Jumat, 25 Juli 2014
Language :
Find us on:
Buku 
Mewaspadai Aliran Salafi, Wahabi, Dan Hizbut Tahrir
Senin, 21/05/2012 10:46
Mewaspadai Aliran Salafi, Wahabi, Dan Hizbut Tahrir

Judul: Benteng Ahlussunnah Wal Jama’ah (Menolak Faham Salafi, Wahabi, MTA, Hizbut Tahrir Dan LDII)
Penulis : Nur Hidayat Muhammad 
Pengantar: Shofiyullah Mukhlas Lc., M.A.
Penerbit: Nasyrul Ilmi, Kediri
Cetakan: I, April 2012
Tebal: xvi + 288 hlm.
Peresensi: Ach. Tirmidzi Munahwan

Akhir-akhir ini yang menjadi tantangan bagi warga NU adalah maraknya aliran-aliran baru yang menyimpang dari ajaran ahlussunnah wal jama’ah. Aliran-aliran tersebut seperti, Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA), Syi’ah, Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Salafi Wahabi, dan Hizbut Tahrir (HTI). Dari beberapa kelompak dan aliran ini, ajaran amaliahnya jauh berbeda dengan apa yang selama ini menjadi tradisi di kalangan warga nahdliyin. Bahkan mereka memvonis akidah amaliah warga NU seperti, tahlilan, yasinan, shalawatan, adalah perbuatan bid’ah, dan diharamkan melakukannya.

Melalui buku “Benteng Ahlusunnah Wal Jama’ah”, Menolak Faham Salafi, Wahabi, MTA, LDII, dan Hizbut Tahrir yang ditulis oleh Nur Hidayat Muhammad ini, kita bisa mengenali seperti apa kondisi aliran tersebut yang saat ini telah berkembang besar di Indonesia, baik dari segi proses kelahirannya maupun sikap mereka terhadap para ulama. Kita tahu gerakan-gerakan mereka hanya berbekal dalil sekenanya saja, mereka mengklaim telah memahami ajaran Rasulullah dengan semurni-murninya, padahal dalilnya adalah palsu dan tidak rasional. Mereka sebenarnya tidak memahami isi al-Qur’an dan hadits, apalagi hingga menafsirkannya. 

Munculnya beberapa aliran seperti, Salafi Wahabi dan Hizbut Tahrir di Indonesia bukanlah mendamaikan umat Islam justru perpecahan yang terjadi dikalangan umat Islam. Islam melarang melakukan perbuatan kekerasan dan perpecahan, Islam adalah agama yang ramah, santun, yang menjunjung perdamaian, persaudaraan antar sesama. Salafi Wahabi adalah kelompok yang mengusung misi modernisasi agama dan perintisnya adalah Muhammad bin Abdil Wahhab di Nejd. Beliau adalah pengikut madzhab Imam Ahmad, akan tetapi dalam berakidah beliau mengikuti Ibnu Taimiyah.

Ajaran Salafi Wahabi adalah, mengkafirkan sufi Ibnu Arabi, Abu Yazid al-Bustani. Mudah mengkafirkan muslim lain. Memvonis sesat kitab “Aqidatul Awam, dan Qashidah Burdah. Mengkafirkan dan menganggap sesat pengikut Mazdhab Asy’ari dan Maturidiyyah. Merubah beberapa bab kitab-kitab ulama klasik, seperti kitab al-Adzkar an-Nawawi. Mereka menolak perayaan Maulid Nabi Muhammad karena menganggap acara tersebut sebagai acara bid’ah, dan perbuatan bid’ah menurut mereka adalah sesat semuanya. mereka menilai acara yasinan tahlilan adalah ritual bi’ah, padahal kedua amalan tersebut tidak bisa dikatakan melanggar syari’at, karena secara umum bacaan dalam susunan tahlil ada dalil-dalilnya baik dari al-Qur’an dan al-Hadits seperti yang sudah disampaikan oleh para ulama-ulama terdahulu. Dan mereka menolak kitab “Ihya’ Ulumuddin” karya Imam al-Ghazali (hal.24-25).

Aliran dan gerakan yang akhir-akhir ini berkembang di Indonesia, adalah Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir sebetulnya adalah nama gerakan atau harakah Islamiyyah di Palestina dan bukan sebuah aliran, atau lembaga strudi ilmiyah, atau lembaga sosial. Mereka hanyalah organisasi politik yang berideologi Islam dan berjuang untuk membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan, membebaskan umat dari ide-ide dan undang-undang kufur, membebaskan mereka dari cengkeraman-cengkeraman dominasi negara-negara kafir dan mendirikan kembali sistem khilafah dan menegakkan hukum Allah dalam realita kehidupan.

Gerakan yang muncul pertama kali di Quds Palestina ini, selain mengusung konsep khilafah kubra, juga menolak sistem pemerintahan demokrasi yang dianut sebagian besar negara di dunia. Tujuan besar mereka adalah memulai kehidupan Islami dengan cara menancapkan tonggak-tonggak Islam di bumi Arab baru kemudian merambah khilafah Islamiyah (hal.33).

