Rabu, 22 Oktober 2014
Language :
Find us on:
Khotbah 
KHOTBAH JUM'AT
Islam Menghadapi Kemajuan Teknologi Informasi
Jumat, 08/02/2013 11:01

Di masa yang disebut sebagai era ‘peradaban masyarakat informasi’, informasi adalah kunci segalanya. Siapa yang dapat menguasai informasi dialah pengendali dunia. Lantas bagaimanakah nasib umat muslim yang hingga kini masih berlaku sebagai konsumen informasi?

ا„ح…د „„‡ أح…د‡ ˆسبحا†‡ ˆتعا„‰ ع„‰ †ع…‡ ا„غزار, أشƒر‡ ع„‰ ‚س…‡ ا„…درار, . أش‡د ا† „ا ا„‡ ا„ا ا„„‡ ˆحد‡ „ا شرŠƒ „‡. ˆاش‡د ا† سŠد†ا …ح…دا عبد‡ ˆ رسˆ„‡ ا„†بŠ ا„…ختار. ا„„‡… ص„ ع„‰ سŠد†ا …ح…د ˆع„‰ أ„‡ ا„أط‡ار ˆأصحاب‡ ا„أخŠار ˆس„… تس„Š…ا ƒثŠرا. أ…ا بعد ŠاأŠ‡ا ا„†اس ات‚ˆا„„‡ ح‚ ت‚ات‡ ˆ„ات…ˆت† ا„ا ˆأ†ت… …س„…ˆ†. ˆ‚ا„ ا„„‡ تعا„‰ : ‚ا„ˆا سبحا†ƒ …ا ع„… „†ا إ„ا …ا ع„…ت†ا إ†ƒ أ†ت ا„ع„Š… ا„حƒŠ…

 

Alhamdulillah segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah swt Tuhan semesta alam, pemberi nikmat sehat dan iman dan Islam. shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw keluarganya, para sahabat dan para pengikut setianya.

Era global telah menjadikan bumi ini menjadi kampung besar, peristiwa yang terjadi pada hari ini di suatu negeri di belahan dunia akan diketahui serentak oleh seluruh penduduk bumi. Apa yang terjadi di Suriah hari ini pula bisa diketahui di Indonesia. Arti globalisasi dengan demikian menurut pendapat ahlinya adalah suatu proses fenomena di dunia modern bercirikan adanya peningkatan perdagangan internasional, teknologi informasi, kemajuan transportasi, adanya alat-alat canggih yang seolah mampu melipat jarak dan menerobos waktu.

Pada khutbah kali ini, khatib hendak mengangkat tema tentang Islam dan tantangan globalisasi, membidik kelemahan Muslim terhadap penguasaan teknologi informasi. Alasan khatib, bahwa teknologi informasi salah satu ciri dari globalisasi an juga melalui teknologi informasi ini Islam juga dicitrakan oleh masyarakat Barat sebagai agama yang suka melakukan aksi kekerasan, anti toleransi, suka mengintimidasi, aggressor dan lain sebagainya. Seorang pakar teknologi Mukhtar Bukhori mengatakan bahwa globalisasi akan mewarnai seluruh kehidupan di masa mendatang dan sebagai akibat dari globalisasi akan melahirkan gaya hidup baru yang mengandung ekses-ekses tertentu seperti materialism, sekularisme, hedonism, anti tuhan dan sebagainya.

Selain itu, globalisasi juga bisa membuat orang menjadi mudah dan praktis, mampu membantu pekerjaan manusia seperti perkembangan Iptek. Kemajuan iptek, mempunyai pengaruh signifikan terhadap cara berfikir, bersikap, maupun tingkah laku manusia. Dari dimensi yang satu kemajuan iptek membuat manusia lebih sempurna dalam menguasai, melestarikan dan mengelola alam untuk kepentingan dan kesejahteraan hidup mereka. tetapi pada sisi lain, kemajuan iptek justru menimbulkan dampak sampingan yang kurang menguntungkan bahkan mengancam kehidupan mereka, misalnya polusi biologi, kimia, perusakan, distrupsi fisik dan social serta memburuknya sumber tanah atau hutan ada indikasi semakin merosostnya nilai-nilai kemanusiaan, sebagaimana Allah swt berfirman dalam surah Rum ayat 41:

