:::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

KH Marzuki Mustamar Umpamakan Orang Serakah dengan

KH Marzuki Mustamar Umpamakan Orang Serakah dengan "Bedes"

Siapapun pasti mengerti bahwa di dunia ini kita harus mencari kebahagiaan. Namun keberhasilan dalam memperolehnya tidak berarti kita harus mengorbankan kebenaran yang kita anut, bahkan menghalalkan segala cara. Manusia tidak boleh melanggar tapal batas moralitas dan taqwa demi meraih keuntungan material. 
KH Marzuki Mustamar Umpamakan Orang Serakah dengan
Kamis, 29/09/2016 14:00Nasional

KH Marzuki Mustamar Umpamakan Orang Serakah dengan "Bedes"

Siapapun pasti mengerti bahwa di dunia ini kita harus mencari kebahagiaan. Namun keberhasilan dalam memperolehnya tidak berarti kita harus mengorbankan kebenaran yang kita anut, bahkan menghalalkan segala cara. Manusia tidak boleh melanggar tapal batas moralitas dan taqwa demi meraih keuntungan material. 
Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya
Kamis, 29/09/2016 13:34Nasional

Jauh Sebelum Tax Amnesty Dilakukan, Gus Dur Sudah Menggagasnya

Tahun 1999, lanjut dia, Gus Dur punya gagasan, uang-uang koruptor di luar negeri ambil 50 persen, 50 persen kembalikan ke negara. “Saat itu ide tersebut diserang habis-habisan. DPR, LSM, media, semua menyerang, presiden mengampuni koruptor,” kenang kiai akrab dipanggil Kang Said itu lagi.
Tidak Benar Agama Dibenturkan dengan Negara, Ini Alasannya
Kamis, 29/09/2016 12:38Nasional

Tidak Benar Agama Dibenturkan dengan Negara, Ini Alasannya

Gus Ishom berharap tidak ada lagi orang tau kelompok yang mempertentangkan secara diametral hubungan agama dan negara. Karena yang demikian itu selain akan menimbulkan disharmonisasi antar penganut umat seagama dan atau antarpenganut agama, juga membuka peluang terjadinya disintegrasi bangsa. 
Terkini
Diserang PKI, Ulama dan Kiai Bentengi Masyarakat dengan Istighotsah

Diserang PKI, Ulama dan Kiai Bentengi Masyarakat dengan Istighotsah

Pemerhati sejarah pesantren Al-Hamdaniyah Siwalanpanji Buduran Sidoarjo, Abdul Manan menceritakan, peran ulama dan Kiai semasa PKI sangat menonjol. Mengingat, pada masa itu banyak masyarakat yang mengalami ketakutan dan tidak mengerti apa yang terjadi, sehingga masyarakat hanya bisa berkumpul di pesantren serta mencari keselamatan dan meminta semacam ijazah atau bekal hidup dari para Kiai.