Jumat, 19 Desember 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Gus Yus di Balik Naiknya Gus Dur sebagai Presiden
Senin, 10/09/2012 11:20

Jember, NU Online
Naiknya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke kursi presiden RI di awal reformasi, tidak bisa dilepaskan dari peran politik KH Yusuf Muhammad (Gus Yus) sebagai Ketua fraksi PKB MPR RI waktu itu. Bagaimana sebenarnya sosok Gus Yus?

Badrul Munir, penuis buku “Mengawal Konstitusi, Pemikiran Gus Yus, Pandangan PKB” mengungkapkan, betapa Gus Yus begitu lihai memainkan peranannya waktu itu. 

“Beliau sangat lihai mencari peluang di semua lini agar nama Gus Dur diterima sebagai calon presiden oleh parlemen,” katanya saat menjadi pembicara dalam peluncuran buku tersebut di Pondok Pesantren Nuris, Antirgo, Jember, Senin (10/9).

Menurut Badrul, Gus Yus adalah sosok  ulama NU yang berpandangan luwas dan luwes dalam berpolitik. “Itu bisa kita lihat bagaimana beliau memainkan loby-loby politik menjelang untuk memunculkan nama Gus Dur, yang kemudian terpilih sebagai presiden,” tukasnya.

Gus Yus, tambah Badrul, sedikit banyak mewarisi sikap dan cara berpikir tokoh NU Nasional, KH. Achmad Shiddiq. Dikatakannya, Gus Yus dalam prakteknya  senantiasa mengedepankan politik kebangsaan, bukan politik kepentingan sesaat.

“Jadi kita berharap ada kesinambungan gagasan-gagasan besar pemikiran tokoh NU sekaliber KH. Achmad Shiddiq sampai dengan peran sejarah fenomenal KH. Wahid Hasyim saat mendirikan negara ini, dengan para politisi NU yang sekarang di Senayan,” harap Badrul.

Dalam peluncuran buku tersebut, selain dihadiri ratusan audien, hadir juga sebagai pembanding antara lain KH. Muhyiddin Abdusshomad (Rais Syuriah PCNU Jember), Abdul Hamid Wahid, pengasuh pesantren Nurul Jadid, Probolinggo sekaligus anggota FKB DPR RI, dan Ketua DPC PKB Jember, Miftahul Ulum.  

Menurut Hamid, Gus Yus adalah tokoh NU Jember yang berkiprah di tingkat nasional, dengan sikapnya yang istiqamah dalam menjaga prinsip-prinsip perjuangan NU. “Karena itu, Gus Yus patut menjadi teladan bagi kita dalam menentukan format perjuangan ke depan,” ucapnya.

Sedangkan Miftahul Ulum, menilai Gus Yus merupakan sosok yang bersih dan berwibawa. Ulum bercerita soal  sikap Gus Yus yang menolak politik transaksional ketika dicalonkan sebagai bupati Jember sekian tahun lalu. Saat itu, kata Fraksi PKB Jember memiliki 17 suara ditambah dua suara PAN. Untuk terpilih sebagai bupati, Gus Yus hanya membutuhkan 4 sura lagi. Untuk itu, lanjut Ulum, ada yang mengusulkan agar PKB selaku penyokong utama Gus Yus, mencari tambahan 4 suara dengan kompensasi uang. 

“Namun Gus Yus menolak. Katanya itu  tidak boleh. Itu sama saja dengan menyogok, dan itu neraka,” jelas Ulum menirukan komentar Gus Yus. Dan septeri diketahui, Gus Yus akhirnya benar-benar terpental dari arus perburuan kursi bupati Jember ketika itu.


Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Aryudi A. Razak



Komentar(2 komentar)
Senin, 24/09/2012 10:10
Nama: ida wahidah
kader NU yg sedang di senayan
kita memang merindukan anggota dewan(kader NU)yg sekaliber Gus Yus,tp sampe hari ini belum kelihatan,apa karena kurang publikasi,cuman yg pernah saya lihat di TV,justru koleksi pernak-pernik cilik2 yg g penting,yg katanya dapet beli dari negara sana sini,seperti bangga dgn kemewahan yg di punyai,ASTAGHFIRULLAH
Senin, 10/09/2012 12:21
Nama: umizahrok
Terkesan
sepanjang saya menajdi santri Gus Yus di Ponps Zaenab Shiddiq beliau mengajarkan nasoihul ibad saya terkesan sekali
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefDesember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::