Adapun konsep mazdhab Hizbut Tahrir adalah, ingkar akan kebenaran dan adzab kubur. Membolehkan mencium wanita bukan istri baik dengan syahwat atau tidak. Tidak percaya akan munculnya Dajjal diakhir zaman. Hadits ahad tidak boleh dijadikan dalil dalam akidah. Dan membolehkan negara Islam menyerahkan pajak kepada negara kafir.

Dengan membaca buku ini anda akan diajak untuk mengenali beberapa aliran yang ada di Indonesia serta aspek-aspek kesesatannya yang telah menyimpang dari ajaran ahlussunnah wal jama’ah. Buku ini terdiri dari tiga bab pertama, menjelaskan aliran-aliran yang berkembang di Indonesia seperti, Ahmadiyah, LDII, MTA, Ingkar Sunnah, Salafi Wahabi, Syi’ah, HTI, Muhammadiyyah, dan Ahlusunnah Wajjama’ah. Kedua, membantah tuduhan wahabi dan MTA. Ketiga, tanya jawab seputar tarekat sufi, sebagai penegas amaliah tarekat sufi yang tidak bertentangan dengan syari’at. Buku ini diharapkan sebagai benteng warga NU dari serangan aliran-aliran dan faham yang saat ini marak dan berbeda dengan mayoritas umat Islam pada umumnya.


* Dosen Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Komentar(10 komentar)
Rabu, 06/06/2012 00:42
Nama: Ahmad husein ghozali
Aku Warga NU
Turut mendukung terbitnya buku tsb,,,untuk penulis smoga slalu ada dlm lindungan ALLAH SWT...ALLAHU AKBAR
Rabu, 06/06/2012 00:38
Nama: wildan
pertahankan NU
okey banget
Selasa, 05/06/2012 11:48
Nama: widodo
cara pesan buku ini
buku yang bagus, bagaimana cara memesan buku ini?
Selasa, 05/06/2012 10:46
Nama: elfath
tanggapan
NU adalah terkenal dengan mutawassith, alangkah lebih baik isi buku itu memberikan nilai positif dan negatif dalam suatu perkumpulan karena itu akan mendorong sikap moderat...
Ahad, 03/06/2012 23:18
Nama: akbar
bersyukur
alhamdulillah suatu ilmu yg sgt baik, krn skrg byk alirn yg beda dr ahlus sunnah wal jama'ah ,gx thu mereka ikt yg mna kok bsa beda. saya tertarik untuk membeli buku ini apakah sudah beredar d pasaran, terimah kasih ilmu nya, ini sangat bermanfaat
Ahad, 03/06/2012 23:02
Nama: ABDUL LATIF
Faham salafi wahabi bisa memicu perpecahan umat
emang betul tuch...Faham salafi wahabi bisa memicu perpecahan umat,kalo ngga percaya coba lihat sendiri di YOUTUBnya "GEMBONG WAHABI SALAFI SYAFIQ BASAMALAH MEMFITNAH MUSLIMIN INDONESIA",dalam ceramahnya mengatakan : orang setelah sholat,dzikir berjamaah mereka katakan nyanyi2,inikan pelecehan,kalo mereka beda pendapat silahkan, tapi jgn menghina
Ahad, 03/06/2012 07:47
Nama: zuhry
NU
Betul bgt tu,saya sebagai karyawan swasta,di DKM kantor saya sekarang pengurusnya orang2 salafi semua,RCTI rombongan celana tinggi indonesia,bahkan cara sholat pun berbeda,jari telunjuknya goyang dombret.Bikin ibadah saya jadi nggak khusu'
Sabtu, 02/06/2012 10:14
Nama: ABDUL SALAM
Mohon koreksi ulang
Hidup di NKRI ini supaya memahami kemajemukan, tolong isi buku ini dikoreksi ulang, apakah tidak mengandung unsur memfitnah dan adu domba ? karena memberikan penilaian secara sepihak dari penulis terhadap organisasi Islam di Indonesia.Supaya tidak semakin menjadikan keruh suasana NKRI.
Sabtu, 02/06/2012 09:07
Nama: machrus
Perlu disebarluaskan
Perlu di sebarluaskan buku - buku ini ...baik di tingkat pendidikan SLTP, SMU maupun perguruan tinggi ...serta di mushola2 . masjid ...karna aliran2 tersebut bisa merugikan dunia akhrerat ... kasihan saudara2 kita
Jumat, 01/06/2012 15:18
Nama: ahmed
shared online
untuk mempercepat agar anak-anak orang nu tidak digrogoti oleh paham lain, ada baiknya jika buku tsb dibeberkan secara online. yang tak bisa akses online atau terlalu repot dengan akses, biar membeli bukunya. e.g. buku tradisi orang nu karya munawwar abd. fattah sudah bisa diakses online. terima kasih.
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefJuli 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
::::Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah melalui LAZISNU. Rekening zakat: BCA 6340161473 MANDIRI 1230004838951. Infaq: BCA 6340161481 MANDIRI 1230004838977 :::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Transaksi pembelian di Toko NU Online untuk sementara ditutup per 24 Juli-13 Agustus 2014::::