ظŽ‡ŽرŽ ا„’ŽسŽاد Š ا„’بŽر‘ ˆŽا„’بŽح’ر ب…Žا ƒŽسŽبŽت’ أŽŠ’دŠ ا„†Ž‘اس „ŠذŠ‚Ž‡…’ بŽع’ضŽ ا„Ž‘ذŠ عŽ…„ˆا „ŽعŽ„Ž‘‡…’ ŠŽر’جعˆ†Ž

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). 

Ayat ini jelas menjelaskan bahwa terjadinya kerusakan di belahan bumi akibat dari uloah perbuatan manusia.

Saudara yang berbahagia

Orang bijak berkata:

…† أراد ا„د†Šا ع„Š‡ با„ع„… ˆ …† أراد ا„أخرة ع„Š‡ با„ع„… ˆ …† أراد‡…ا ع„Š‡ با„ع„…

Barang siapa yang menghendaki dunia, maka ia hanya dapat meraihnya dengan ilmu, dan barang siapa menghendaki akhirat, maka harus dengan ilmu dan barang siapa yang inginkan kedua-duanya juga harus dengan ilmu

Pernyataan ini memuat pesan moral Rasulullah saw untuk menuntut ilmu sebagau benteng hidup dalam kancah percaturan era globalisasi, di masa tersebut menuntut bekal agar mampu bersaing dan bertahan hidup dalam dunia global.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa masa ini disebut sebagai ‘peradaban masyarakat informasi’ informasi menjadi kebutuhan primer da bahkan menjadi sumber kekuasaan, sebab informasi dapat mempengaruhi dan mengembalikan pikiran, sikap dan perilaku manusia. Ada pendapat bahwa siapa yang dapat menguasai informasi dialah pengendali atau penguasa dunia. Dan pertanyaannya apakah ada seorang atau Negara muslim yang menguasai informasi? Jika tidak ada, maka bisa jadi kita terus menjadi bahan pemberitaan yang selalu dipojokkan. Hal ini karena kita sebagai muslim lemah dalam penguasaan teknologi informasi. Berikut saya sebutkan beberapa sisi kelemahan kita sebagai seorang muslim.

Pertama, Islam lemah dalam penguasaan IT (informasi teknologi). Pada era informasi ini, arus informasi dunia dikuasai dan dikendalikan non muslim yang memandang Islam sebagai musuh yang harus dihancurkan. Mereka menggunakan sarana informasi untuk mengangkat isu-isu global dan kepentingan mereka sendiri. Seperti isu HAM, demokrasi, lingkungan hidup, terorisme, jender, syyaiat islam, khilafah islamiyah yang semuanya itu dijadikan alat propaganda demi kepentingan mereka.

Sedangkan umat Islam tidak mempunyai media massa yang memadai untuk memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam atau membela kepentingan agama dan umat. Akibatnya yang terjadi tidak tersalurkannya aspirasi umat, umat Islam hanya menjadi konsumen dan rebutan media massa lain yang tidak jarang membawa informasi yang tidak seimbang, subjektif dan terkadang menyesatkan.

Umat Islam kini dibidik oleh medi massa yang tidak islami. Akibatnya umat dikuasai dan dijejali oleh nilai-nilai, budaya, sekulerisme, materialism, hedonism, kekerasan dan sebagainya. Akibat dari itu, tentunya dapat mempengaruhi pola pokir, sikap sehingga lambat laun dapat terbentuk karakter muslim yang fanatic.

