Sabtu, 29 November 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
NU Jombang: Ahlul Halli wal Aqdi Tak Menjamin Bebas Riswah
Ahad, 10/02/2013 12:20

Jombang, NU Online
Mekanisme ahlul halli wal aqdi atau pemilihan pimpinan di lingkungan NU oleh sebuah dewan yang dibentuk, tidak sepenuhnya bisa menjamin bebas riswah (money politic).

Namun dibandingkan dengan pemungutan suara, saat ini ahlul halli wal aqdi lebih bisa menghindari praktik riswah. Mekanisme ini bisa dipilih dengan pertimbangan akhoffu dlororain atau memilih yang lebih ringan keburukannya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Abd Nashir Fattah kepada NU Online, Jumat (8/2), menanggapi keputusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Menurut Kiai Nashir, bukan berarti PCNU Jombang tidak setuju dengan mekanisme ahlul halli wal aqdi. “PCNU Jombang sudah mengusulkan hal tersebut sejak Konferwil yang lalu dan menjelang Muktamar di Makassar, tetapi masih belum mendapat tanggapan yang baik”, tandasnya. 

“Kenapa mekanisme ahlul halli wal aqdi tidak bisa menjamin sepenuhnya praktek riswah? Karena masih ada kemungkinan orang-orang yang menjadi anggota ahlul halli wal aqdi tidak bebas dari riswah,” terang kiai yang juga pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini.

Seperti diwartakan, mekanisme ahlul halli wal aqdi akan dijalankannya dalam pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur dalam Konferwil yang rencananya akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo pada 24-26 Mei 2013 mendatang.

Mekanisme ini diharapkan dapat menghindari kemungkinan terjadi praktik riswah yang saat ini marak terjadi dalam berbagai pemilihan pimpinan di Indonesia.

Dalam perjalanan NU, mekanisme ahlul halli wal aqdi pernah digunakan pada saat memilih KH Abdurrahman Wahid sebagai ketua umum PBNU pada Muktamar NU di Situbondo, 1984. Belakangan, eforia demokrasi mengarahkan pemilihan ketua NU menggunakan sistem suara terbanyak oleh utusan-utusan tiap cabang dan wilayah, bukan lagi oleh dewan.



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Muslimin Abdilla

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 269 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefNovember 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
:::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::