dari golongan mana. Islam itu satu dari dulu sampai kiamat. Tugas seorang muslim itu saling menasihati dan memberikan pencerahan, saya kira wajar saja kalau anda pun memberikan pendapat anda maka tidak akan ada yang menanyakan anda dari golongan mana? kalau anda ditanya dari golongan mana, maka jawablah: saya golongan islam.
Kamis, 06/08/2009 01:25
Nama: syauqillah palermo
berlapang hati
assalamualaikum

kepada saudara muslim pekalongan, saya kagum dengan keteguhan hati anda, tapi kalau saya boleh usul, hendaknya kalau belajar atau berdiskusi dan tukar pendapat haruslah membuka hati, anda mengecam taqlid buta, padahal anda sendiri seperti itu, saya yakin anda hanya belajar dari beberapa ustadz, atau mungkin cuma 1 ustadz, saya itu mengaji kebeberapa golongan baik itu wahabi (salaf) muhamadiyah al-Irsyad dan NU, tentunya dengat niat membuka hati dan menuntut ilmu.coba deh, nanti anda tidak akan taqlid buta ... maaf saudara muslim pekalongan saya hanya sharing aja ... mohon jangan menyinggung perasaan kami orang NU,,, salam kenal yah, maaf kalau kata2ku agak keras,
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::