Saudara-saudara yang berbahagia

Kedua, adanya pemojokan terhadap Islam, yakni pemberitaan yang tidak seimbang dan memojokkan islam di dunia internasional. Agar dunia membenci dan memandang negative kepada Islam. Di samping itu media massa kaum kafir gencar menyosialisasikan nilai-nilai, pemikiran, dan budaya mereka ke dunia Islam, agar pola pikir dan gaya hidup umat Muslim bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Sebagaimana kita ketahui bahwa link media massa, kantor-kantor berita, surat kabar (pers), penerbitan, jaringan TV, radio dikuasai oleh orang-orang non muslim, dalam hal ini Yahudi seperti reuter, jaringan TV internasional (CNN, BBC, CBS,NBS). Selain itu mereka juga menguasai perusahaan perfilman seperti FOX Company, Golden Company, Metro Company, Warners & Broos Company dan Paramount Company serta lain sebagainya. Melalui media-media tersebut Islam diopinikan negative. Mereka menciptakan pendapat umum bahwa Islam dan umatnya sebagai agama berbahaya, intoleran, anti demokrasi, ortodoks, haus darah dan entah apalagi melalui media massanya.

Ketiga, Fobia terhadap Islam, yakni adanya pengaruh dari pemberitaan yang terus memojokkan dan mengopinikan Islam mengakibatkan terjadinya fobia terhadap Islam. penyakit ini pernah ditularkan oleh kaum kafir Quraisy. Ketakutan yang menimbulkan rasa benci terhadap Islam yang berasal dari ketidak tahuan mereka tentang Islam. Dan lebih dari itu mereka khawatir dengan Islam sebagai agama yang memiliki potensi mengancam kelandgsungan hidup.

Boleh jadi, jika sekarang wajah Islam terkesan menakutkan, di samping karena banyak umat yang tidak melaksanakan Islam secara baik dan benar, juga terutama akibat keberhasilan propaganda kaum Salibis-Zionis  lewat jaringan media massa yang mereka kuasai. Diantaranya dengan mempopulerkan istilah fundamentalis, radikalis, militant, ekstrimis, bahkan teroris. Hal seperti inilah yang membangun citra Islam sebagai agama yang menakutkan.

Oleh karena itu, melalui khotbah ini mari senantiasa kita tingkatkan terus belajar ilmu pengetahuan terutama teknologi informasi dan media massa. Karena keduanya merupakan senjata yang mampu membentuk image agam islam sebagai rahmatan lil alamin. agama yang toleran, cinta damai, sadar HAM, dan persuasive.

‚„’ ŠŽا ‚Žˆ’… اع’…Ž„ˆا’ عŽ„Ž‰ …ŽƒŽا†Žتƒ…’ إ†‘Š عŽا…„Œ ŽسŽˆ’Ž تŽع’„Ž…ˆ†Ž …Ž† تŽƒˆ† „Ž‡ عŽا‚بŽة ا„د‘ار إ†Ž‘‡ „اŽ Š’„ح ا„ظŽ‘ا„…ˆ†Ž

Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan. (al-An’am 135)

بŽارŽƒŽ ا„„‡ „Š’ ˆŽ„Žƒ…’ Š’ ا’„‚ر’آ† ا’„عŽظŠ’… ˆŽ†ŽŽعŽ†Š ˆŽإŠŽ‘اƒ…’ ب…Žا Š’‡ …†Ž ا’„آŠاŽت ˆŽا„ذƒ’ر ا„’حŽƒŠ’… ˆŽتŽ‚ŽبŽ‘„Ž …†‘Š ˆŽ…†’ƒ…’ ت„اŽˆŽتŽ‡ إ†Ž‘‡ ‡ˆŽ ا„سŽ‘…Š’ع ا’„عŽ„Š’…

