Sabtu, 29 November 2014
Language :
Find us on:
Ubudiyah 
Puasa Bulan Rajab
Kamis, 17/05/2012 08:02

Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah (hijriyah). Peristiwa Isra Mi’raj  Nabi Muhammad  shalallah ‘alaih wasallam  untuk menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat  bulan haram, ketiganya secara berurutan  adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri,  Rajab. 

Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan  ini, Al-Qur’an menjelaskan:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”


Hukum Puasa Rajab

Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab. 

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban. Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan  berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan  Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum  di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam  Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan  muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).


Hadis Keutamaan Rajab

Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab: 

• Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdo’a:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

• "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

• Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana  berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

• "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

• Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku." 

• Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.



Yusuf Suharto
Kontributor NU Online, Sekretaris Aswaja NU Center Jombang

Komentar(10 komentar)
Kamis, 21/06/2012 03:52
Nama: qodar
Penentuan tgl 27 rajab.
@ahmad khaerudin: Pertanyaan anda bisa dianalogikan dengan pertanyaan ini: "Saya baca Pancasila dan UUD 1945, kok tidak ada yang menyebutkan tanggal 17 Agustus sebagai peringatan kemerdekaan RI?".
Senin, 18/06/2012 21:01
Nama: Heru pribadi
Salafi
Apa yang dimaksud salafi itu?apakah bid'ah itu?
Senin, 18/06/2012 11:47
Nama: Ifa
Puasa setelah tanggal 27 rajab
saya bukan ingin berkomentar, tapi ingin bertanya. saya sedang dibingungkan dengan pernyataan teman tentang larangan puasa setelah tanggal 27 rajab. apakah memang benar puasa setelah tanggal 27 rajab itu tidak diperbolehkan? padahal menurut saya, selama tidak berpuasa pada hari yang diharamkan itu tidak apa-apa. lalu say juga ingin tahu, sebenarnya hari yang dimakruhkan puasa itu kapan saja? saya sangat mengharap jawaban dari pertanyaan saya ini.
Rabu, 13/06/2012 22:30
Nama: azam
rajab..
di bulan rajab ini jadikan sebagai pelatihan untuk puasa di bulan berikuktnya khususnya di bulan romadhon
Rabu, 13/06/2012 13:21
Nama: Jehan
Puasa Rojab
Semoga rahmad dan kasih sayang Alloh SWT selalu dilimpahkan kepada kita semua..Amin YRA Sekedar saran kepada penulis, jika menyampaikan hadits sebaiknya menyertakan 'status' hadits itu (Shahih, Hasan dsb) agar kita bisa lebih yakin dan istiqomah dalam melaksanakannya.Semoga ukhuway islamiyah selalu terjaga, wabilkhusus antara muslim di Indonesia. Amin
Senin, 11/06/2012 08:26
Nama: nanang rustadi
mohon Hidayah Nya
saya org awam, yg baru saja mengetahui keutamaan 4 bln haram, rajab salah satunya,mohon do'anya dari para sepuh, kyai, ulama dan kaum muslimin agar saya mendapat Hidayah dari Allah SWT.
Ahad, 10/06/2012 11:37
Nama: Abdurrahman
Alhamdulillah..
Alhamdulillah... dapat ilmu baru... sukron
Jumat, 08/06/2012 21:05
Nama: fadhialh
sing Akur
Utamakan kerukunan antar Umat Islam.
Jumat, 08/06/2012 05:53
Nama: Nur Ahmad
Kok Repot?....
Klo puasa ya puasa aja,yang gk mau puasa biarin aja.yang gk puasa kan gk tahan lapar,gitu aja kok repot.......
Kamis, 07/06/2012 14:35
Nama: ahmad khaerudin
penetapan 27 rajab
Assalamu'alaikum saya mau bertanya saya baca dalam Al-Qur'an baik surat Al-Isra maupun surat An-najm tidak menceritakan kapan pastinya tanggal bulan peristiwa Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW itu terjadi, dan tidak ada satu hadits shoheh pun yang menjelaskannya. lalu sejak kapan penetapan bahwa peristiwa Isra Mi'raj jatuh pada tanggal 27 Rajab. Terimaksih semoga Allah selalu memberikan Jalan yang Lurus Amiiin...
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 269 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::