Senin, 21 April 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
KH Sahal Mahfudh: Mahasiswa Tak Boleh Sombong
Kamis, 26/04/2012 14:27

Jakarta, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH MA Sahal Mahfudh mengingatkan kepada para mahasiswa untuk tidak terjebak dengan standar keberhasilan pendidikan beratribut gelar atau angka-angka. Secara hakiki ilmu pengetahuan diperoleh dari Allah, sehingga siapapun tak berhak sombong atas pencapaian pada standar itu.

Hal itu disampaikan Kiai Sahal saat memberikan tausiyah dalam rangkaian acara pemberian ijazah atau sambungan sanad hadits kepada mahasiswa-mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, di ruang syuriyah, Gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (25/4).

“Pesan saya singkat saja, siapapun yang berhasil menyelesaikan studi, betapapun jumlahnya ilmu, itu Allah yang menentukan. Kita hanya mempunyai standar. Standarnya itu standar angka. Yang menentukan bisa tidaknya itu Allah SWT. Oleh karena itu, jika sudah mencapai standar itu jangan sombong,” pintanya.

Menurut Rais Aam NU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, mahasiswa dituntut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan ilmu yang dicapai secara maksimal. Meskipun, sebagai manusia, mahasiswa tentu akan senantiasa diliputi keterbatasan.

“Ingat bahwa semaksimal apapun, yang namanya manusia, pasti manusia. Ilmu pengetahuan kalian tidak akan melebihi pengetahuan Allah. Mungkin kalau dengan dosen-desen ini nanti kalian bisa mendapat gelar sampai S3, apa es krim, saya nggak tahu. Tapi yang jelas semua pengetahuan anugerah dari Allah SWT,” ujarnya diselai tawa ringan para dosen dan mahasiswa.

Dalam acara yang diselenggarakan secara khusus oleh STAINU Jakarta ini, Kiai Sahal mengijazahi para mahasiswa tiga sanad hadits musalsal, yaitu al-musalsal bil awwaliyah, al-musalsal bi qiraa’ah ayatil kursi, dan al-musalsal bil mahabbah.

Selain mahasiswa, prosesi pengijazahan juga diikuti oleh Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Qulyubi, Kaprodi PAI Imam Bukhori, jajaran dosen dan sejumlah civitas akedemika STAINU.


Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis   : Mahbib Khoiron

Komentar(5 komentar)
Sabtu, 28/04/2012 01:47
Nama: akmalhasansabili@yahoo.com
ijazah-an
baik sekali bila program semacam ini d kembangkan d kampus2 NU,supaya pemuda2 intelek lebih dekat sama ulama hngga suatu saat klo jd pejabat gk mudah korup dan penguat basis ke_aswajaaan.
Jumat, 27/04/2012 14:04
Nama: Dr Kamajaya
Tajam
Sangat Cukup
Kamis, 26/04/2012 17:32
Nama: reza alfa
salute to simbah sahal
mbah sahal ,kulo ngeh byuwun ijazahipun ngeh, kulo tenggoi, tolong kawan redaksi sampaikan keinginan saya ini
Kamis, 26/04/2012 17:32
Nama: reza alfa
salute to simbah sahal
mbah sahal ,kulo ngeh byuwun ijazahipun ngeh, kulo tenggoi, tolong kawan redaksi sampaikan keinginan saya ini
Kamis, 26/04/2012 16:15
Nama: PCNU PADANG
MAHASISIWA TIDAK BOLEH SOMBONG
ILMU SETINGGI APAPUN MASIH ADA YANG LEBIH TINGGI DAN YANG SOMBONG HANYALAH ALLAH SWT
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefApril 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Maaf transaksi pembelian via web toko.nu.or.id belum bisa beroperasi karena ada sistem yang perlu disempurnakan ::::