Jumat, 19 Desember 2014
Language :
Find us on:
Daerah 
PARTISIPASI PEREMPUAN
Kopri Jatim: Parpol Jangan Asal Comot!
Sabtu, 15/06/2013 03:00

Pamekasan, NU Online
Keterwakilan 30 persen perempuan di setiap partai politik (parpol) dan daerah pemilihan (dapil), umumnya main comot saja. Parpol, jarang memperhatikan kemampuannya. Tujuan utamanya ialah hanya sebatas untuk memenuhi persyaratan belaka.

Hal demikian disayangkan Ketua Korp PMII Putri (Kopri) Jawa Timur, Athik Hidayatul Ummah, saat ditemui NU Online saat berkunjung ke Kabupaten Pamekasan, Jumat (14/6).

Menurutnya, jika ditinjau dari UU dan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebenarnya perempuan sudah diberikan peluang besar untuk terjun di dunia politik, “Dengan melihat formasi nomor urut, tentunya. Akan tetapi, melihat kenyataan yang ada, perempuan kerapkali dijadikan sebagai pelengkap saja. Itu untuk menggugurkan syarat agar lolos di dapilnya,” katanya.

Hal itu, sambung gadis kelahiran Lamongan 13 Januari 1988 ini, karena partai asal comot, tanpa melihat kualitas dan kapasitas perempuan tersebut. Tanpa adanya pendidikan politik perempuan sebelumnya.

Sarjana Magister Pendidikan Universitas Negeri Malang ini juga menekankan, dalam dunia aktivis perempuan, peningkatan capacity building perempuan perlu dilakukan pada kader di basis.

“Dan Kopri sebagai ruang aktualisasi pengembangan dan pemberdayaan kader perempuan di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), tidak hanya berfokus pada persoalan perempuan yang di PMII, melainkan juga dalam konteks kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan,” terangnya.

Ia berharap perempuan berperan aktif dalam mengadvokasi dan mempengaruhi kebijakan pemerintah yang kurang memihak terhadap persoalan sosial masyarakat, misal: politik, demokrasi, HAM, kesehatan, pemerataan ekonomi, kekerasan, hukum, dan lain sebagainya.

“Karena itu, posisioning perempuan yang strategis perlu ditopang dengan pengubahan pola pikir masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan. Harus ada dukungan atau support terhadap perempuan dari semua pihak agar prempuan bisa berkarya dalam membangun negeri ini,” tukas gadis murah senyum ini.

Sementara itu, Kopri PMII Cabang Pamekasan kini menggalakkan pendidikan politik. Salah satunya dengan melangsungkan Sekolah Kader Kopri se-Jawa Timur.

Menurut Didik Ahmad, Ketua PMII Pamekasan, itu diadakan dalam rangka menyiapkan tokoh-tokoh perempuan baik di tingkat lokal, regional maupun nasional, “Karena saya melihat peran perempuan khususnya di bidang politik masih sangat rendah dan kurang diapresiasi oleh kebanyakan orang.”

Sehingga, sambung Didik, pada momentum politik ini kita mencoba menyadarkan kaum hawa bahwa eksistensi perempuan dalam bidang politik merupakan bagian dari unsur penting tegaknya demokrasi di negara kita,” gagasnya.


Redaktur: Abdullah Alawi
Kontributor: Hairul Anam

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefDesember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::