Selasa, 23 September 2014
Language :
Find us on:
Daerah 
Ansor Sumbar Prihatin Maraknya Kekerasan atas Nama Agama
Jumat, 28/09/2012 12:16

Padang, NU Online
Makin seringnya tindakan kekerasan atas nama agama belakangan ini patut menjadi perhatian semua pihak. Jika merujuk pada ajaran agama Islam, tindakan radikal (kekerasan) tidaklah dibenarkan. Apalagi tindakan kekerasan yang dilakukan untuk memaksakan kehendak terhadap kelompok tertentu yang tidak sesuai dengan keyakinannya.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat berupaya meningkatkan pemahaman kadernya dengan Islam Ahlussunnah Waljamaah melalui kegiatan Orientasi Penguatan Nilai-nilai Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat, Sabtu (29/9/2012) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Istiqamah, Sungai Abang Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat.

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rusli Intan Sati Kamis (27/9/2012) di Padang, sikap kemasyarakatan Ansor yakni tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), I’tidal ( berlaku adil) dan amar ma’ruf nahi munkar. Dengan sikap itu jelas Ansor membentengi kadernya dari tindakan-tindakan anarkis, mau menang sendiri, dan menyalahkan pihak lain semata.

Dengan prinsip kemasyarakatan tersebut, Ansor bisa hidup berdampingan dengan kelompok, keyakinan dan etnis yang berbeda satu sama lain. Masak dengan negara yang terdiri ribuan pulau, ratusan suku bangsa dan bahasa daerah, kita harus memaksakan kehendak dengan kekerasan dan mau menang sendiri. 

“Karenanya apa pun bentuk tindakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah, akan selau menimbulkan masalah baru. Salah satunya jalan adalah berdialog diantara kelompok yang bertikai,” kata Rusli yang didampingi Sekretarisnya Zulhardi Z Latif dan Bendahara  Armaidi Tanjung.   

Ansor Sumbar prihatin dengan kondisi bangsa yang makin rusak oleh tangan-tangan jahil. Makin banyaknya kasus-kasus bermunculan ke publik, menunjukkan mentalitas anak bangsa makin rusak. Korupsi merajalela, perambahan hutan (kayu) tidak terkendali dan tak terkontrol menyebabkan banjir di mana-mana, penegakan hukum yang masih belum maksimal, pergaulan bebas dan pornografi makin menjadi-jadi. Semuanya menggerogoti bangsa dan negara Indonesia secara pelan-pelan.

“Melalui orientasi yang bertemakan, Dengan Orientasi Penguatan Nilai-Nilai Aswaja, Gerakan Pemuda Ansor Siap Bentengi NKRI dari Paham Radikalisme, diharapkan akan memberikan wawasan pemikiran bagi kader Ansor untuk lebih meningkatkan pemahaman Aswaja. Sehingga mendorong tumbuhnya sikap santun dan berbuat baik untuk kepentingan bangsa,  negara dan masyarakat,” kata Rusli yang juga Plt. Ketua DPRD Kabupaten Solok ini.

Mereka yang memahami dan mengamalkan Islam Ahlussunnah Waljamaah pasti terjauh dari sikap radikalisme, apa pun alasannya. Karena Islam Ahlussunnah Waljamaah mengajarkan umatnya agar bersifat santun, saling mengasihi, menghormati dan tidak saling mencaci maki. Apalagi melakukan kekerasan terhadap pihak lain, kata Rusli menambahkan.

Orientasi menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid, A’wan PBNU Drs. H. Mohammad Leter Tuanku Bagindo dan Kontributor NU Online di Sumbar Bagindo Armaidi Tanjung. Orientasi diikuti kader Ansor dari Kabupaten/Kota di Sumbar. Kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor Kabupaten Padang Pariaman yang berlangsung hingga Ahad (30/9/2012).

Rusli menambahkan, jika dilihat  kelahiran dan perjuangan Gerakan Pemuda Ansor merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita Nahdlatul Ulama untuk berkhidmah kepada perjuangan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menuju terwujudnya masyarakat yang demokratis, adil, makmur dan sejahteraa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah waljamaah.

Dengan tuntutan ajaran Islam Ahlussunnah waljamaah, generasi muda Indonesia yang terhimpun dalam Gerakan Pemuda Ansor akan senantiasa memperoleh semangat kultural dan spiritual yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa yang luhur,  ikut berkiprah menyukseskan pembangunan di segala bidang bagi peningkatan kesejahteraan bangsa dan rakyat Indonesia.

Armaidi menambahkan, tujuan orientasi adalah memantapkan pemahaman nilai-nilai Islam yang menganut paham Aswaja di kalangan kader Gerakan Pemuda Ansor Sumbar.  Menekan gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama di Indonesia.

“Merumuskan kesamaan gerak, visi dan orientasi Gerakan Pemuda Ansor Sumbar di masa mendatang, seiring dengan arah pembangunan nasional dan membangunan generasi muda bangsa. Meningkatkan pemahaman keagamaan dan kebangsaan bagi kader  Ansor Sumbar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefSeptember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930    
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::