Khutbah II

اŽ„’حŽ…’د „„‡ عŽ„‰Ž اح’سŽا†‡ ˆŽا„ش‘ƒ’ر „Ž‡ عŽ„‰Ž تŽˆ’Š’‚‡ ˆŽا…’ت†Žا†‡. ˆŽاŽش’‡Žد اŽ†’ „اŽ ا„Ž‡Ž ا„اŽ‘ ا„„‡ ˆŽا„„‡ ˆŽح’دŽ‡ „اŽ شŽرŠ’ƒŽ „Ž‡ ˆŽاŽش’‡Žد اŽ†Ž‘ سŽŠ‘دŽ†Žا …حŽ…Ž‘د‹ا عŽب’د‡ ˆŽرŽسˆ’„‡ ا„دŽ‘اع‰ ا„‰Ž رض’ˆŽا†‡. ا„„‡…Ž‘ صŽ„‘ عŽ„Ž‰ سŽŠ‘د†Žا …حŽ…Ž‘د ˆعŽ„Ž‰ اŽ„‡ ˆŽاŽص’حŽاب‡ ˆŽسŽ„‘…’ تŽس’„Š’…‹ا ƒثŠ’ر‹ا اŽ…Ž‘ا بŽع’د

 ŽŠاŽ اŽŠ‘‡Žا ا„†Ž‘اس اتŽ‘‚ˆاا„„‡Ž Š’…Žا اŽ…ŽرŽ ˆŽا†’تŽ‡ˆ’ا عŽ…Ž‘ا †Ž‡Ž‰ ˆŽاع’„Ž…ˆ’ا اŽ†Ž‘ ا„„‡‘ اŽ…ŽرŽƒ…’ باŽ…’ر بŽدŽأŽ Š’‡ ب†Ž’س‡ ˆŽثŽ€†Ž‰ ب…Ž„آ ئƒŽت‡ ب‚د’س‡ ˆŽ‚Žا„Ž تŽعاŽ„Ž‰ ا†Ž‘ ا„„‡Ž ˆŽ…Ž„آ ئƒŽتŽ‡ ŠصŽ„‘ˆ’†Ž عŽ„‰Ž ا„†Ž‘ب‰ Šآ اŽŠ‘‡Žا ا„Ž‘ذŠ’†Ž آ…Ž†ˆ’ا صŽ„‘ˆ’ا عŽ„ŽŠ’‡ ˆŽسŽ„‘…ˆ’ا تŽس’„Š’…‹ا. ا„„‡…Ž‘ صŽ„‘ عŽ„Ž‰ سŽŠ‘د†Žا …حŽ…Ž‘د صŽ„Ž‘‰ ا„„‡ عŽ„ŽŠ’‡ ˆŽسŽ„‘…’ ˆŽعŽ„Ž‰ آ„ سŽŠ‘د†اŽ …حŽ…Ž‘د ˆŽعŽ„Ž‰ اŽ†’بŠآئƒŽ ˆŽرس„ƒŽ ˆŽ…Ž„آئƒŽة ا’„…‚ŽرŽ‘بŠ’†Ž ˆŽار’ضŽ ا„„‘‡…Ž‘ عŽ† ا’„خ„ŽŽاء ا„رŽ‘اشدŠ’†Ž اŽب‰ بŽƒ’رˆŽع…ŽرˆŽعث’…Žا† ˆŽعŽ„‰ ˆŽعŽ†’ بŽ‚ŠŽ‘ة ا„صŽ‘حŽابŽة ˆŽا„تŽ‘ابعŠ’†Ž ˆŽتŽابعŠ ا„تŽ‘ابعŠ’†Ž „Ž‡…’ باح’سŽا† ا„Ž‰ŠŽˆ’… ا„د‘Š’† ˆŽار’ضŽ عŽ†Ž‘ا …ŽعŽ‡…’ برŽح’…ŽتƒŽ ŠŽا اŽر’حŽ…Ž ا„رŽ‘اح…Š’†Ž

