Kamis, 21 Agustus 2014
Language :
Find us on:
Nasional 
Pakar Ushul Fikih Jerman Berbagi Pengetahuan
Selasa, 02/04/2013 12:04

Yogyakarta, NU Online
Ada yang berbeda di acara pengajian Ahad Wage yang berlangsung di lantai dua gedung PWNU DIY, 31 Maret 2013 lalu. Pasalnya seorang Profesor David ahli Ushul Fikih dari Jerman berbagi pengetahuannya tentang teori ushul Fikih Imam Syafi’i.

Dalam menyampaikan materinya, Prof David yang non-muslim tersebut menggunakan bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Irwan Masduqi, Mlangi ke dalam bahasa Indonesia. 

Dalam diskusi tersebut, sedikitnya ada empat point yang disampaikan oleh Prof. David tentang Ushul Fikih Imam Syafi’i. Pertama, Bagaimana peran imam Syafi’i di dalam mengembangkan ilmu ushul fikih. Dalam hal ini, Prof David mengungkapkan adanya perbedaan pendapat tentang apakah Imam Syafi’i orang pertama yang mengembangkan usul Fikih atau tidak.

“Ada yang berpendapat bahwa Imam Syafi’i ada di periode kedua. Karena sebelum Imam Syafi’i, sudah ada para Imam Mu’tazilah. Hanya saja Imam Syafi’i yang ada di periode kedua mampu mensistematiskan ilmu Ushul Fikih,” ujar Irwan Masduqi menerjemahkan apa yang disampaikan oleh Prof. David.

Kedua, Prof. David menyatakan bahwa teori ushul Fikih Imam Syafi’i setara dengan ilmu heurmenetika yang berkembang di barat. Malah Imam Syafi’i memiliki kelebihan tersendiri karena bisa mengembalikan ilmu-ilmu fikih yang menyimpang dari Al-Qur’an dan hadits.

Ketiga, Prof. David juga menegaskan bahwa tujuan dari ushul Fikih Imam Syafi’i adalah mentakhsis metodologi. Untuk membuat dasar metodologi hukum. Apakah bersumber dari al-Qur’an, hadits, ijma, qiyas dan sebagainya. 

Keempat, Prof. David mengatakan bahwa teori Ushul Fikih Imam Syafi’i tidak stagnan dan tidak berhenti. “Teori Ushul Fikih Imam Syafi’i itu dinamis dan berkembang serta bisa berubah sesuai dengan zamannya,” ujar Gus Irwan menerjemahkan yang disampaikan Prof. David.

Diskusi yang cukup mengasyikkan tersebut akhirnya selesai bersamaan dengan kumandang adzan zhuhur yang mengudara di langit Jogja.



Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Rokhim Bangkit

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::