Jumat, 18 April 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal
Kamis, 20/09/2012 08:47

Cirebon, NU Online 
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 menegaskan hukum haram untuk pemilihan calon pemimpin yang mengabaikan kepentingan rakyat secara umum, cenderung memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, dan gagal dalam melaksanakan tugas sebelumnya.

Keputusan tersebut dibacakan Sekretaris Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyah KH Arwani Faishal dalam sidang pleno terakhir Munas dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Senin (17/9). Sidang dikuti sedikitnya 600 peserta dari unsur pengurus NU dan ulama-ulama nonstruktural.

Kepada forum, Arwani menyampaikan, tidak boleh mencalonkan diri, dicalonkan, dan dipilih untuk menduduki jabatan publik atau urusan rakyat/umat orang yang mengidap sifat-sifat seperti itu. 

“Larangan tersebut karena beberapa hal di atas membuktikan bahwa ia adalah calon yang tidak jujur, tidak terpercaya, suka berkhianat dan tidak memiliki keahlian,” sambungnya.

Sumber keputusan didasarkan pada dalil al-Qur’an dan Sunnah, dilengkapi dengan pendapat ulama (aqwal ulama), seperti termaktub dalam kitab Raudlatut Thalibin, Is’adur Rafiq, dan sejumlah kitab lainnya.

Selain tentang memilih calon pemimpin, peserta Munas juga memutusan berbagai persoalan aktual (masail waqi’iyah) lain. Di antaranya, risywah atau suap politik yang berkedok zakat atau sedekah, hukuman mati bagi koruptor, syariat Islam mengenai kekayaan negara, pemenuhan kesejahteraan rakyat oleh pemerintah, pematokan harga beras, dana talangan haji, dan ihwal pembunuhan karakter. Proses bahsul masail yang diikuti para kiai ini sudah dimulai sejak Ahad pagi.


Redaktur : A. Khoirul Anam
Penulis    : Mahbib Khoiron

Komentar(8 komentar)
Selasa, 16/10/2012 09:48
Nama: H. Hariyanto, S.Ag
Memilih pemimpin
Ya, pemimpin yang tidak amanah tidak boleh dipilih, ini hukum. Tapi kenyataan dimasyarakat, orang-orang yang ngerti itu kok kalah dengan uang. Ini lalu ditiru orang-orang awam, ya rusak dong. Mau dijadikan apa negeri ini kalau caranya memilih pemimpin yang bisa ngasih uang. Koreksi diri sendiri dong ah.
Sabtu, 29/09/2012 10:48
Nama: Mahmud
Cinta Ulama
Semoga Alloh mrnganugrahkan kepada kita agar dapat mencintai Alloh , Rosullulloh dan Alim Ulama, Hidup NU......
Sabtu, 22/09/2012 07:28
Nama: endro dwi noertjahjono
Nah ini baru NU
Sudah waktunya NU selalu berfikir kritis dan menjadi kekuatan moral untuk bangsa ini. Menjaga jarak dng umaro dan mengingatkan dan menekan umaro bila tidak sesuai syariah. Kerusakan moral yg terjadi sekarang ini nanti akan dimintai pertanggung jawabnya oleh Allah..yaitu Umaro dan Ulama...
Jumat, 21/09/2012 13:57
Nama: Deddy Djunaedi
waktunya ulama bangkit
Bangkit, bangkit, bangkit wahai para ulama sekarang kita sudah waktunya untuk bangkit dan tunjukan bahwa ulamapun sangggup menata negara ini tinggal melaksanakan hasil munas alim ulama yang blm lama ini dilaksanakan dicirebon.
Jumat, 21/09/2012 13:10
Nama: Iwan Setiawan
Kesungguhan Harapan
Apa yg disampaikan oleh Saudara Moemoeq betul sekali.... ada tambahkan dari saya. NU harus berani memberi data2 aktual dan dipublikasikan tentang track record seorang calon pejabat dengan memanfaatkan Ranting2 NU di daerah domisilin calon tsb, disamping info dari luar lingkungan/instansi yg akan mencalonkan. InsyaAllah kita akan mendapat pemimpin yg betul2 amanan dan jujur.....
Kamis, 20/09/2012 22:20
Nama: Hudha Sholawat Habib Syech Mania
NU MENDUNIA
AJIBB... Pilihlah Pemimpin Yang AJIB.... NU DI DADA KU. Hudha SyechKers Mania PecintaSholawat www.syechkersmania.blogspot.com
Kamis, 20/09/2012 14:17
Nama: Herman
Mantab dah!
Mantab dah! Beginilah seharusnya pemikiran seorang Muslim!
Kamis, 20/09/2012 12:44
Nama: moemoeq
harapan
keputusan yang tepat tentu saja,namun ummat klas bawah tentu berharap akan ada penjelasan tegas ukuran kegagalan,dari sudut hukum agama,syari'at maupun etika,hukum negara,dan orang-orang yang punya keahlian dibidang itu masing-masing,ini agar tidak kacau,karena tidak mustahil si a menilai sukses,tapi si b menganggap gagal,penjelasan ini agar terbit secepatnya,karna ummat yang milih pinpinannya di masing-masing daerah belum meiliki pedoman memilih pemimpin
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Space Iklan
305 x 100 Pixel
Agenda
PrefApril 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 ::: Maaf transaksi pembelian via web toko.nu.or.id belum bisa beroperasi karena ada sistem yang perlu disempurnakan ::::