Sabtu, 29 November 2014
Language :
Find us on:
Daerah 
Kasus Bulukumba, Berindikasi Pelanggaran HAM
Sabtu, 20/09/2003 17:17

Jakarta, NU.Online
Insiden bentrokan di areal perkebunan karet PT London Sumatera (Lonsum) Bulukumba, diduga  berindikasi pelanggaran HAM. Namun belum ada bukti secara langsung.

Hal itu disampaikan oleh HM Billah, seusai melakukan pertemuan tertutup antara Komnas HAM dan Kapolda Sulsel, Jumat (19/09/2003). Menurut HM Billah, kasus ini masih akan dibawa ke tingkat rapat paripurna Komnas HAM.

Hal senada juga diutarakan oleh Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Jusuf Manggabarani. Kepada wartawan, Jusuf membenarkan ada indikasi terjadinya pelanggaran HAM, namun pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan. Ditambahkan Kapolda, total kerugian dari bentrokan Bulukumba sebesar 2,3 milyar rupiah.

Sementara itu hingga kini terdapat 22 tersangka, dimana BAPnya sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum, sedangkan 7 tersangka lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Dalam insiden bentrokan Bulukumba, kepolisian telah mengamankan 29 orang, dan 27 orang masih dalam pengejaran petugas.

Dari pihak kepolisian sendiri, terdapat 12 orang yang diperiksa, mulai dari Kapolres Bulukumba, Wakapolres Bulukumba, 7 anggota reserse kriminal Polres Bulukumba, satu anggota Polsek Ujungbulu, satu bintara Resmob Polda Sulsel dan satu orang dari satuan Satmapta Polres Bulukumba. (Cih)

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 269 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::