اŽ„„‡…Ž‘ اغ’ر’ „„’…ؤ’…†Š’†Ž ˆŽا’„…ؤ’…†Žات ˆŽا’„…س’„…Š’†Ž ˆŽا’„…س’„…Žات اŽ„اŽح’Šآء …†’‡…’ ˆŽا’„اŽ…’ˆŽات ا„„‡…Ž‘ اŽعزŽ‘ ا’„اس’„اŽ…Ž ˆŽا’„…س’„…Š’†Ž ˆŽأŽذ„Ž‘ ا„ش‘ر’ƒŽ ˆŽا’„…ش’رƒŠ’†Ž ˆŽا†’صر’ عبŽادŽƒŽ ا’„…ˆŽح‘دŠŽ‘ةŽ ˆŽا†’صر’ …Ž†’ †ŽصŽرŽ ا„د‘Š’†Ž ˆŽاخ’ذ„’ …Ž†’ خŽذŽ„Ž ا’„…س’„…Š’†Ž ˆŽ دŽ…‘ر’ اŽع’دŽاءŽا„د‘Š’† ˆŽاع’„ ƒŽ„…ŽاتƒŽ ا„Ž‰ ŠŽˆ’…Ž ا„د‘Š’†. ا„„‡…Ž‘ اد’Žع’ عŽ†Ž‘ا ا’„بŽ„اŽءŽ ˆŽا’„ˆŽبŽاءŽ ˆŽا„زŽ‘„اŽز„Ž ˆŽا’„…حŽ†Ž ˆŽسˆ’ءŽ ا’„ت’†Žة ˆŽا’„…حŽ†Ž …Žا ظŽ‡ŽرŽ …†’‡Žا ˆŽ…Žا بŽطŽ†Ž عŽ†’ بŽ„Žد†Žا ا†’دˆ†Š’سŠŽ‘ا خآصŽ‘ة‹ ˆŽسŽائر ا’„ب„’دŽا† ا’„…س’„…Š’†Ž عآ…Ž‘ة‹ ŠŽا رŽبŽ‘ ا’„عŽا„Ž…Š’†Ž. رŽبŽ‘†Žا آت†اŽ ‰ ا„د‘†’ŠŽا حŽسŽ†Žة‹ ˆŽ‰ ا’„آخرŽة حŽسŽ†Žة‹ ˆŽ‚†Žا عŽذŽابŽ ا„†Ž‘ار. رŽبŽ‘†Žا ظŽ„Ž…’†Žا اŽ†’سŽ†ŽاˆŽا†’ „Ž…’ تŽغ’ر’ „Ž†Žا ˆŽتŽر’حŽ…’†Žا „Ž†Žƒˆ’†Ž†Ž‘ …†Ž ا’„خŽاسرŠ’†Ž. عبŽادŽا„„‡ ! ا†Ž‘ ا„„‡Ž ŠŽأ’…ر†Žا با’„عŽد’„ ˆŽا’„اح’سŽا† ˆŽإŠ’تآء ذ‰ ا’„‚ر’ب‰Ž ˆŽŠŽ†’‡Ž‰ عŽ† ا’„Žح’شآء ˆŽا’„…†’ƒŽر ˆŽا’„بŽغ’Š ŠŽعظƒ…’ „ŽعŽ„Ž‘ƒ…’ تŽذŽƒŽ‘رˆ’†Ž ˆŽاذ’ƒرˆاا„„‡Ž ا’„عŽظŠ’…Ž ŠŽذ’ƒر’ƒ…’ ˆŽاش’ƒرˆ’‡ عŽ„‰Ž †عŽ…‡ ŠŽزد’ƒ…’ ˆŽ„Žذƒ’ر ا„„‡ اŽƒ’بŽر’

 

Red: Ulil H. Sumber: Prof. Dr. Nasaruddin Umar (Edt) 2010, Islam dan Terorisme. Pustaka Cendekia Muda.  

   

Komentar(0 komentar)
Space Iklan
625 x 100 Pixel
Space Iklan
305 x 140 Pixel
Buletin Jumat
Kamis, 10/04/2014 16:06
Edisi 118: Jum'at II April 2014
Pada Edisi 118 ini, tim redaksi buletin Nahdlatul Ulama menurunkan tema tentang tawadhu. Yaitu sifat rendah diri yang sekarang makin langka di...
Agenda
PrefOktober 2014Next
MngSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
:::Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi@nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky@nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::