Jumat, 28 November 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Tangkal Radikalisme Jadi Tugas Terberat PWNU Kalbar
Senin, 17/12/2012 15:44
Tangkal Radikalisme Jadi Tugas Terberat PWNU Kalbar

Pontianak. NU Online
Paham radikalisme (kekerasan) mengatasnamakan Islam makin menggeliat di Kalbar. PWNU PWNU Kalbar punya kewajiban untuk menangkal paham tersebut. Bahkan, pekerjaan tersebut dinilai sangat berat.

“Kita akui, paham radikalisme semakin banyak merasuki pemikiran umat Islam khususnya di Kalbar. NU Kalbar merasakan upaya untuk menangkal paham tersebut sangat berat. Untuk itu butuh komitmen seluruh ulama NU untuk menangkalnya,” kata Ketua Tanfiziah PWNU Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie di kediamannya, kemarin (17/12).

Zeet yang juga Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalbar mengatakan, terorisme itu muncul karena adanya paham radikalisme. Paham tersebut selalu menganggap golongan mereka paling benar, paling soheh, dan paling hebat. Lalu, menganggap kelompok lain kafir. 

“Ketika mereka merasa tertekan, lalu mengatasnamakan agama Islam untuk melakukan kekerasan. Anehnya, dengan yel-yel Alllahu Akbar, lalu menyikat kelompok lain,” paparnya.

PWNU mengakui, gerakan radikalisme ini memiliki jaringan rapi dan terorganisir. Bahkan, memiliki sumber dana besar. Mereka bisa saja masuk ke pelosok Kalbar.

“Makanya, inilah tugas berat bagi PWNU untuk membendung paham tersebut. Bila paham tersebut terus menghantui, kita khawatirkan Kalbar yang damai dan tenteram menjadi penuh konflik. Itulah yang tidak kita inginkan,” tegas Zeet yang juga Sekda Kalbar. 

PWNU selalu berusaha untuk merangkul atau berkawan dengan kelompok apa saja. Bahkan, NU Kalbar tidak ragu untuk melakukan silaturahmi dengan kelompok agama lain. 

“Sebagai contoh, pada saat Safari Ramadan dua tahun lalu, kita berkunjung ke Persekolahan Katolik di Nyarungkop Singkawang. Di sana kita menyerahkan bantuan untuk siswa Katolik,” ujarnya.

“Apa yang PWNU lakukan itu memperlihatkan sisi humanis dari Islam itu sendiri. Islam adalah rahmatan lil’alamin, Islam harus membawa kedaiaman di bumi. Bukan justru membawa kebencian bagi agama lain,” pungkas Zeet. 


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Rosadi Jamani

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 269 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::