:::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kenapa Harus Wallahu A’lam Kiai?

Kenapa Harus Wallahu A’lam Kiai?

Suatu ketika, kiai di sebuah desa bernama Amrun memberikan pengajian fiqih dengan menggunakan Kitab Taqrib. Pengajian ini dilakukan Kiai Amrun setiap malam Kamis untuk umum bagi warga di desanya. Di setiap akhir pengajian, Kiai Amrun selalu berucap Wallahu A’lam (dan Allah Maha Mengetahui).
Kenapa Harus Wallahu A’lam Kiai?
Ahad, 02/10/2016 05:00Humor

Kenapa Harus Wallahu A’lam Kiai?

Suatu ketika, kiai di sebuah desa bernama Amrun memberikan pengajian fiqih dengan menggunakan Kitab Taqrib. Pengajian ini dilakukan Kiai Amrun setiap malam Kamis untuk umum bagi warga di desanya. Di setiap akhir pengajian, Kiai Amrun selalu berucap Wallahu A’lam (dan Allah Maha Mengetahui).
Kemuliaan Bulan Muharram Menurut KH Sholeh Darat
Sabtu, 01/10/2016 15:00Ubudiyah

Kemuliaan Bulan Muharram Menurut KH Sholeh Darat

Bagi masyarakat Muslim, Muharram memang menjadi momentum mulia karena menjadi bulan pembuka tahun baru. Wajar jika dalam kondisi ini disebut sebagai “Hari Raya Umat Islam” karena banyak kenangan yang terdapat dalam bulan Muharram. Darimana penjelasan “Hari Raya Suro” itu didapatkan?
Seruan Moral PBNU atas Kasus Penipuan Penggandaan Uang
Sabtu, 01/10/2016 08:33Taushiyah

Seruan Moral PBNU atas Kasus Penipuan Penggandaan Uang

Keadaan ekonomi yang serba sulit, jika tidak dilandasi pemahaman agama yang benar, maka masyarakat akan mudah terombang-ambing untuk turut dalam aktivitas yang pada akhirnya justru merugikan diri sendiri atau bahkan merugikan sesama.
Terkini
Kenapa Harus Wallahu A’lam Kiai?

Kenapa Harus Wallahu A’lam Kiai?

Suatu ketika, kiai di sebuah desa bernama Amrun memberikan pengajian fiqih dengan menggunakan Kitab Taqrib. Pengajian ini dilakukan Kiai Amrun setiap malam Kamis untuk umum bagi warga di desanya. Di setiap akhir pengajian, Kiai Amrun selalu berucap Wallahu A’lam (dan Allah Maha Mengetahui).