::: Simak berbagai info NU Online melalui twitter. Follow @nu_online :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketum Ansor: Kita Sedang Menghadapi Ancaman Peradaban

Ketum Ansor: Kita Sedang Menghadapi Ancaman Peradaban

Yaqut mengatakan, di usia yang ke-82 ini tanggung jawab GP Ansor tidak berkurang tapi malah semakin besar, karena yang dihadapi hari ini bukan hanya masalah-masalah yang mengancam Nahdlatul Ulama (NU), dan bukan hanya masalah-masalah yang menggerogoti keutuhan bangsa dan negara (NKRI) saja.
Ketum Ansor: Kita Sedang Menghadapi Ancaman Peradaban
Selasa, 24/05/2016 09:18Nasional

Ketum Ansor: Kita Sedang Menghadapi Ancaman Peradaban

Yaqut mengatakan, di usia yang ke-82 ini tanggung jawab GP Ansor tidak berkurang tapi malah semakin besar, karena yang dihadapi hari ini bukan hanya masalah-masalah yang mengancam Nahdlatul Ulama (NU), dan bukan hanya masalah-masalah yang menggerogoti keutuhan bangsa dan negara (NKRI) saja.
KH Muhammad Yahya, Mursyid Tarekat Penggerak Perang Gerilya
Selasa, 24/05/2016 07:00Tokoh

KH Muhammad Yahya, Mursyid Tarekat Penggerak Perang Gerilya

Saat Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menyerukan Resolusi Jihad pada 10 November 1945, Kiai Yahya juga termasuk salah satu dari ratusan ribu pejuang yang ikut bertempur di garis depan.
UNU Indonesia: Aqidah Aswaja Perkuat Persaudaraan Rumpun Melayu
Senin, 23/05/2016 08:30Internasional

UNU Indonesia: Aqidah Aswaja Perkuat Persaudaraan Rumpun Melayu

Islam Aswaja selalu mengedepankan dialog kultural, antikekerasan, dan tidak mudah menyalahkan orang lain, apalagi memvonis kafir orang lain. “Islam kita adalah Islam berkhas Nusantara, yang ramah, selalu menjadi rahmatan lil 'alamin,” jelas Mujib Qulyubi.
Terkini
Universitas Hasyim Asy’ari Jombang Hidupkan Kembali Kajian Sastra

Universitas Hasyim Asy’ari Jombang Hidupkan Kembali Kajian Sastra

Di lingkungan Unhasy yang berbasis pendidikan pesantren, menurut Muhsin, terdiri dari 3 prinsip. Yaitu, agama, ilmu dan budaya. “Agama itu memberikan kita ketentraman dan ketenangan. Ilmu itu memberikan kemudahan, membuat hidup kita jadi enak. Sedangkan budaya membuat hidup menjadi indah. Karena itu usaha untuk menghidupkan ketiga hal tersebut harus dilakukan,” ungkapnya.