Sabtu, 20 Desember 2014
Language :
Find us on:
Daerah 
Kader NU Dibekali Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan
Rabu, 24/04/2013 20:14

‌Malang, NU Online
Kader NU dibekali dengan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan, dalam Pendidikan Kader Pemimpin Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan IV di Malang, Jawa Timur, Selasa (23/4).

PKPNU kali ini sudah sampai pada pertemuan ke-16-nya, dari program kuliah 3 (tiga) bulan yang direncanakan. Kali ini materi kuliah yang disampaikan adalah “Membangun Wawasan Politik Kebangsaan”. 

Materi kali ini disampaikan oleh Fatchullah, anggota DPRD Kota Malang dari fraksi PKB. Kuliah kali ini memaparkan tentang realita politik Indonesia saat ini dalam skala nasional. Selain itu juga menjelaskan profil partai-partai berpengaruh yang ada di Indonesia dan ideologi yang dimiliki mereka.

Termasuk juga menjelaskan panjang lebar tentang perjalanan dan dinamika yang terjadi di lingkungan internal beberapa partai yang ada di Indonesia, baik yang berhaluan Islam, sekuler maupun ideologi yang moderat.

Fatchullah juga menekankan tentang pentingnya pendidikan dan sekolah politik bagi masyarakat agar kita tidak mudah terpengaruh mereka yang hanya memperjuangkan kepentingan sesaat. 

“Permasalahan di Indonesia sekarang, adalah langkanya ‘sekolah politik’ di masyarakat. Sehigga mereka sangat minim akan pendidikan Politik. Dan ujung-ujungnya mereka salah dalam memilih wakil mereka sendiri baik di legeslatif maupun eksekutif,” demikian papar laki-laki yang tinggal di Sukun Kota Malang ini.

Selain itu, ia juga menitikberatkan pemahaman para peserta sebagai kader pemimpin NU masa depan akan keharusan mereka untuk memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh untuk mempertahankan NKRI yang juga didirikan oleh para Ulama NU ini. 

Hal demikian itu dilakukan karena semakin lemahnya kesadaran warga Indonesia akan wawasan kebangsaannya sendiri, sehingga secara tidak sadar mereka terbawa dalam perpecahan. 

“Sekarang ini banyak daerah-daerah yang sudah ingin menentukan kebijakannya sendiri, dengan kata lain ia ingin lepas dari pengaruh ibukota, dengan alasan bahwa mereka lebih banyak memiliki potensi. Dan otonomi adalah sebagai penengahnya,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga negara kesatuan dengan mengutip sebuah hadits Nabi yang substansinya adalah “Bahwa Kekuasaan Allah Berada pada kesatuan, dan barang siapa yang memisahkan diri dari kesatuan itu, maka akan mudah diterkam syetan sebagaimana serigala menerkam domba yang keluar dari kelompoknya.” 



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ahmad Nur Kholis

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefDesember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::